Advertisement

totemism (Totemisme)

Pemikiran antropologi tentang totemisme ditemukan oleh McLennan (1869-70). Pada zamannya, Totemisme pernah menjadi perdebatan sengit antara para ahli antropologi Eropa dan Amerika Utara, yang berulang kali namun gagal berupaya mendefinisikan dan menjelaskan totemisme. Kelahiran konsep ini berawal dari kesalahpahaman. Kata ‘totem’ ditemukan untuk pertama kalinya oleh J. Long pada akhir abad 18 dari sebuah ungkapan dalam bahasa Ojibwa, ototeman, yang berarti hubungan kekerabatan di antara dua orang yang berasal dari klan yang sama. Klan-klan suku Ojibwa (yang berdiam di kawasan Great Lakes) umumnya dinamai dengan nama binatang, dan eponysme ini bisa juga digunakan untuk menyebut keanggotaan bersama dari sebuah klan. Secara turun temurun praktek pemberian nama kolektif ini disalahartikan dengan sebuah keyakinan, yang dipegang teguh oleh orang-orang Indian Amerika Utara, di mana tiap-tiap orang dihubungkan dengan sebuah binatang yang bertindak sebagai roh pelindungnya: dari kesalahpahaman inilah J.Long membangun interpretasinya atas kata ‘totem’ dari bahasa Ojibwa sebagai mata rantai mistis antara roh binatang dengan sebuah klan eksogami. Kesalahan etnografis ini diperkuat oleh McLennan (1869-70) dengan sebuah pendapat bahwa totemisme adalah agama manusia yang pertama dan sumber dari lembaga-lembaga primitif: pemujaan manusia terhadap tumbuhan dan binatang telah menjadi perekat dari eksogami klan dan keturunan yang matrilineal.

Advertisement

Mengikuti McLennan, Rivers (1914) merumuskan sebuah definisi yang diterima luas di kalangan antropolog awal abad ini Totemisme melibatkan tiga unsur: hubungan antara spesies alamiah dengar, sebuah kelompok eksogami; keyakinan bahwa anggota kelompok ini berasal dari spesies tersebut; perilaku ritual terhadap spesies yang ditotemkan. Terdorong oleh upaya mereka menggali asal mula agama, dan oleh obsesi mereka akan kemurnian alamiah masyarakat-masyarakat primitif, ahli-ahli teori totemisme (Durkheim 1915; Frazer 1910) mengabaikan pendapat Taylor yang telah mengatakan dengan jelas pada tahun 1899 bahwa fenomena itu bisa dijelaskan oleh kecenderungan untuk ‘mengklasifikasikan alam semesta kita’. Perkembangan etnografi dikemudian hari membuktikan bahwa definisi klasik totemisme tidak mampu mengakomodasi keragaman fakta empiris (Goldenweiser 1910). Secara perlahan totemisme kehilangan kandungan konkretnya dan kemudian dianggap sebagai metode mnemonik, dengan penamaan unit-unit eksogami (Boas 1916). Dengan kemunduran kelompok evolusionis. kepentingan dalam totemisme makin menyurut sampai kemudian Levi-Strauss (1963) mengangkat kembali argumen yang telah ditinggalkan oleh Boas dan menunjukkan mengapa spesies alamiah pada umumnya dipakai sebagai nama kelompok-kelompok sosial. Khazanah alamiah ini menawarkan model yang spontan dari diskontinuitas yang teratur, yang juga memberikan sebuah cara untuk mengonseptualisasi segmentasi klan. yaitu melalui homologi. Setelah direduksi menjadi hubungan denotatif antara spesies alamiah dengan sebuah kelompok eksogami, totemisme hanya merupakan salah satu varian dari tipe asosiasi antara manusia dengan kelompok (dalam lingkup manusia) dan antara individu dengan spesies (dalam lingkup alamiah Dengan meninggalkan ilusi totemis dalam teori klasifikasi, Levi-Strauss meninggalkan semua fenomena yang telah dijelaskan dalam konteks totemisme individual (hubungan antara person manusia dengan spesies alamiah atau dengan ang gota sebuah spesies). Dalam interaksi ritual ini, tumbuhan dan binatang tidak diperlakukan sebagai peralatan kognitif semata oleh manusia untuk tujuan klasifikasi sosial, tetapi sebagai person-person, yang diberkati dengan prinsip-prinsip spiritual dan atribut-atribut sosial, yang hubungannya (perlindungan, godaan, permusuhan, aliansi, atau pertukaran jasa) bisa dibangun. ‘Hubungan animik’ seperti itu (Descoia 1992) dapat dianggap sebagai pembalikan simetris dari klasifikasi totemis: mereka tidak mengeksploitasi hubungan antara spesies alamiah dalam membangun tatanan konseptual pada masyarakat, tetapi lebih menggunakan kategori-kategori dasar dalam membangun kehidupan sosial untuk mengorganisasikan, dalam pengertian konseptual, hubungan antara manusia dan spesies-spesies alamiah.

Incoming search terms:

  • pengertian tetonisme
  • teori TOTEMISME
  • konsep totemisme
  • tujuan totemisme
  • arti tetonisme
  • pengertian toemisme
  • unsur totemisme
  • contoh totemism
  • apa yg dimaksud dgn totemisme
  • Deskripsikan teori yang membahas tentang totemisme tersebut!

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tetonisme
  • teori TOTEMISME
  • konsep totemisme
  • tujuan totemisme
  • arti tetonisme
  • pengertian toemisme
  • unsur totemisme
  • contoh totemism
  • apa yg dimaksud dgn totemisme
  • Deskripsikan teori yang membahas tentang totemisme tersebut!