PENGERTIAN TEORI-TEORI FEMINIS ADALAH

61 views

PENGERTIAN TEORI-TEORI FEMINIS ADALAH – Dalam dua dekade terakhir suatu garis teori lain telah muncul sebagai suatu perspektif yang berpengaruh menyangkut kedudukan wanita di dalam kehidupan sosial: teori feminis (Firestone, 1970; Kuhn dan Wolpe, 1978; Hartmarm, 1979; cf. Hamilton, 1978; cf. Eisenstein, 1979). Perspektif feminis itu pada umumnya berpendapat bahwa struktur ekonomi masyarakatlah yang merupakan penentu status wanita yang penting, tetapi perspektif u1i yakin bahwa ada faktor lain yang mungkin lebih penting. Faktor itu ialah patriarkhi, yakni seperangkat sifat perilaku dan ideologis yang kompleks yang membuat lakilaki menuntut dominasi atas wanita. Patriarkhi dipandang sebagai suatu kecenderungan yang tersebar luas dalam masyarakat manusia dan secara substansial terlepas dari struktur ekonomi dan kelas masyarakat.

Salah satu representatif masa lampau dan yang paling menonjol dari sudut pandangan ini ialah Shulamith Firestone (1970). Firestone telah menyatakan bahwa subordinasi kaum wanita berasal terutama dari suatu “psikologi kekuasaan” yang digunakan kaum pria terhadap kaum wanita. Ia percaya bahwa gejala ini berakar di dalam perbedaan biologis yang paling fundamental di antara jenis-jenis kelamin itu: kenyataan bahwa kaum wanita mengandung dan mengasuh anak. Bagi Firestone, kenyataan ini menunjukkan aclanya suatu beban biologis pada kaum wanita yang dimanfaatkan laki-laki untuk keuntungan mereka sendiri.

Perspektif feminis itu memberi suatu kontribusi yang penting dalam memaksakan pengakuan bahwa subordinasi wanita tak dapat sekedar dipahami dengan mengerti kedudukan mereka dalam ekonomi jurang antara priawanita dalam kehidupan sosial agaknya mempunyai dimensinya sendiri. Namun demikian, teori-teori feminis gagal untuk maju jauh sampai ke balik pengertian umum. Konsep sentral perspektlf feminis, yakni patriarkhi, merupakan suatu perspektif yang “licin”, yang secara tidak konsisten dirumuskan oleh kaum feminis (cf. Vogel, 1983). Banyak femi.nis memaksudkannya hanya sebagai semacam psikologi dominasi laki-laki sementara yang lainnya lebih condong ke pengertian materialis (rupanya biologis). Kaum feminisjuga kabur atau tidak konsisten dalam menentukan lokasi akar patriarkhi (sebagian sesungguhnya mengemukakan bahwa konsep itu jelas dengan sendirinya (cf. R. Collins, 1986). Sebagian, seperti Firestone, menyatakan bahwa akarnya berada dalam perbedaan reproduksi di antara jenis-jenis kelamin itu, yang mendapat kritik dari kaum feminis lainnya (cf. Eisenstein, 1979). Yang lairmya agaknya banyak berusaha menghindari pertanyaan sulit mengenai dari manakah asalnya hubungan patriarchat di antara kedua jenis kelamin itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *