PENGERTIAN TERAPI UNTUK GANGGUAN PSIKOFISIOLOGIS – Karena gangguan psikofisiologis benar-benar gangguan disfungsi fisik, praktikpraktik psikoterapeutik yang baik memerlukan banyak konsultasi dengan dokter. Apakah tekanan darah yang tinggi disebabkan oleh faktor biologis atau, seperti dalam hipertensi esensial, berhubungan dengan stres psikologis, sejumlah obat-obatan dapat menurunkannya. Serangan asma juga dapat dikurangi dengan obat-obatan, yang diberikan dengan cara dihirup atau disuntikkan, yang melebarkan batang bronkial. Bantuan obat-obatan dalam memperbaiki kerusakan dan ketidaknyamanan dalam sistem tertentu dalam tubuh tidak dapat diremehkan. Obat-obatan tersebut sering kali menyelamatkan jiwa penderita. Meskipun demikian, para profesional kesehatan mental dan medis mengakui bahwa pemb.erian obat-obatan sebagian besar hanya mengatasi simtom-simtom; namun tidak mengatasi fakta bahwa penderita bereaksi secara emosional terhadap stres psikologis. Meskipun bukti-bukti menunjukkan bahwa predisposisi bagi kelemahan organ tertentu diturunkan secara genetik, atau setidak-tidaknya didasari secara somatis, pentingnya cara seseorang merespons secara psikologis mengindikasikan perlunya intervensi psikoterapeutik.

Para terapis yang menganut berbagai paradigma sepakat bahwa mengurangi kecemasan, depresi, atau kemarahan merupakan cara terbaik untuk mengurangi penderitaan karena gangguan psikofisiologis. Gangguan tertentu—hipertensi esensial, penyakit jantung koroner, atau asma—dianggap dipengaruhi, jika tidak benar-benar disebabkan, oleh berbagai emosi tersebut. Para terapis yang berorientasi psikoanalisis menggunakan teknik-teknik seperti asosiasi bebas dan analisis mimpi, seperti yang mereka gunakan bagi para pasien lain yang mengalami kecemasan, untuk membantu pasien menghadapi ketakutan-keta-kutan yang berasal dari masa kecil. Para analis ego, seperti Franz Alexander, percaya bahwa berbagai kondisi emosional mendasari beberapa gangguan. Oleh karena itu. mereka mendorong para pasien yang menderita hipertensi esensial, yang dianggap menderita karena beban kemarahan yang tidak diekspresikan, untuk mengasersikan diri dan melepaskan kemarahan mereka.

Para terapis behavioral dan kognitif seperti biasa menggunakan serangkaian prosedur untuk mengurangi kecemasan dan kemarahan—desensitisasi sistematis. in-vivo exposure, terapi rasional emotif, dan latihan asersi—tergantung pada sumber ketegangan. Contohnya, latihan relaksasi berhasil membantu anak-anak yang menderita asma mengeluarkan napas secara lebih kuat (Lehrer dkk., 1994; Smyth dkk., 1998). Latihan dan pembentukan perilaku dapat membantu orang-orang untuk belajar bereaksi dalam berbagai situasi sulit dan mengalami masalah emosional yang lebih ringan. Kita beralih ke penelitian terhadap beberapa bidang di mana para ahli klinis dalam bidang kedokteran perilaku dan psikologi kesehatan telah membawa perspektif dan int,ervensi psikologis untuk membantu orang-orang menghadapi berbagai penyakit medis.

Filed under : Bikers Pintar,