PENGERTIAN TERAPI PERILAKU RASIONAL EMOTIF DARI ELLIS – Premis dasar REBT adalah masalah emo-sional terutama disebabkan oleh asumsi dan tuntutan yang sering kali tidak diverbalisasi yang terus-menerus dibawa dalam diri seseorang seiring perjalanan hidup mereka. Menuntut kesempurnaan diri sendiri dan orang lain, menurut hipotesis Ellis, merupakan penyebab utama masalah emosional. Mengharapkan bahwa dirinya harus selalu mendapatkan persetujuan dari semua orang dan atas semua yang dilakukannya adalah keyakinan lain yang dianggap oleh Ellis sebagai keyakinan irasional dan yang oleh penulis lain disebut tidak produktif atau self-defeating. Terapi dalam jalur behavioral rasional emotif mencakup tindakan terapis mempertanyakan asumsi-asumsi tersebut dan mempersuasi pasien bahwa menjalani hidup tanpa memaksakan tuntutan dan tujuan yang tidak masuk akal pada diri sendiri akan mengurangi stres dan membuat hidup menjadi lebih memuaskan.

Beberapa kesimpulan dapat ditarik dalam penelitian hasil REBT.

• REBT menurunkan kecemasan umum, kecemasan berbicara, dan kecemasan menghadapi ujian berdasarkan self-report.

• REBT mengurangi kecemasan sosial, baik berdasarkan, maupun perilaku, meskipun mungkin tidak seefektif desensitisasi sistematis.

• REBT tidak sebaik penanganan berbasis pemaparan untuk agorafobia.

• Bukti awal menunjukkan bahwa REBT dapat bermanfaat untuk menangani kema-rahan yang berlebihan, depresi, dan, pada anak-anak, perilaku antisosial.

• REBT bermanfaat untuk menangani disfungsi seksual hanya bila dilakukan sebagai bagian dari program behavioral yang lebih komprehensif.

• Sebagaimana dijelaskan pada Bab 8, REBT tampak menjanjikan untuk mengurangi pola perilaku Tipe A.

• Terdapat beberapa bukti awal bahwa REBT dapat berfungsi sebagai alat pencegahan bagi orang-orang yang tidak bermasalah, yaitu membantu orang-orang yang secara emosional sehat menghadapi stres sehari-hari dengan lebih baik.

• Edukasi rasional emotif, di mana guru menjelaskan prinsip-prinsip REBT kepada anak-anak di dalam kelas dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka, telah digunakan dengan harapan mencegah terjadinya masalah emosional penuh di kemudian hari dalam hidup mereka. Bukti-bukti menunjukkan bahwa edukasi ini dapat meningkatkan konsep diri dan mengurangi kecemasan menghadapi ujian.

• Terdapat bukti, namun kurang meyakinkan (a.1., Smith, 1983) bahwa REBT meng-hasilkan efeknya dengan mengurangi irasionalitas pikiran.

• Pentingnya dukungan REBT bagi para pasien dalam mengonfrontasi hal-hal yang mereka takutkan dan mengambil risiko dengan membentuk perilaku baru yang lebih adaptif tidak bisa diremehkan. Dengan kata lain, analog dengan peran relaksasi dalam desensitisasi sistematis, beberapa efek REBT yang mengurangi ketakutan dapat dihasilkan dengan mendorong orang-orang untuk memaparkan dirinya pada hal-hal yang mereka takutkan.

Seperti halnya pada berbagai prosedur klinis lainnnya, relevansi REBT dengan suatu masalah sebagian tergantung pada bagaimana ahli klinis mengonseptualisasi masalah pasien. Oleh karena itu, seorang terapis yang mencoba membantu orang yang mengalami kelebihan berat badan untuk menurunkan berat badannya dapat mengonsep-tualisasi tindakan makan sebagai cara untuk mengurangi kecemasan; sebaliknya, kecemasan dapat dipandang sebagai akibat dari masalah dalam interaksi sosial yang disebabkan oleh ketakutan ekstrem untuk ditolak yang timbul dari kebutuhan irasional untuk menyenangkan semua orang dan tidak pernah melakukan kesalahan. Terapis REBT akan mengarahkan perhatiannya pada keyakinan irasional tentang menyenangkan orang lain dan menjadi sempurna dengan logika bahwa hal itu akan mengurangi masalah pasien dan pada akhirnya mengurangi makan berlebihan. Analisis terhadap penyebab yang mendasari tersebut akan dibahas nanti.

Filed under : Bikers Pintar,