PENGERTIAN TERAPI SKIZOFRENIA

64 views

PENGERTIAN TERAPI SKIZOFRENIA – Dalam banyak hal merupakan sejarah berbagai upaya umat manusia, yang sering kali brutal dan tidak mencerahkan, untuk menangani skizofrenia, yang mungkin merupakan gangguan yang paling serius yang dibahas dalam buku ini. Meskipun beberapa orang yang mengalami gangguan parah berabad-abad lalu yang dimasukkan ke berbagai rumah sakit jiwa dengan kondisi mengenaskan sebenarnya hanya menderita penyakit seumum sifilis, tampaknya hanya ada sedikit keraguan bahwa banyak dari mereka, jika diteliti dewasa ini, akan didiagnosis menderita skizofrenia. Dewasa ini kita cukup banyak mengetahui tentang karakteristik dan etiologi skizofrenia; namun meskipun kita dapat menangani simtom-simtomnya secara cukup efektif, penyembuhan masih jauh dari mungkin.

Dengan pengecualian yang patut dicatat mengenai proyek terapi perilaku intensif yang digambarkan dalam Fokus Penemuan 11.3, sebagian terbesar penelitian menunjukkan bahwa perawatan di rumah sakit tidak banyak berguna untuk menghasilkan efek perubahan yang berarti dan bertahan lama pada mayoritas pasien gangguan jiwa. Bukti-bukti yang sangat banyak menunjukkan tingkat perawatan kembali di rumah sakit berkisar 40 hingga 50 persen setelah satu tahun dan lebih dari 75 persen setelah dua tahun. Berbagai studi yang dirancang secara khusus untuk memantau para pasien skizofrenia setelah keluar dari rumah sakit juga memperoleh hasil yang secara umum sama buruknya (Robinson dkk., 1999). Suatu masalah besar dalam jenis penanganan apa pun untuk skizofrenia adalah banyak pasien yang menderita skizofrenia kurang memiliki insight atas hendaya mereka dan menolak semua terapi yang diberikan. Karena mereka tidak percaya bahwa mereka menderita suatu penyakit, mereka tidak merasa membutuhkan intervensi profesional, terutama jika mencakup perawatan di rumah sakit atau pemberian obat-obatan. Hal ini terutama terjadi pada orang-orang yang menderita skizofrenia paranoid, yang dapat menganggap setiap terapi sebagai campur tangan yang mengandung ancaman dari kekuatan luar yang hostile. Oleh karena itu, para anggota keluarga menghadapi suatu tantangan besar untuk membuat kerabat mereka bersedia menjalani perawatan yang merupakan salah satu alasan mengapa kadang mereka memilih memasukkan pasien ke rumah sakit secara paksa dengan alasan komitmen sipil sebagai jalan terakhir.

Sebelum kita membahas berbagai terapi untuk skizofrenia, penting untuk menyatakan bahwa ketepatan suatu terapi tergantung pada tahap penyakit pasien. Yaitu, bila pasien berada dalam fase psikotik akut, pelatihan keterampilan sosial atau intervensi psikologis lain—akan dijelaskan nanti—tidak mungkin akan berhasil karena pasien dalam kondisi sangat terganggu, dan sangat tidak mampu untuk berkonsentrasi pada apa yang dikatakan terapis. Pada fase tersebut diperlukan suatu jenis pengobatan psikoaktif. Setelah orang yang bersangkutan berada dalam kondisi tidak terlalu psikotik, intervensi psikologis dapat mulai berdampak meng-u ntungkan, dan dosis obat dapat dikurangi seiring pasien mempelajari berbagai cara untuk mengurangi stres yang memicu timbulnya episode.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *