PENGERTIAN TIPE-TIPE ORGANISASI RELIGIUS DALAM MASYARAKAT INDUSTRI MODERN ADALAH – Konsepnya tentang gereja mengidentifikasikan gereja sebagai suatu organisasi agama yang mempunyai karakteristik berikut: Organisasi itu besar, sebanding besarnya dengan masyarakat sebagai keseluruhan; individu terlahir kedalamnya dan dibaptis semasa bayi; organisasi ini mempunyai struktur eklesiastikal yang resmi di mana para pendeta merupakan utusan Tuhan di dunia; organi_ sasi i11i memberi penekanan yang besar pada doktrin-doktrin dan dogma_ dogma; dan organisasi ini mealerima dunia sekuler ini sebagaimana adanya, meskipun mengidentifikasikan dirinya cukup dekat dengan kekuasaan para penguasa sekuler. Gereja Katolik Roma Abad Pertengahan dipandang sebagai contoh yang tepat daripada tipe organisasi agama yang demikian itu.

Sekte terletak pada ujung yang berlawanan dari gereja. Sekte berukuran kecil, keanggotazulnya terbatas pada sejumlah individu yang terpilih; indivi-du-individu yang tergabung didalamnya adalah orang dewasa; para anggota-nya merupakan suatu”komunitas orang yang percaya” yang memandang diri mereka sebagai berbeda secara agama dari kelompok-kelompok agama lain-nya; sekte tidak mempunyai struktur eklesiastikal yang resmi, di mana pende-tanya adalah orang awam; sekte menempatkan penekanan yang besar atas ” hidup menurut kehidupan yang benar”; dan sekte bersikap bermusuhan terhadap dunia sekuler, yang pada umurrmya dipandang korup dan dekaden.

Para sosiolog pada umumnya memandEmg konsep Troeltsch itu berguna, tapi hanya sebagai titik tolak. Kebanyakan merasakan perlunya membedakan sejumlah tipe tambahan agar dapat menangkap sepenuhnya arti berbagai organisasi agama dalam masyarakat industri. J. Milton Yinger (1970) membedakan lima tipe dasar kelompok agama: eklesia, denominasi, sekte yang telah mantap (established sects), sekte, dan pemujaan (cults).

Yinger mengidentifikasi eklesia sama seperti konsepsi Troeltsch menge-nai gereja. Akan tetapi, ia memandang eklesia sebagai lebih sejajar dengan segmen masyarakat yang dominan bila dibandingkan dengan Gereja Katolik abad pertengahan. Karena itu eklesia tidak mampu melayani kebutuhan-kebutuhan banyak anggotanya, khususnya mereka yang berasal dari lapisan sosial bawah. Untuk il1i, Yinger melihat eklesia sebagai “suatu gereja universal dalam suatu keadaan yang kaku. “Gereja Lutheran di Skandinavia dan Gereja Anglikan di Inggris adalah di antara contoh-contoh yang baik mengenai eklesia. Denominasi adalah suatu tipe organisasi agama konvensional dan agak besar, yang selaras dengan kekuasaan sekuler. Akan tetapi, tidak seperti pengertian gereja dari Troeltsch atau eklesia, denominasi tidak seluas masyaraka t sebagai suatu keseluruhan; malah, denominasi dibatasi oleh kelas, ras, dan daerah. Denominasi kontemporer adalah sekte-sekte yang telah terbentuk pada waktu lalu atau sekte-sekte yang telah berkembang baik menjadi organisasi-organisasi yang lebih konvensional dan lebib besar. Di Amerika Serikat, kelompok-kelompok seperti Presbyterians, Methodists, dan Baptists adalah contoh-contoh yang baik tentang denominasi. Sekte yang telah mantap (established sect) oleh Yinger dipandang sebagai suatu sekte (menurut pengertian Troellsch) yang mempertahankan banyak dari karakteristik seperti sekte, sementara pada saat yang sama berkembang agak jauh menurut arah konvensional dan respektabilitas. Dalam ha1 il1.i, sektesekte yang telah mantap (established sects) terletak di tengah jalan antara denominasi dan sekte, yang mempunyai beberapa ciri masing-masing. Yinger mengambi1 contoh Quakers Modern-Day untuk tipe kelompok religius ini. Konsepsi Yinger mengenaisekte pada dasamya samadengan konsepsi Troeltsch. (Perlu dikemukakan bahwa sekte-sekte mirip dengan gerakan milenarian, dan ada beberapa sekte yang sesungguhnya bersifat milenarian). Akan tetapi, ia membedakan berbagai tipe sekte. Sekte Pasrah (Acceptance Sect) pada umumnya tidak berusaha untuk mengubah dunia ini, dan mereka hidup secara serasi dengannya; kualitas seperti sekte didasarkan pada keterikatan mereka pada doktrin-doktrin religius yang bersifat esoterik (batiniah) dan mistik. Sekte agresif menolak dunia dan berusaha mengubaluaya, sering berdasarkan fantasi-fantasi eskatologis (ajaran tentang kiamat dan akbirat). Saksi Yehovah termasuk dalam sekte ini. Tipe sekte ketiga ialah Sekte Penolakan (Avoidance Sect). Sekte-sekte demikian menotak dunia sekuler, tapi tidak melakukan upaya khusus untuk mengubah sifatnya; malah, anggota-anggota kelompok demikian menarik diri clari dunia dan mencari pengetahuan dan pengertian religius khusus mengenai sifat pribadi. Beberapa dari kelompok-kelompok itu, inisalnya Pentekosta, “mengalami kesurupan roh, visi, dan ‘bahasa lidah’ (gift of tongues) — pelarian sementara ke dalam dunia di mana standar mereka berlaku” (Yinger, 1970:277-278). Pemujaan (cuits) khusus timbul dalam kondisi-kondisi perubahan sosial yang sangat cepat; perubahan demikian .membuat orang bingung dan kacau pikiran mengenai sifat dunia ini dan mendorong mereka mencari penyelesaian atas kebingungan mereka itu dalam kelompok-kelompok agama, ekstrimis. Dalam tahun 1960-an dan 1970-an, misalnya, banyak pemujaan bermunculan di Amerika Serikat. Pemujaanpemujaan itu secara langsung bertanggung jawab atas terjadinya perubahanperubahan yang tidak menentu arah yang terjadi selama masa tahun-tahun itu (cf. Glock and Bellah, 1976; Harris, 1981). Agama adalah suatu alat utama yang memberi jawaban terhadap masalah-masalah eksistensi manusia yang mendasar; karena masalah-masalah itu berbeda-beda, maka demikian pula jenis respons keagamaan yang diciptakan untuk mengatasinya.

Incoming search terms:

  • pengertian organisasi dalam abad modern

Filed under : Bikers Pintar,

Incoming search terms:

  • pengertian organisasi dalam abad modern