PENGERTIAN TEORI MARXIAN – Kaum Marxian menekankan kelas dan tekanan ekonomi sebagai penyebab transisi dari feodalisme ke kapitalisme. Meskipunbegitu, tidak ada teori umum dari kalangan Marxian mengenai masalah ini, karena kaum Marxis saling berbantahan pada persoalan tersebut. Mungkin dua teori Marxian yang paling terkenal adalah teori Maurice Dobb (1963) dan teori Paul Sweezy (1976). Teori Dobb menyatakan bahwa penyebab keruntuhan feodalisme adalah kontradiksi internal atau konflik di dalam pola produksi feodal itu sendiri Konflik terjadi pada hubungan antara tuan tanah danpetani. Pada abad xiii dan xiv, permintaan tuan tanah akan tenaga petani meningkat tajam. Eksploitasi terhadap kaum petani yang meningkat ini diakibatkan oleh beberapa faktor: Peningkatan jumlah kelas bangsawan, Peningkatan biaya akibat perang salib, dan Pertumbuhan yang luar biasa dan persaingan status antar keluarga bangsawan.Peningkatan permintaan akan tenaga kaum tani menyebabkan migrasi besar-besaran dari. manor-manor, suatu eksodus yang “ditakdirkan untuk mengeringkan sistem sumber hidup essensialnya dan menimbulkan rangkaian krisis yang menelan ekonomi feodal pada abad xiv dan xv. Larinya orang-orang desa dari kampung sering diasumsikan sebagai bagian dari bencana besar yang melanda Inggris dan tempat-tempat lain” (Dobb, 1963 :46).

Paul Sweezy menolak pandangan Dobb yang menyatakan bahwalcehancuran feodalisme disebabkan karena faktor internal. Sweezy yakin bahwa feodalisme merupakan pola produksi yang stagnan, yang membutuhkan beberapa kekuatan eksternal untuk meruntuhkannya. Dengan begitu per-ubahan utama yang mulaiberjalan pada abad xiii dan xiv, seperti peningkatan kebutuhan pendapatan pada bangsawan yang mempunyai konsekuensi meningkatnya tekanan terhadap kaum petani, sebenarnya diakibatkan oleh kekuatan dari luar sistem feodal. Sweezy berpendapat bahwa faktor eksternal utama yang menyebabkan kekacauan hebat dalam feodalisme dan menyebabkan pengadopsian pola produksi kapitalis adalah kebangkitan kembali perdagangan jarak jauh antara Eropa dan wilayah-wilayah di belahan dunia lain. Ada beberapa alasan mengapa perdagangan jarak jauh melunturkan feodalis-me. Salah satu alasannya adalah karena perdagangan jarak jauh membawa sistem produksi yang lebih rasional masuk berdampingan dengan feodalisme. Sebuah sistem yang membawa “feodalisme ke dalam orbit ekonomi pertukaran” (Sweezy, 1976:42). Lagi pula, kehadiran suatu sistem yang berdasarkan nilai pertukaran cenderung mengubah pandangan ekonomi tentang produsen menjadi lebih menyerupai bisnis. Karena itu, yang lebih menjadi idaman adalah mencari kemakmuran dalam bentuk uang daripada barang-barang yang dapat rusak, dan akhirnya pencarian kemakmuran menjadi tujuan akhir. Kebangkitan kembali perdagangan meningkatkan kembali arti penting kota, yang kemudian menj adi magnet yang menarik petani meninggalkan tekanantekanan yang mereka terima di desa.

Interpretasi Sweezy, hanya berarti bila dihubungkan dengan teori-teori lain. Teori Sweezy tidak bisa diterima begitu saja. Satu kelemahannya, teori Sweezy terlalu mengecilkan arti feodalisme Eropa, yang mempunyai pola produksi dinamis, dan peranan faktor-faktor di luar Eropa. Lebih dari itu, terdapat sifat etnosentris yang aneh dalam argumen Sweezy. Kelihatannya, dia mengasumsikan bahwa hanya dengan keberadaan sebuah sistem produksi-untuk-dijual, telah cukup untuk menarik kaum feodal meninggalkan ekonomiproduksi-untuk-dipakai tradisional mereka.Dia berulang kali menyatakan secara tidak langsung bahwa feodalisme merupakan sebuah sistem ekonomi yang lebih rendah mutunya daripada kapitalisme, dan bahwa kerendahan mutu tersebut telah pula diakui bangsawan feodal sendiri. Kesulitan dengan teori Sweezy ini mendorong kita kembali menoleh pada interpretasi Dobb. Dobb telah membuat satu sumbangan vital dalam inenyoroti kesulitan-kesulitan internal sistem feodal. Berlawanan dengan Sweezy, bukti yang jelas telah muncul dalam beberapa dekade belakangan ini dan menegaskan bahwa feodalisme bukanlah suatu pola ekonomi yang mandek, dan bahwa feodalisme mempunyai sifat dinamis yang berkaitan dengan karakteristik internalnya. Dobb melihat bahwa dinamika feodal sebagai akar dari peningkatan eksploitasi kaum petani oleh tuan tanah, dan banyak kebenaran bisa ditemui di dalam teori tersebut. Akan tetapi, Dobb tidak memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai meningkatnya eksploitasi ini. Pada satu sisi, dia mengisyaratkan bahwa peningkatan eksploitasi bisa dihubungkan dengan perubahan demografis, tetapi dia tidak benar-benar menelusurinya. Kita akan kembali ke masalah ini pada pembahasan mengenai teori demografi.

Filed under : Bikers Pintar,