PENGERTIAN TERAPI KOGNITIF DAN PERILAKU – Untuk menyesuaikan dengan teori kognitif tentang depresi yang mereka susun, bahwa kesedihan mendalam dan harga diri yang hancur yang dialami para individu yang menderita depresi disebabkan oleh skema negatif dan kesalahan pola pikir, Beck dan para rekannya menyusun terapi kognitif yang bertujuan untuk mengubah pola pikir maladaptif. Terapis mencoba mempersuasi orang yang depresi untuk mengubah pendapatnya tentang berbagai peristiwa dan tentang dirinya sendiri. Bila seorang klien berkata bahwa ia tidak berharga karena “Tidak ada sesuatu pun yang berjalan dengan benar, semua hal yaTtg saya coba lakukan berakhir menjadi bencana,” terapis memberikan berbagai contoh yang bertentangan dengan generalisasinya yang berlebihan, seperti menunjukkan kemampuannya yang tidak dilihat atau diabaikan oleh klien sendiri. Terapis juga menginstruksikan pada pasien untuk memantau monolog pribadi dan untuk mengidentifikasi semua pola pikir yang berkontribusi terhadap depresi.
Terapis kemudian mengajarkan pada pasien untuk memikirkan secara mendalam berbagai keyakinan negatif yang salah untuk memahami bagaimana hal tersebut mencegahnya membuat asumsi yang lebih realistis dan positif. Analisis Beck dalam beberapa hal sama dengan metode tersebut. Contohnya, Beck berpendapat bahwa orang-orang yang depresi kemungkinan beranggapan bahwa mereka benar-benar tidak mampu dan tidak kompeten ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Skema ini sama dengan keyakinan irasional yang disampaikan Ellis bahwa individu harus kompeten dalam segala hal agar menjadi orang yang berharga.

Beck juga melibatkan berbagai komponen behavioral dalam penanganan depresi yang dilakukannya. Terutama saat pasien dalam kondisi sangat depresi, Beck mendorongnya untuk melakukan berbagai hal, seperti bangun dari tempat tidur pada pagi hari atau pergi berjalan-jalan. Ia memberikan tugas-tugas untuk melakukan aknvitas pada para pasiennya agar mereka memperoleh pengalaman keberhasilan dan memungkinkan mereka menilai baik diri mereka sendiri. Tiga kriteria digunakan untuk memilih satu psikoterapi untuk menjadi pembanding terapi Beck. Terapi tersebut harus dikembangkan untuk menangani depresi, cukup eksplisit dan terstandardisasi sehingga dapat diinstruksikan kepada para terapis lain (lebih disukai jika menggunakan suatu manual), dan secara empiris harus menunjukkan efektivitasnya bagi para pasien depresi. Lebih jauh lagi, harus terdapat sedikit kesamaan dengan terapi kognitif Beck. Tim NIMH memilih psikoterapi :nterpersonal dari Klerman dan Weissman, yang telah dibahas sebelumnya.

Satu terapi farmakologis, yaitu imipramin (Tofranil), obat trisiklik yang teruji dengan baik dan pada saat itu diterima secara luas sebagai terapi standar untuk depresi, digunakan sebagai referensi untuk mengevaluasi kedua psikoterapi di atas. Dosis disesuaikan berdasarkan panduan yang telah ditetapkan yang cukup fleksibel untuk memungkinkan semacam penilaian klinis terhadap psikiater dalam konteks manajemen klinis, yaitu dalam atmosfer yang hangat dan suportif (Fawcett dkk., 1987). Elkin dkk (1985) menganggapnya mendekati kondisi obat-plus-terapi-suportif, suportif dalam hal ini merujuk pada karakter hubungan dokter-pasien, bukan pada penerapan teknik psikoterapeutik apa pun.

Filed under : Bikers Pintar,