PENGERTIAN TERBENTUKNYA NEGARA SEKUNDER ADALAH

31 views

PENGERTIAN TERBENTUKNYA NEGARA SEKUNDER ADALAH – Negara-negara pristin telah lama runtuh, tetapi sekali negara-negara itu telah berkembang maka mereka akan menciptakan kondisi-kondisi untuk mengintensifikasi kekuasaan negara dan membentuk lebih banyak negara di bagianbagian yang lebih besar bola bumi ini. Negara-negara yang berkembang sebagai respons terhadap satu atau lebih negara tahap awal yang sudah ada sebelumnya ialah yang kita sebut sekunder. Kebanyakan negara yang pernah ada adalah yang bersifat sekunder. Kondisi-kondisi yang menyebabkan timbulnya negara sekunder tidaklah sama seperti terbentuknya negara pristin.

Tampaknya pembentukan negara sekunder pada umumnya adalah suatu proses yang disadari atau yang disengaja. Orang sadar bahwa mereka sedang membentuk suatu negara dan sepenuhnya bermaksud melaksanakannya. Dalam semua kemungkinan, pembentukan negara pristin adalah sangat berbeda. Seperti dikemukakan oleh Morton Fried, “tak ada pilihan individual dalam hal ini yangpernah disajikan dalam sesuatu arti yangpenting” (1967:226). Apa yang perlu untuk dilihat, seperti yang dicatat oleh Harris (1977:81), ialah bahwa negara-negara pristin terjadi sebagai hasil suatu proses yang tidak disadari: Para partisipan dalam transformasi besar ini agaknya tidak mengetahui apa yang sedang mereka ciptakan. Dengan pergeseran-pergeseran yang tak terasa di dalam perimbangan redistribusi dari satu generasi ke generasi berikutnya, spesis manusia mengarahkan dirinya beralih ke suatu bentuk kehidupan sosial di mana yang banyak merendahkan dirinya untuk kepentingan yang sedikit.

1. Sistem politik adalah cara yang digunakan masyarakat untuk mempertahan-kan hukum dan ketertiban internalnya dan mengelola hubungan-hubungan antar masyarakat. Dalam banyak masyarakat para pemimpin politik memperoleh kekuasaan dan wewenang atas orang lain. Kekuasaan mencakup kemampuan untuk memaksakan tindakan kepada orang lain, sementara wewenang (authority) memberikan legitimasi moral kepada pengaturan politik. Dalam masyarakat yang paling sederhana hanya terdapat pengaruh sosial. Ini merupakan alat kontrol politik informal yang tidak mempunyai ciri-ciri keharusan.

2. Kumpulan (band) adalah tingkat organisasi politik yang paling sederhana. Kumpulan adalah ciri khas pemburu-peramu. Kekuasaan dan wewenang tidak ada, dan kepemimpinan cenderung sangat informal. Suku juga adalah struktur politik di mana kekuasaan dan wewenang tidak terdapat. Suku sering dilukiskan sebagai bentuk segmenter dari organisasi politik. Berbagai desa dalam suatu satuan budaya yang lebih besar adalah sangat otonom dan tidak terdapat struktur yang lebih utama daripada keseluruhan.

3. Bentuk-bentuk organisasi politik kumpulan dan suku tidak mempunyai alat kontrol politik yang diformalkan, tetapi mereka tidaklah anarkhis terhadap sejumlah besar mekanisme informal, seperti tuduhan persihiran dan duel nyanyian, untuk mempertahankan hukum dan ketertiban.

4. Suatu tahap evolusi politik ketiga ialah chiefdom, yang menandai bermulanya kekuasaan dan wewenang di dalam kehidupan sosial. Para kepala (chiefs) memiliki kekuasaan mengawasi yangbesar atas para pengikutnya, termasuk kemampuan untuk menggunakan kekerasan. Chiefdom merupakan kesatuan sistem politik terintegrasi di mana desa-desa kehilangan otonomi mereka dan berada di bawah keseluruhan. Ke-penghuluan dapat dijumpai pada masyarakat hortikulturalis intensif dan peternak.

5. Suatu batas penting dalam evolusi politik ialah asal mula negara. Ciri-ciri negara ialah adanya monopoli atas alat-alat kekerasan dalam suatu wilayah. Ini berarti bahwa negara memiliki kemampuan yang telah dikembangkan untuk mengatasi sejumlah besar bentuk perlawanan terhadapnya.

6. Negara-negara yang pertama telah timbul kira-kira 5000 sampai 6000 tahun yang lampau di Mesopotamia dan Mesir, dan agak kemudian di Cina dan India. `R•legara-negara yang pertama muncul di Dunia Baru adalah sekitar 3000 SM di Mesoamerika dan beberapa waktu kemudian 2000 SM di Peru. Negara-negara yang pertama itu pada umumnya dikenal sebagai negara-negara pristin. Apabila negaranega ra pristin itu telah terbentuk di daerah-daerah di dunia ini, maka negara-negara itu akan mencip takan kondisi-kondisi bagi terbentuk banyak negara lain, yang dikenal sebagai negara-negara sekunder. Proses terbentuknya negara pristin merupakan suatu contoh klasik dari evolusi paralel. Menjelaskan proses ini merupakan salah satu tugas penting sosiologi-makro modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *