PENGERTIAN TEORI SURPLUS LENSKI – Sosiolog Gerhard Lenski (1966) telah mengemukakan teori stratifikasi lain, tetapi dengan orientasi materialistik dan berlandaskan teori konflik. Teori ini justru sangat berlawanan dengan teori Parsons. Teori Lenski berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha untuk mensejahterakan dirinya. Individu berperilaku menurut kepentingan pribadi, bekerja sama dengan sesama jika terkait dengan kepentingannya, dan akan berebut dengan sesama jika melihat kesemp atan terbuka bagi kepentingannya. Teori ini jugaberasumsi bahwa individu relatif tidak pernah puas, dan individu mempunyai kemampuan yang berbeda dalam mencapai keinginannya tersebut.

Lenski beranggapan, kesamaan dasar dapat terjadi dalam masyarakat dimana kerja sama menjadi hal yang essensial dalam mencapai kepentingan individu. Individu akan bekerja sama dengan sesama untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Tetapi jika kondisi tidak memungkinkan, maka konflik dan stratifikasi akan terjadi. Jika terjadi surplus, perebutan untuk menguasainya tidak dapat dihindari, dan surplus akhirnya dikuasai oleh individu atau kelompok yang paling berkuasa.

Jadi, surplus produksi ekonomilah yang menyebabkan berkembangnya stratifikasi. Semakinbesar surplus, semakin besar pula stratifikasi yang terjadi. Apa yang menentukan besarnya surplus? Menurut Lenski, besarnya surplus ditentukan oleh kemampuan teknologi masyarakat. Dengan demikian, ada hubungan erat antara derajat perkembangan teknologi dengan derajat stratifikasi. Masyarakat sederhana, seperti pemburu, peramu dan hortikultura sederhana tidak mempunyai atau sedikit stratifikasi. Dengan kemajuan teknologi, surplus ekonomi terjadi dan perebutan surplus melahirkan stratifikasi. Jadi, masyarakat hortikultura intensif dan masyarakat agraris menampilkan tingkat stratifikasi yang proporsional sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Data-data empirik tentang evolusi stratifikasi yang dibahas dimuka sangat konsisten dengan teori Lenski. Namun, terdapat beberapa masalah dalam teori ini, dan hubungan antara perkembangan teknologi dan stratifikasi tidak jelas. Walaupun sangat berhubungan erat dengan stratifikasi, perkembangan teknologi bukanlah merupakan faktor kausal. Kelemahan utama teori Lenski adalah asumsinya tentang surplus ekonomi. Lenski tampaknya menganggap bahwa surplus ekonomi disebabkan oleh kemajuan teknologi. Tetapi kenyataannya tidak begitu. Kemajuan teknologi memungkinkan terj adinya surplus; tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Ester Boserup (1965) — orang tidak akan secara otomatis ingin memproduksinya, karena hal itu membutuhkan kerja lain yang berakibat tidak pasti (pembahasan dalam Bab 4 menunjukkan bahwa motivasi tertinggi untuk menolak perubahan teknologi dengan tujuan mencegah meningkatnya beban kerja). Jika orang cenderung tidak menghasilkan surplus, maka pertanyaan yang timbul adalah bagaimana mereka memulainya. Jawabannya cenderung menyangkut pemaksaan politik. Orang memproduksi surplus karena orang lain juga memaksakannya. Dan jika ini masalahnya, maka stratifikasi, sedikit-nyalalam arti perbedaan kekuasaan, mulai terj adi. Dengan demikian, surplus berhubungan erat dengan perkembangan stratifikasi (bandingkan Elster, 1985;169). Untuk melihat bagaimana hal ini dapat terjadi dan apa latar belakangnya, perlu dibahas teori Kelangkaan Stratifikasi.

Filed under : Bikers Pintar,