PENGERTIAN TEORI SISTEM DUNIA – Beberapa teori paling mutakhir dan provokatif mengenai munculnya kapitalisme Eropa, menggunakan pendekatan Sistem-Dunia Wallerstein (Schneider, 1977; Ekholm, 1981; Abu-Lughod, 1988-1989). Berbagai teori ini menyerupai teori Sweezy dalam penekanan faktor eksternal di Eropa, tetapi ia menyeruak ke relung yang lebih dalam.

Teori yang paling rinci dalam membahas masalah ini adalah teori Janet Abu-Lughod (1988, 1989). Abu Lughod menyatakan bahwa dari sekitar abad xiii, Eropa merupakan bagian dari sistem-dunia raksasa, yang meliputi Asia dan Afrika. Sistem-dunia “Afro-Eurasia” ini dipusatkan pada perdagangan jarak jauh dan mempunyai karakter kapitalis yang kuat. Pada saat itu, Asia sangat tidak setaraf dengan Eropa, dan dalam beberapa hal sebenarnya Asia berada pada posisi yang lebih menguntungkan. Asia merupakan semacam pusat dan Eropa adalah pinggirannya. Abu-Lughod mertyatakanbahwa untuk memahami bagaimana semua itu berubah dalam abad berikutnya, kita perlu melihat, tidak pada segi internal Eropa atau Asia, tetapi pada hubungan antara mereka. Kebangkitan Eropa justru merupakan kejatuhan Asia, dan keduanya tidak dapat dipisahkan. Perubahan tersebut menyebabkan putusnya hubungan dagang antara Mediteran sebelah Timur dan Asia Timur, dan mata rantai perdagangan antara Laut Tengah dan Eropa barat daya.

Jelaslah bahwa ada interaksi ekonomi ekstensif antara Eropa dan Asia setelah tahun 1000 Masehi, dan interaksi ini memberikan sumbangan bagi munculnya kapitalisme di Eropa (bandingkan: McNeill, 1982). Akan tetapi, sebagaimana teori Sweezy, teori sistem dunia ini terlalu memperhitungkan interaksi dan terlalu mengabaikan kenyataan bahwa feodalisme memiliki dinamika internalnya sendiri. Akan tetapi, timbul pertanyaan lebih lanjut: Apakah benar-benar ada sebuah sistem dunia “Afro-Eurasian” dalam pengertian sebagaimana dalam konsep sistem dunia ? Seandainya ada, lalu mengapa hubungan antara berbagai bagian dari sistem ini lebih penting daripada hubungan di dalam bagian-bagian itu sendiri, terutama Eropa? Teori sistem dunia harus memberikan jawaban yang meyakinkan atas pertanyaan terakhir ini. Dengan mengabaikan karakteristik internal feodalisme, nampaknya teori ini kehilangan hal yang mungkin merupakan alasan paling penting bagi transisi kapitalis.

Filed under : Bikers Pintar,