PENGERTIAN TERAPI GANGGUAN KEPRIBADIAN

42 views

PENGERTIAN TERAPI GANGGUAN KEPRIBADIAN – Para terapis psikodinamika menetapkan tujuan untuk mengubah pandangan pasien terhadap berbagai masalah pasien masa kanak-kanak yang diasumsikan mendasari gangguan perilaku. Contohnya, mereka membimbing seseorang yang mengalami gangguan kepribadian obsesif-kompulsif untuk menyadari bahwa perjuangan di masa kecil untuk mendapatkan cinta orang tua dengan menjadi anak yang sempurna tidak perlu dibawa ke masa dewasa—bahwa ia tidak perlu menjadi sempurna untuk disukai orang lain, bahwa dimungkinkan untuk mengambil risiko dan melakukan kesalahan tanpa dirinya kemudian diabaikan oleh orang-orang yang ia harapkan cinta dan kasih sayangnya.

Para terapis behavioral dan kognitif, sesuai dengan fokus mereka pada situasi dan bukan pada karakteristik, tidak banyak mengemukakan pendapat hingga dewasa ini tentang penanganan spesifik untuk gangguan kepribadian yang tercantum dalam DSM. Para terapis tersebut cenderung menganalisis berbagai masalah individual yang secara bersama-sama membentuk gangguan kepribadian. Contohnya, seseorang yang didiagnosis memiliki kepribadian paranoid atau menghindar sangat sensitif terhadap kritik. Sensitivitas tersebut dapat ditangani dengan memberikan latihan behavioral (pelatihan keterampilan sosial), desensitisasi sistematis, atau terapi perilaku rasional emotif. Sifat argumentatif dan agresif pada kepribadian paranoid ketika tidak setuju dengan orang lain membuat orang lain menjauh darinya dan memicu serangan balik kepadanya. Terapis perilaku dapat membantu individu paranoid tersebut mempelajari berbagai yang tidak terlalu antagonistik dalam menyatakan ketidaksetujuan pada orang lain. Pelatihan keterampilan sosial yang dilakukan dalam kelompok dukungan dapat digunakan untuk mendorong kepribadian menghindar menjadi lebih asertif kepada orang lain; sebuah studi terkendali mengonfirmasi bahwa ini merupakan strategi yang menjanjikan. Pendekatan semacam itu, mungkin dikombinasikan dengan terapi perilaku rasional emotif, dapat membantu para pasien tersebut melakukan coping bila upaya untuk mendekati orang lain tidak berhasil, seperti yang sering kali terjadi Terkait terapi kognitif untuk gangguan kepribadian, Beck dan para koleganya (1990 menggunakan jenis analisis yang sama dengan yang telah diketahui menjanjikan untuk menangani depresi. Masing-masing gangguan dianalisis dalarn hal kesalahan logika dan skemata disfungsional. Contohnya, terapi kognitif untuk kepribadian obsesif-kompulsif mencakup pertama-tama mempersuasi pasien untuk menerima inti model kognitif, yaitu bahwa perasaan dan perilaku utamanya merupakan fungsi pikiran. Kesalahan logika kemudian digali, seperti ketika pasien menyimpulkan bahwa ia tidak dapat melakukan segala sesuatu dengan benar hanya karena gagal dalam satu upaya tertentu (contoh overgeneralisasi). Terapis juga mencoba menemukan berbagai asumsi atau skemata disfungsional yang mungkin mendasari pikiran dan perasaan orang yang bersangkutan, contohnya, keyakinan adanya suatu hal penting bahwa setiap keputusan yang diambil harus benar (para penganut metode Ellis juga akan menggunakan langkah ini). Pendekatan Beck terhadap gangguan kepribadian merupakan kombinasi berbagai teknik behavioral dan kognitif behavioral, yang seluruhnya dirancang untuk menangani masalah spesifik, berlangsung lama, dan pervasif yang dialami para pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *