Advertisement

world-system theory (teori sistem dunia)

Sosiolog Immanuel Wallerstein mengembangkan teori sistem dunia pada awal tahun 1970-an dalam rangka berusaha menjelaskan asal-usul dan proses kapitalisme, revolusi industri, dan hubungan yang rumit antara negara-negara Dunia Pertama, Kedua dan Ketiga. Penelitian multidisipliner mengenai teori sistem dunia itu terfokus pada kajian historis pertumbuhan sistem dunia dan berbagai proses kontemporer di dalamnya.

Advertisement

Sistem modern dunia muncul di Eropa Barat sekitar 500 tahun yang lalu. Sistem ini didasarkan atas jaringan-jaringan perdagangan kapitalis yang mentransendensikan batas-batas negara, sehingga disebut perekonomian dunia kapitalis Dorongan menuju akumulasi modal melalui produksi untuk pertukaran menyebabkan persaingan yang semakin meningkat di antara para produsen kapitalis dalam memperebutkan tenaga kerja. bahan-bahan dan pasar. Karena persaingan mengalami pasang surut seiring berbagai krisis kelebihan-produksi, maka beberapa wilayah dunia masuk dalam perekonomian dunia yang berkembang secara tidak merata. Berbagai proses melingkar ini merupakan bagian fundamental dari sistem dunia itu.

Perkembangan yang tidak merata itu memecah dunia menjadi tiga pusat, atau “inti”, yang saling mengikat berbagai tipe masyarakat. Masyarakat pusat atau “inti” itu berspesialisasi dalam produksi dan distribusi industri, beranggotakan negara-negara yang relatif kuat, borjuasi kuat, kelas buruh dalam jumlah besar, dan sangat terlibat dalam berbagai masalah masyarakat non-inti. Pada sisi ekstrem yang lain, “pinggiran” (periphery) adalah masyarakat-masyarakat yang berkonsentrasi pada produksi bahan-bahan baku, beranggotakan negara-negara lemah, memiliki borjuasi kecil, memiliki kelas petani dalam jumlah besar, dan sangat dipengaruhi oleh masyarakat- masyarakat inti itu. Sementara sisanya adalah masyarakat semi pinggiran (semi periphery), yang memiliki ciri-ciri masyarakat inti sekaligus pinggiran. Masyarakat semi pinggiran biasanya merupakan masyarakat pinggiran yang sedang menanjak atau masyarakat inti yang sedang mengalami kemerosotan. Interrelasi ekonomi dan politik antara inti dan pinggiran itulah yang selama ini diduga sebagai penyebab pertumbuhan masyarakat inti, dan lemahnya pembangunan dalam masyarakat pinggiran.

Salah satu asumsi penting dari teori sistem dunia adalah bahwa perekonomian dunia harus dikaji sebagai satu kesatuan yang utuh. Kajian mengenai perubahan sosial dalam setiap komponen sistem itu  bangsa, negara, wilayah, kelompok etnik, kelas harus dimulai dengan menempatkan komponen itu dalam sistem. Komponen yang biasanya dianalisis adalah negara. Dengan demikian teori sistem dunia memiliki agenda penelitian ganda. Sistem ini membahas berbagai konsekuensi perubahan dinamika komponen-komponennya (seperti negara) bagi evolusi sistem dan bagi gerakan berbagai komponen dalam sistem itu. Sistem ini juga membahas berbagai konsekuensi perubahan dinamika dalam sistem dunia bagi dinamika internal dan struktur sosial berbagai komponennya.

Kajian-kajian kasus yang menyelidiki kemunculan dan perkembangan sistem dunia menghasilkan analisis-analisis yang lebih baik tentang berbagai komponen dalam sistem tersebut dan melengkapi analisis-analisis global. Kontroversi timbul di sekitar pengukuran dan penjelasan mengenai sistem itu dan bagian-bagiannya, dan intinya terletak pada dua isu pokok: pertama, sampai sejauh mana dan bagaimana keterbelakangan masyarakat pinggiran diperlukan untuk pembangunan masyarakat inti dan kedua, apakah faktor-faktor pasar (eksogen) atau faktor- faktor sosial kultural (endogen), terutama kelas, merupakan agen perubahan yang utama.

Teks mengenai sistem dunia terkesan rumit karena adanya sejumlah polemik yang tumpang tindih, yang berpusat pada peran negara-negara sosialis dalam sistem dunia kontemporer probabilitas timbulnya revolusi sosialis dunia keterbelakangan pada tingkat tertentu yang merupakan konsekuensi tak terhindarkan dari pembangunan masyarakat inti akibat-akibat dari berbagai kebijakan mengenai pengembangan sistem dunia dan apakah teori sistem dunia merupakan pengembangan yang berguna ataukah merupakan distorsi terhadap teori Marxis.

Sejak pertengahan tahun 1980-an, teori sistem dunia mulai membicarakan sejumlah isu yang oleh para kritikus telah diabaikannya. Sudah begitu banyak karya baru bermunculan sehingga berbagai kritik ini kehilangan pamornya. Sarjana yang hanya mengacu karya-karya Wallerstein, atau karya-karya ringkasan yang ditulis pada awal tahun 1980-an, akan mendapatkan sangat sedikit informasi. Beberapa topik baru merupakan ragam proses yang berulang dalam sistem dunia, yaitu konsekuensi-konsekuensi dari runtuhnya Uni Soviet; peran kaum wanita, rumah tangga, dan gender dalam perekonomian dunia; kajian-kajian kasus mengenai perbudakan, kapitalisme agraris, dan menyatunya penduduk Aborijin dalam perekonomian dunia; dan sistem-sistem dunia pra-kapitalis.

Topik yang disebut terakhir itu telah memun-culkan begitu banyak karya dan perdebatan di kalangan para pakar antropologi dan arkeologi. Perdebatan-perdebatan terpusat sekitar apakah sudah ada sistem dunia yang berkembang secara sporadis semenjak munculnya negara-negara atau berbagai tipe sistem dunia, yang salah satu di antaranya adalah sistem dunia modern. Kajian-kajian evolusioner yang baru ini membuka sejumlah asumsi tentang sistem dunia modern bagi penyelidikan yang mempunyai landasan empiris dan historis, yang sering bisa meramalkan dengan mudah akan adanya berbagai transformasi dari sistem dunia kontemporer di masa depan.

Meskipun terjadi polemik, teori sistem dunia berhasil memicu banyak kajian terhadap per-ubahan sosial jangka panjang. Kajian-kajian ini menggunakan teknik-teknik dari semua ilmu sosial dan diterbitkan dalam jurnal-jurnal yang tersebar luas. Beberapa jurnal mengkhususkan diri pada masalah-masalah khusus yang terkait dengan isu-isu sistem dunia. Review, yang diterbitkan oleh the Fernand Braudel Center di State University of New York. Binghamton, dikhususkan untuk kajian-kajian sistem dunia.

Incoming search terms:

  • teori sistem dunia
  • sistem dunia
  • pengertian teori sistem dunia
  • teori sistem dunia sosiologi
  • teori sistem dunia perubahan sosial
  • definisi teori sistem dunia
  • asumsi dasar teori sistem dunia
  • sistim dunia dalam moderisasi masyarakat
  • teori sistem dunia menurut immanuel wallerstein
  • asumsi teori sistem dunia

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • teori sistem dunia
  • sistem dunia
  • pengertian teori sistem dunia
  • teori sistem dunia sosiologi
  • teori sistem dunia perubahan sosial
  • definisi teori sistem dunia
  • asumsi dasar teori sistem dunia
  • sistim dunia dalam moderisasi masyarakat
  • teori sistem dunia menurut immanuel wallerstein
  • asumsi teori sistem dunia