PENGERTIAN TINDAKAN REPETTITIF DAN RITUALISTIK – Karakteristik obsesional juga terdapat dalam perilaku anak-anak autistik dengan cara yang berbeda. Ketika berinain mereka dapat terus-menerus menjajarkan berbagai mainan atau membentuk berbagai pola yang rumit dengan menggunakan berbagai benda perlengkapan rumah. Seiring bertambahnya usia, mereka dapat memiliki preokupasi pada jadwal kereta, rute kereta bawah tanah, dan urutan angka. Anakanak dengan autisme kemungkinan juga berperilaku dalam jumlah yang lebih terbatas dan kurang menjelajahi berbagai tempat atau suasana baru.

Anak-anak dengan autisme dapat menjadi sangat marah bila terjadi perubahan dalam rutinitas harian dan situasi sekeliling mereka. Susu yang diberikan dengan gelas yang berbeda atau perubahan letak perabotan dapat membuat mereka menangis atau memicu temper tantrum. Seorang anak harus disapa dengan serangkaian kalimat “Selamat pagi Lily, Aku sangat, sangat senang melihatmu.” Jika ada satu kata saja, bahkan satu kata “sangat,” yang tidak diucapkan, atau ada penambahan kata, si anak akan menjerit-jerit.

Anak-anak dengan autisme juga memiliki perilaku stereo tipik, gerakan tangan ritualistik yang aneh, dan gerakan ritmik lainnya, seperti menggoyangkan tubuh tanpa henti, mengepak-ngepakkan tangan, dan berjalan dengan berjinjit. Mereka memutarmutar dan meremas-remas tali, krayon, tongkat, dan piring, menggerak-gerakan jari di depan mata mereka, dan menatap kipas angin serta benda-benda yang berputar. Hal ini sering kali digambarkan sebagai aktivitas stimulasi diri. Mereka dapat memiliki preokupasi untuk mengutak-atik sebuah benda mekanis dan dapat menjadi sangat marah bila diganggu.

Filed under : Bikers Pintar,