PENGERTIAN TRANSISI MENUJU MASYARAKAT INDUSTRI: SUATU PENGURANGAN STRATI-FIKASI? – Perubahan masyarakat dari pemburu-peramu ke masyarakat agraris berhubungan erat dengan semakin kompleks dan ekstrimnya bentuk stratifikasi. Namun, sebagaimana pendapat Lenski (1966), dalarr perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat Industri, kebalikan dari kecenderungan ini terjadi. Lenski percaya bahwa tingkat ketidaksamaan/ketidaksetaraan sosial dalam kekuasaan dan hak istimewa pada masyarakat industri lebih rendah daripada masyarakat agraris di waktu lampau.

Lenski mencoba memperkuat argumentasinya dengan beranggapan bahwa jumlah kekayaan yang dikuasai kelas dominan cenderung lebih sedikit dalam masyarakat industri daripada masyarakat agraris. Ia memperkirakan bahwa kelas dominan dalam masyarakat agraris menguasai 50% dari total kekayaan, tetapi kelas dominan masyarakat industri menguasai tidak sampai setengahjumlah ini, bahkan kadang-kadang kurang. Oleh karena itu, ia percaya bahwa masyarakat industri dicirikan oleh berkurangnya ketidaksamaan e d.an an menyebarnya sumber daya ekonomi pada seluruh penduduk.

Lenski mengemukakan beberapa faktor untuk menjelaskan perkembangan ini, tetapi salah satu di antaranya yang menurutnya paling penting: timbul dan berkembangnya ideologi politik demokrasi. Dengan munculnya ideologi demokrasi, Lenski berpendapat, ada peluang politik bagi kaum mayoritas berhadapan dengan kaum minoritas yang berkuasa. Hal ini telah memberikan akibat-akibat yang dramatis terhadap ketidaksetaraan dalam hal ekonomi.

Argumentasi Lenski bahwa elit ekonomi dalam masyarakat industri mendapat bagian yang lebih kecil daripada elit dalam masyarakat agraris tampaknya dapat diterima, clan terdapat bukti-bukti yang mendukung pemikirannya. Namun, ada beberapa persoalan penting yang perlu dibahas dalam teorinya tersebut. Salah satunya adalah bahwa tikaman pokok dari analisisnya mengenai stratifikasi industri yang diartikan sangat berlawanan dengan yang terjadi di masa lalu. Karena itu, analisisnya cenderung tidak menjelaskan sampai sejauhmana ketidaksetaraan ekonomi terjadi dalam masyarakat industri. Ketidaksetaraan dalammasyarakat industri saat initampaknyaakanmenjadi cukup tajam dan cukup bermakna dianalisis dalam pengertiannya sendiri, bukan dalam perbandingannya dengan masyarakat agraris sebelumnya (Rossides, 1976).

Masalah lain menyangkut penjelasan Lenski tentang penyebaran sumber daya ekonomi ke seluruh penduduk masyarakat industri. Faktor penyebab yang sangat ditekankannya, yakni berkembangnya ideologi demokrasi, tidaklah cukup kuat. Dalam kenyataannya, argumen-argumen Lenski terbukti salah oleh fakta-fakta yang dikumpulkannya sendiri. Seperti yang ia tulis, ketidaksetaraan ekonomi, kurang mencolok di Uni Soviet daripada di Amerika Serikat. Jika yang pertama diperintah secara monolitik totaliter dan yang terakhir diperintah dengan paham demokrasi liberal, adalah sangat sulit untuk mendukung pan dangan bahwa ideologi demokrasi merupakan faktor primer yang mengurangi ketidaksetaraan ekonomi. Jelas ada faktor lain yang berpengaruh. Lagi pula, perbedaan antara Amerika dan Uni Soviet memperlihatkan bahwa kategori “masyarakat industri” terlalu luas untuk mengerti evolusi stratifikasi sosial. Oleh sebab itu, orang harus membedakan antara bentuk perekonomian rang penting dari masyarakat industri untuk mengerti sistem stratifikasi pada aat ini. Terakhir, dengan memusatkan perhatian pada perbedaan antara masyarakat industri dan agraris, Lenski mengabaikan seluruh konteks sistem di mana masyarakat industri tumbuh. Transisimenuju masyarakat industri pada dasarnya merupakan transisi menuju ekonomi-dunia kapitalis, dan industrialisasi terjadi paling awal dan meluas pada masyarakat kapitalis yang paling kaya dan maju secara ekonomi. Lebih jauh lagi, seperti yang ditunjukkan dalam bab sebelumnya, kemajuan industri dan ekonomi pada sebagian masyarakat juga berarti keterbelakangan bagi lainnya, dan masyarakat terbelakang ini menunjukkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang ekstrim. Sebenarnya, b angsabangsa terbelakang pada saat ini menunjukkan tingkat ketidaksetaraan ekonomi dan penderitaan manusia yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh sebagian besar masyarakat agraris pada waktu lampau (dalam: Wallerstein: 1984a). Jadi, walaupun masyarakat industri kurang terstratifikasi dibanding masyarakat agraris pada zamannya dulu, ketidaksetaraan ekonomi dalam tingkat dunia sesungguhnya justru makin meningkat dengan berkembangnya kapitalisme dan industrialisme (dalam: Bornschier dan Chase-Dunn, 1985). Fakta ini merupakan hal penting dalam penilaian terhadap sifat dan makna kecenderungan evolusioner yang luas tentang stratifikasi sosial.

Filed under : Bikers Pintar,