Advertisement

PENGERTIAN TEORI PSIKOLOGIS ADHD – Psikoanalis anak Bruno Bettelheim (1973) mengemukakan teori diathesis-stres mengenai ADHD, yang menyatakan bahwa hiperaktivitas terjadi bila suatu predisposisi terhadap gangguan tersebut dipasangkan dengan pola asuh orang tua yang otoritarian Jika seorang anak yang memiliki disposisi aktivitas yang berlebihan dan mudah berubah moodnya mengalami stres karena orang tua y,ang mudah menjadi tidak sabar dan marah, si anak dapat menjadi tidak mampu menghadapi tuntutan orang tuanya untuk selalu patuh. Seiring orang tua menjadi semakin negatif dan tidak suka, hubungan orang tua-anak akhirnya menjadi suatu medan perang. Dengan terbentuknya pola perilaku mengganggu dan tidak patuh, si anak tidak dapat mengatasi berbagai tuntutan di sekolah, daft perilakunya sering kali bertentangan dengan berbagai aturan di dalam kelas.

Pembelajaran juga dapat berperan dalam ADHD. Hiperaktivitas dapat dikuatkan oleh perhatian yang ditimbulkannya sehingga meningkatkan frekuensi atau intensitasnya. Atau, seperti dikemukakan oleh Ross dan Ross (1982), hiperaktivitas dapat merupakan peniruan perilaku orang tua dan saudara-saudara kandung. Meskipun demikian, teori semacam itu tidak didukung oleh penelitian. Faktor-faktor neurologis dan genetik jauh lebih banyak mendapatkan dukungan daripada faktor-faktor psikologis dalam etiologi ADHD.

Dalam setiap hal, hubungan orang tua-anak sangat kurang bersifat dua arah dan lebih mungkin merupakan “rantai asosiasi kompleks”. Seperti halnya orang tua anak-anak yang hiperaktif mungkin memberikan lebih banyak perintah dan memiliki interaksi negatif dengan mereka, demikian juga anak-anak yang hiperaktif diketahui kurang patuh dan memiliki interaksi yang lebih negatif dengan orang tua mereka. Dapat dipastikan bahwa sulit bagi orang tua menghadapi anak yang impulsif, agresif, tidak patuh, dan tidak mampu mengikuti instruksi. Seperti yang akan dibahas secara singkat, pemberian obat stimulan dapat mengurangi hiperaktivitas dan meningkatkan kepatuhan pada beberapa anak dengan ADHD. Secara signifikan, bila obat semacam itu digunakan, apakah tersendiri atau dikombinasikan dengan terapi behavioral, perintah-perintah orang tua, perilaku negatif, dan pola asuh yang tidak efektif juga berkurang, menunjukkan bahwa, setidaknya sebagian, perilaku anaklah yang menimbulkan efek negatif pada orang tua dan bukan sebaliknya.

Mempertimbangkan riwayat ADHD pada orang tua sendiri juga merupakan hal yang penting . Sebagaimana disebutkan di atas, tampaknya terdapat komponen genetik yang besar dalam ADHD. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak orang tua anak-anak dengan ADHD juga mengalami ADHD. Dalam sebuah studi yang meneliti praktik-praktik pengasuhan orang tua terhadap anak-anak mereka yang mengalami ADHD, para ayah yang pernah didiagnosis mengalami ADHD adalah orang tua yang kurang efektif, menunjukkan bahwa psikopatologi pada orang tua dapat membuat mengasuh anak menjadi jauh lebih sulit bagi mereka. Dengan demikian, karakteristik dan pola keluarga dapat sangat berkorelasi bertahannya atau lebih parahnya simtom-simtom dan konsekuensi ADHD; meskipun demikian, tidak banyak bukti yang menunjukkan bahwa keluarga nernebabkan terjadinya ADHD .

Filed under : Bikers Pintar,