Advertisement

terrorism (terorisme)

Terorisme adalah tindakan untuk menyebarkan intimidasi, kepanikan, dan kerusakan dalam masyarakat Tindakan ini bisa dilakukan oleh individu atau kelompok yang menentang sebuah negara, atau bertindak atas kepentingannya sendiri. Kekerasan yang dilakukan sering tidak berimbang, acak, dan bersifat simbolis: menyerang sasaran untuk menyampaikan sebuah pesan kepada masyarakat. Kekerasan yang dilakukan negara atau kelompok teroris sayap kanan biasanya tidak menonjolkan jati diri. Tujuannya membelokkan opini masyarakat untuk mendukung pemulihan hukum dan keteraturan serta tindakan represif, sambil pada saat yang sama berusaha menghancurkan lawan-lawan politik dan meng-intimidasi para pendukungnya. Kekerasan dari kelompok-kelompok kiri biasanya meninggalkan ‘jejak’. Tujuannya menyadarkan opini masyarakat atas ketidakadilan dalam sistem, hukuman bagi perwakilan dari ‘sistem’ dan antek-anteknya, serta perluasan dukungan politik bagi, dan/atau pertahanan dari organisasinya. Tujuan akhirnya adalah menghimpun dukungan untuk menggulingkan sebuah rezim, atau paling tidak, untuk menghasilkan situasi revolusioner. Tahap antaranya bisa berupa membuka ‘kedok fasis’ dari sebuah rezim atau membongkar sifat represifnya pada masyarakat.

Advertisement

Terorisme, oleh negara ataupun untuk melawan negara, harus dipahami sebagai tindakan yang rasional dalam konteks pilihan-pilihan alternatif. Tindakan ini mencerminkan kurangnya dukungan baik bagi negara maupun bagi kelompok-kelompok teroris. Jika tersedia dukungan yang memadai, keduanya akan menggunakan cara-cara politis. Meskipun begitu, tindakan ini adalah jalan pintas untuk mengatasi kurangnya dukungan yang memadai. Terorisme sosiopolitis bisa muncul di negara demokratis dan non-demokratis. Tetapi lebih sering muncul di negara demokratis karena atmosfir kebebasan lebih kondusif melahirkan kelompok-kelompok teroris. Di negara-negara non-demokratis mungkin saja aparat negara itu sendiri yang menjalankan tindak terorisme. Dalam berbagai kasus, tidak tersedianya pilihan-pilihan damai mempermudah radikalisasi situasi dan mendorong orang melakukan kekerasan dan tindakan bawah tanah.

Ada beberapa kondisi dan faktor yang menyebabkan munculnya terorisme; terdapat beberapa kondisi dan penentu. Dalam kasus terorisme negara, kondisi yang paling penting adalah adanya kemauan dan determinasi dari kelompok dominan untuk mempertahankan kekuasaan dari kelompok oposisi, meskipun harus menggunakan kekerasan. Dalam terorisme sosiopolitis, ketidakmampuan untuk mendapatkan dukungan yang memadai dalam mengadakan perubahan radikal di tengah masa yang pasif dan penguasa yang tidak tanggap. Tetapi bagaimanapun juga, terorisme bukanlah semata tanggapan atas kondisi sosioekonomi yang marjinal; terorisme selalu merupakan produk dari sebuah proyek politik. Entah itu melayani negara atau digunakan untuk melawan negara, teroris selalu mengejar tujuan politik.

Sesuai dengan tujuannya, terorisme bisa dibagi ke dalam beberapa tipe: terorisme represif, revolusioner, dan sempalan. Muncul juga yang disebut terorisme internasional meskipun tidak begitu tepat karena kelompok-kelompok tersebut menjalankan tindakannya di panggung internasional. Mereka ingin mendramatisasi tindakan mereka dan mendapatkan sorotan, pengakuan, dan dukungan .internasional (seperti beberapa pecahan dari PLO, orang-orang Armenia, dan Ustasha). Tetapi kebanyakan organisasi teroris berasal dari kelompok lokal, seperti Tentara Republik Irlandia (IRA), Faksi Tentara Merah Jerman, Brigade Merah Italia, French Action Directe, dan ETA Basque. Mereka berakar dan mengejar tujuan yang bersifat nasional meskipun mereka menikmati dukungan internasional (secara timbal balik).

Berhadapan dengan kekuatan teknis negara modern yang jauh lebih unggul atau dengan keabsahan dari negara-negara demokratis, sering dikatakan bahwa terorisme tidak memiliki kesempatan untuk menang. Tetapi bagaimanapun, terorisme oleh negara bisa mencapai hasil yang signifikan, dan terorisme politis terhadap penguasa non-demokratis bisa sangat melemahkan mereka (meski untuk menang, teroris harus mengubah dirinya menjadi kelompok gerilya).

Terorisme, meskipun dapat dikalahkan, bukan tindakan yang tidak membawa hasil. Dinamika kompetisi politik, struktur negara, hubungan antara badan-badan administratif pemerintahan dan warga negara akan mengalami perubahan dengan dampak yang belum bisa sepenuhnya dipahami. Dengan demikian, terorisme politik akan tetap dipakai sebagai senjata oleh kelompok-kelompok yang tidak memiliki kapabilitas, maupun kesabaran untuk menqqunakan cara-cara lain dalam mengejar tujuan dan menerapkan strategi mereka.

Incoming search terms:

  • arti terorisme
  • pengertian terorisme
  • pengertian teroris
  • pengertian terorisme politik

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti terorisme
  • pengertian terorisme
  • pengertian teroris
  • pengertian terorisme politik