PENGERTIAN TERAPI INDIVIDUAL KE TERAPI BERSAMA – Istilah terapi keluarga dan terapi pasangan tidak merefleksikan serangkaian prosedur. Keduanya mengindikasikan bahwa fokus terapeutik terletak pada sekurang-kurangnya dua orang dalam suatu hubungan, namun tidak menjelaskan berbagai isu seperti bagaimana terapis memandang ciri-ciri dan penyebab masalah, teknik-teknik apa yang digunakan untuk menyelesaikannya, seberapa sering klien perlu bertemu terapis, dan apakah perlu melibatkan anak-anak dan bahkan kakek-nenek mereka. Terapi pasangan dan keluarga memiliki beberapa kesamaan dalam hal kerangka kerja teoretis dengan terapi individual. Para terapis perkawinan yang menganut psikoanalisis, contohnya, memfokuskan pada bagaimana seseorang mencari atau menghindari pasangan yang mirip, bagi alam bawah sadarnya, dengan salah satu orang tuanya yang berbeda jenis kelamin dengannya (Segraves, 1990). Frustrasi dan tidak puas dengan berbagai upayanya untuk mendapatkan kasih sayang pada masa kanak-kanak, si laki-laki dewasa secara tidak sadar dapat mencari bimbingan keibuan dari istrinya dan memberikan tuntutan yang berlebihan, bahkan kekanak-kanakan padanya. Sebagian besar pembahasan dalam terapi pasangan semacam ini berpusat pada konflik-konflik yang dialaminya dengan istrinya dan, diasumsikan, perjuangan untuk mendapatkan kasih sayang ibu yang ditekan yang mendasari pola hubungannya yang tidak matang dengan sang istri. Berbagai dorongan bawah sadar tersebut diterima dengan bantuan sang istri yang kemungkinan juga mengungkap beberapa keinginannya sendiri yang tidak terpenuhi terhadap ayahnya. Transferensi digali, namun dalam terapi pasangan analisis adalah transferensi antara kedua pasangan dan bukan antara klien dan terapis yang biasanya menjadi fokus. Tujuan menyeluruhnya adalah membantu pasangan untuk melihat masing-masing dari mereka sebagaimana adanya dan bukan sebagai simbol orang tua (Fitzgerald, 1973). Kadang, masing-masing bertemu dengan terapis yang berbeda secara terpisah (Martin & Bird, 1953), kadang secara terpisah dengan terapis yang sama (Greene, 1960), atau bersama-sama dengan terapis yang sama. –

Terapi perilaku rasional emo tif dari Ellis telah diterapkan dalam konflik keluarga. Sekali lagi, perspektifnya terutama individualistik atau intrapsikik. Terapis berasumsi bahwa sesuatu yang terjadi dalam diri salah satu atau kedua pasangan menyebabkan penderitaan dalam hubungan tersebut. Sang istri, contohnya, dapat menyimpan keyakinan irasional bahwa suaminya harus terus-menerus memujanya, bahwa pengabdiannya tidak boleh memudar. Mungkin ia kemudian akan bereaksi berlebihan ketika dalam suatu pertemuan sosial sang suami memisahkan diri dan menikmati waktunya sendiri, bercakap-cakap dengan banyak laki-laki dan perempuan lain. Hal di atas menjadi latar belakang perubahan dari terapi individual ke terapi bersama, kami akan menjelaskan beberapa rincian terapi bersama. Beberapa metode sama dengan semua terapi pasangan dan keluarga sedangkan yang lain berbeda tergantung pada orientasi teoretisnya.

Filed under : Bikers Pintar,