Advertisement

Atau pakis, adalah kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. Kira-kira 350 juta tahun yang lalu, pada Jaman Karbon, hutan paku rak- s. ./ pernah mendominasi permukaan bumi. Tumpukan tebal paku raksasa yang tertimbun jutaan tahun di bawah lapisan batu padas menjadi bahan pokok terbentuknya batu bara. Para ahli menduga bahwa minimal 10.000 jenis paku terdapat di seluruh dunia, di antaranya 1.300 jenis diperkirakan tumbuh di Indonesia. Perkiraan jumlah ini mungkin terlalu rendah, karena setelah dilakukan penelitian intensif pada tahun 1988, Pulau Seram yang luasnya hanya 1.800 kilometer persegi ditumbuhi tak kurang dari 600 jenis.

Paku mudah dikenal karena daunnya yang selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. Daun dewasanya ditandai adanya kumpulan spora dalam kantung spora atau sporangium. Kumpulan sporangium, yang disebut sorus, tersebar di bagian bawah permukaan daun dalam susunan yang bermacam-macam; ada yang menjajar sepanjang tepi daun, membentuk garis sejajar dengan tulang daun atau di antara tulang daun, membentuk zig-zag, tersebar rata membentuk noktah, atau menutup seluruh bagian bawah. Bahkan beberapa jenis paku membentuk daun khusus r apat menempelkan kantung spora. Bentuk atau su-‘ sunan sorus ini begitu khasnya, sehingga sering dipakai sebagai air dan hormon androgen dapat membuahi sel telur. Sperma itu dapat juga menyeberang ke protalus jenis lain, sehingga terjadi persilangan. Hibrid alami pada paku sering ditemukan, dan tidak sedikit di antaranya yang menghasilkan keturunan subur, yang mempunyai berbagai kelipatan jumlah kromosom induknya. Ternyata paku mempunyai jumlah kromosom paling banyak di antara jenis tumbuhan berpembuluh yang ada di muka bumi sekarang ini. Selain dengan cara seksual dan agamospora, paku berbiak juga dengan membentuk anakan melalui stolonnya, sehingga terjadi koloni besar seperti pada Gleichenia, pakis kinca, ‘dan suplir, atau dengan menghasilkan gema, yaitu anakan pada tulang daun atau helaian daunnya.

Advertisement

Penggemar tanaman hias biasanya memperbanyak tanamaft paku dengan memisahkan anakannya dari rumpun-rumpun besar. Dewasa ini beberapa pengusaha pembibitan mulai memberikan perhatian pada perbanyakan dengan spora, atau bahkan dengan biak jaringan karena lebih cepat.

Umumnya, paku tumbuh di darat dan dataran rendah di tepi pantai sampai pegunungan yang berketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai daerah lembap, namun tak sedikit yang tumbuh di bawah terik matahari langsung. Di daerah tropika, seperti Indonesia, banyak sekali jenis paku yang tumbuh sebagai epifit, dengan menempel pada batang pohon atau batuan yang lembap. Dibandingkan anggrek, jenis paku lebih sedikit, namun jumlah individu tiap jenis paku jauh lebih besar. Keadaan ini memberi kesan seolah-olah jenis paku lebih banyak, karena di alam paku lebih sering ditemukan daripada anggrek.

Secara ekonomi, paku memang belum banyak di-manfaatkan orang. Yang paling menonjol adalah pemanfaatannya sebagai tanaman hias, karena keunikan bentuk dan struktur daunnya.

Suplir dengan berbagai kultivarnya menjadi salah satu tanaman hias yang banyak penggemarnya. Pada tahun 1980-an, sedikitnya 60 nama pasaran muncul untuk jenis dan kultivar suplir yang berasal dari dalam dan luar negeri. Saat itu suplir merupakan primadona tanaman hias. Jenis paku yang umum ditanam sebagai tanaman hias adalah paku tanduk uncal (Platycerium coronarium), jenis kumpai (.Lycopodium), pakis kin- ca, dan pakis lumut. Sesungguhnya masih banyak jenis paku alam Indonesia yang berpotensi sama, namun belum dikembangkan secara maksimum. Manfaat lain yang agak mencolok ialah sebagai bahan makanan di daerah Sunda, Padang, dan pedalaman Kalimantan. Paku sayur (Diplazium esculentum) dan paku hurang sering dibuat gulai atau sayur bersantan yang lezat. Di awal musim semi, di Jepang, tunas muda paku ekor kuda (Equisentum debile) menjadi sayuran segar yang sering pula ditemukan sebagai sayuran kalengan. Penawar jambi (Cibotium baranetz) adalah jenis paku yang dipakai sebagai ramuan obat tradisional pembeku darah.

Paku Air dimanfaatkan secara tradisional sebagai pupuk hijau, karena kemampuannya sebagai penambat nitrogen bebas dari udara. Kiambang (Salvinia natans) juga dipakai sebagai makanan babi dan pupuk hijau.

Pakis Akar termasuk jenis paku merambat. Daunnya ganda, yang kadang-kadang bercangap sempurna.

Daun suburnya berspora dan berukuran lebih kecil daripada daun mandul. Kantong sporanya, yang terletak di sepanjang tepi daun, membentuk tonjolan segi tiga seperti gerigi. Pangkal daunnya membundar, sehingga mudah dibedakan dari jenis lainnya. Ciri khas lainnya adalah bentuk tangkai daunnya y; \g membengkak. Pakis akar atau hata kembang biasa- ya menyukai daerah yang terkena sinar matahari langsung. Di Malaya, secara tradisional, pakis akar dipakai sebagai obat kulit; sedangkan di beberapa tempat lain, daunnya dipakai sebagai obat demam. Di daerah Sumatra Barat, batangnya yang lentur digunakan sebagai pengikat padi di waktu panen.

Pakis Andam tumbuh dalam bentuk rumpun yang rapat dan besar, dan biasanya tanpa dicampuri jenis paku lain. Pakis ini menyukai tanah berhumus tebal serta berpasir. Pakis andam sering mendominasi da erah kawah. Di rawa denok Gunung Gede, jenis ini banyak tumbuh dekat sumber air hangat yang tanahnya agak berlumpur. Pakis andam menyukai daerah terbuka seperti di ladang rumput atau lereng puncak gunung.

Rimpang pakis andam menjalar kokoh. Tangkai daunnya mencapai panjang tidak kurang dari 2 meter dengan permukaan licin dan mengkilat. Yang tua berwarna ungu gelap sampai kehitaman, sedangkan yang muda biasanya berwarna lebih muda. Pangkal tangkai daun dan ujung rimpangnya berbulu jarang dan halus. Daun dewasanya dapat mencapai pajang 7 meter, bersirip ganda tiga atau ganda empat, dan tersusun berhadapan. Tekstur daunnya halus, tipis, dan yang muda sering terlihat tembus cahaya. Bagian bawah daunnya berwarna putih keabu-abuan”dengan sori terdapat di bagian tepi agak melipat ke bagian bawah.

Pakis Kartam berukuran kecil, tidak lebih dari 30 sentimeter. Hidupnya berkoloni pada tanah subur di daerah dataran tinggi atau di atas batu di pinggir sungai tebing terjal. Yang tumbuh di batu pingdr sungai mempunyai akar keras yang mencengkeram kuat. Tangkai dan tulang daun serta tulang anak daun

nva terlihat nyata; daun mudanya tembus cahaya. Anak daunnya bergerigi halus. Pada daun suburnya terdapat tonjolan-tonjolan seperti kap atau cawan yang ujungnya bertutup runcing seperti piala. Daunnya tipis tetapi tahan sobek dan tahan air. Akhir-akhir ini, di pasar Bogor sering ditemukan sebagai tumbuhan akuarium yang ditanam dengan sebagian ujung daunnya menyembul ke permukaan air. Di Malaya, pakis kartam merupakan jenis paku yang umum ditemukan di hutan. Sebagian penduduk Malaya memanfaatkan daun keringnya sebagai obat sakit kepala.

s Kinca sering ditemukan di pinggiran hutan dataran rendah sampai pegunungan berketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini berupa rumpun kecil, dengan rimpang menjalar yang kemudian muncul ke permukaan membentuk batang pendek. Ujung rimpang dan pangkal tangkai daun mudanya ditutupi sisik lebar pucat dan agak gelap pada yang dewasa. Daun dewasanya mencapai 0,6-1 meter, lebar daun mencapai 16 sentimeter. Anak daunnya sering tumpang tindih di bagian pangkal, se’- ingga tampak sangat rapat. Daun yang subur mem-punyai anak daun berukuran lebih kecil daripada daun yang mandul, sorinya membentuk noktah-noktah sepanjang bagian tengah anak daun. Jenis ini terdapat di mana-mana, tersebar di seluruh benua Eropa, Asia Pasifik, dan Australia. Di Indonesia, paku ini ditemukan hampir di seluruh kawasan. Tumbuhnya bercampur dengan jenis rumput dan paku lain di tanah berbatu, tanah cadas, atau batu kapur. Jenis ini memiliki beberapa nama daerah seperti paku andam, paku jeler, paku sepat atau paku cecerenean. Di daerah Pasundan, daun mudanya dapat dibuat sayur dan pernah dilaporkan ikatan pembuluh tangkai daunnya yang belum tua betul dipakai sebagai bahan pembuat topi.

Pakis Lumut berukuran sangat kecil dan berdaun tidak lebih dari 2 milimeter panjangnya. Batangnya bercabang dua berkali-kali. Tumbuhnya rapat, sehingga dapat menutupi bagian permukaan tanah atau bebatuan yang ditumbuhinya. Karena begitu kecil dan rapatnya, orang sering mengira sebagai lumut, maka disebutnya paku lumut. Bagian ujung daun suburnya, yang disebut strobilus, membentuk kelompok-kelompok yang bergerombol, kadang-kadang agak sedikit terangkat ke permukaan hamparan daun sterilnya. Di Indonesia, pakis ini ditemukan tumbuh pada ketinggian 400 – 1.800 meter di atas permukaan laut. Kegunaannya sebagai tanaman hias terbatas pada daerah lembap, dan biasanya ditanam di sekitar taman kolam. Di Malaya, jenis lain yang berkerabat dekat dengan Selaginella sering dipergunakan sebagai bahan obat berbagai penyakit luar.

Pakis Rawa termasuk paku air yang tumbuh di tempat berlumpur. Rimpang dan tangkai daunnya berongga dan berisi udara yang berfungsi sebagai alat apung organ lainnya. Daunnya bercangap menyirip ganda dua atau tiga. Daun mandulnya lebih pendek, namun helaian anak daunnya lebih lebar daripada daun suburnya. Daun suburnya semampai dengan panjang dapat mencapai 1 meter atau lebih. Kantong sporanya berada pada lipatan kecil di tepi daun subur. Pakis rawa terdapat di Eropa, Asia, dan Australia. Di daerah tropika, seperti Indonesia, umumnya tanaman ini berukuran besar, sedangkan di daerah subtropika, seperti di Jepang, sering didapat hanya mencapai ketinggian tak lebih dari 10 sentimeter. Yang tumbuh di sawah sering dianggap gulma yang banyak mengisap unsur hara tanah. Di Malaya daun mudanya dapat dipakai sebagai sayuran.

Paku Gajah berperawakan besar, tetapi berbatang sangat pendek. Tangkai daunnya mempunyai stipula yang melekat keras pada ujung batang. Entalnya besar mencapai 2-3 meter dengan lebar mencapai 1-2 meter. Tangkainya berwarna hijau muda, dengan tangkai anak daun membengkak seperti pada kacang- kacangan, entalnya bersirip ganda, beranak daun banyak. Daunnya bertekstur tipis dan bertepi bergerigi halus, yang semakin ke ujung lebih kasar dan lancip. Sorinya terdapat di sepanjang tepi daun bagian bawah, berkelompok rapat, sehingga kelompok sori tadi sering tampak seperti garis memanjang. Jenis ini ditemukan di Afrika, Asia, Pasifik, dan Australia. Tanaman ini menyukai daerah lembap berketinggian 600 – 1.000 meter di atas permukaan laut. Di Malaya, paku ini pernah dilaporkan bahwa akarnya dapat dipakai sebagai pencegah pendarahan setelah keguguran. Jenis ipi berpotensi sebagai tanaman hias di taman yang luas.

Paku Hurang tumbuh merambat dan membentuk koloni yang agak rapat. Paku ini menyukai daerah becek, ^atangnya panjang melilit, dengan ujung batang sering ditutupi sisik halus. Daunnya majemuk. Permukaan daunnya sedikit mengkilat. Paku hurang tersebar di Asia Tropika, Polinesia, dan Australia. Di Sumatra, daun mudanya sering dimakan sebagai sayuran dan sebagai obat Keluarga Berencana, karena dapat;mengurangi kesuburan. Batangnya yang keras sering dipakai sebagai obat penangkap ikan. Di Pulau Karimun Jawa dan Filipina, batang paku ini kadang- kadang dipakai sebagai bagian dalam keranjang.

Pakis Sarang Burung adalah paku epifit yang tumbuh menempel pada batang pohon baik di pangkal atau di cabang pohon; namun, paku ini dapat pula tumbuh di lantai hutan di atas bebatuan yang tertimbun humus tebal. Pakis sarang burung berdaun tunggal yang berukuran panjang 0,07 -1,5 meter dengan lebar 3-30 sentimeter. Ujung daunnya meruncing atau membulat, dengan tepi rata dan permukaan berombak. Sporanya terletak pada bagian bawah daun, sepanjang urat daun yang halus. Sorusnya mungkin hanya seperlima bagian ujung atau hampir tiga per empat bagian daunnya; bagian pangkalnya biasanya tidak berspora. Di Jawa Barat, paku sarang burung disebut kodaka, di Jawa simhar merah, dan di Maluku tatae holkoen. Di Ujungpandang, orang Bugis menyebutnya bunga minta doa. Mereka percaya bahwa jika pohon tumbuh subur pertanda pemiliknya akan subur makmur, dan sebaliknya. Paku sarang burung tersebar luas di seluruh daerah tropika. Paku ini dapat tumbuh dari pantai sampai daerah berketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut.

Paku Pohon mempunyai batang yang tingginya sampai mencapai 7 meter, berbentuk pohon seperti pohon kelapa, kadang-kadang bercabang. Entalnya mencapai 1 meter, berwarna pucat, biasanya berduri keras, berbulu cokelat halus, dan menyirip ganda. Anak daunnya tak bertangkai nyata. Noktah-noktah kantong sporanya terletak di antara anak tulang daun, berkelompok, dan berbentuk bulat. Umumnya, tumbuhnya di pegunungan. Di Jawa paku ini disebut juga pakis arjuno, pakis galar, atau pakis oleng, sedangkan orang Sunda menyebutnya paku pohon, paku papan, paku tihang bodas atau paku tihang. Paku pohon tersebut dibudidayakan sebagai tanaman hias. Batangnya sering dipakai untuk media anggrek, kadang-kadang dicincang halus untuk media pot. Batangnya yang besar dengan dekorasi seperti ukiran pada bebas lekatan tangkai. Sekarang, entalnya suka dipakai sebagai dekorasi di rumah mewah atau hotel, antara lain sebagai patung yang menarik. Bahkan Hotel Horizon di Jakarta, pernah memanfaatkan keunikan batang pohon paku pohon sebagai penghias beran-da depannya. Usaha-usaha pembudidayaan perlu mulai dipikirkan, untuk menjaga adanya erosi yang mengarah ke kepunahan jenis paku ini.

Klasifikasi Ilmiah. Paku termasuk divisio Pteridophyta. Jenis-jenis paku dikelompokkan dalam empat kelas, yaitu Psilopsida, Lycopsida, Sphenopsida, dan Pteropsida. Contoh beberapa jenis anggota Pterydophyta adalah suplir (Adiatum), paku air (Azolla pinnata), pakis akar (Lygodium flexuosum), pakis andam (Histiopteris incisa), pakis kartam (Trichomanes javanicum), pakis kinca (Nephrolepis hirsu- tula), pakis lumut (Selaginella ornata), pakis rawa (Cera- topteris thalictroides), paku gajah (Angiopteris erecta hoo- fu), paku hurang {Steachlaena palustris), pakis sarang burung (Asplenium nidus), dan paku pohon (Cyathea conta- minans).

Incoming search terms:

  • pengertian tumbuhan paku
  • Pengertian pakis
  • definisi tumbuhan paku
  • tumbuhan pakis
  • apa isi makna dari tumbuhanpaku

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tumbuhan paku
  • Pengertian pakis
  • definisi tumbuhan paku
  • tumbuhan pakis
  • apa isi makna dari tumbuhanpaku