PENGERTIAN UNSUR PERENCANAAN PEMBANGUNAN

57 views

Pembangunan berencana mengandung banyak dimensi atau unsur. Salah satu unsur yang penting dalam pembangunan berencana adalah perencanaan itu sendiri. Ada sejumlah besar definisi tentang pengertian perencanaan. Banyaknya definisi disebabkan karena nyatanya istilah itu digunakan untuk menyebutkan bermacam-macam proses. Suatu definisi yang umum tentang perencanaan menyebutkan bahwa. “Planning is generally regard as a method for delineat ing goals and ways of achieving them” (perencanaan pada umumnya dipandang sebagai suatu metoda untuk menggariskan tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapainya).

Penjabaran seperti itu dapat diterapkan untuk setiap perencanaan, entah itu perencanaan untuk kegiatan perorangan atau nasional. Dalam arti ini mem-buat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu itu memang tidak pernah tidak dikerjakan orang. Akan tetapi yang dimaksud di sini ialah pembuatan rencana oleh pemerintah nasional, daerah atau lokal mengenai tindakan pemerintah itu di bidang agak luas. Hal ini jelas terungkap di dalam definisi yang dibuat oleh Dror.

“Planning is the process of preparing a set of decision for action in the future, durected at achieving goals by optimal means. (Perencanaan adalah proses daiam menyiapkan seperangkat keputusan mengenai tindakan dikemudian hari, yang ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan menggunakan cara-cara optimal).

Definisi ini mengandung 7 unsur.

  1. Dengan perencanaan adalah proses, yang dimak-sud ialah, bahwa ada kegiatan yang beijalan terus-menerus untuk mencapai keputusan-keputusan ter-tentu. Di dalam proses seperti itu dengan sendirinya nampak ada tahap-tahap.
  2. Menyiapkan keputusan mengandung arti, bahwa biasanya instansi yang merencanakan dan instansi yang melaksanakan itu berbeda. Kalau tidak seperti itu, setidak-tidaknya kegiatan-kegiatan itu berbeda.
  3. Seperangkat keputusan menunjuk kenyataan, bah-wa perencanaan itu mengenai bermacam-macam keputusan tentang kegiatan yang berbeda-beda, yang satu sama lain ada kaitannya.
  4. Perencanaan itu bertujuan untuk menetapkan ke- putusan mengenai tindakan. Yang menjadi tujuan ialah kegiatan untuk mencapai tujuan dan bukan misalnya untuk mencapai pengetahuan itu sendiri.
  5. Anasir “dikemudian hari” menunjukkan bahwa masalahnya mengenai hal-hal yang masih harus di-capai. Jadi masih ada ketidaktentuan tentang kemungkinan dan cara-caranya untuk mencapai tuju-an-tujuan itu.
  6. Perencanaan itu “ditujukan untuk mencapai tujuan”. Jadi tujuan itu harus sudah ada atau harus di-tetapkan, agar kegiatan-kegiatan dapat direnca-

kan.

  1. Adapun anasir “cara-cara yang optimal” itu meru-pakan anasir yang sangat esensial dalam perencana-an. Ini mengandung makna, bahwa cara-cara itu harus diseleksi secara rasional, agar tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sebaik-baiknya. Di sini orang harus berusaha menggunakan pengetahuan yang maksimum dengan biaya yang minimum.

Penjabaran ini memberi perhatian khusus kepada situasi dan kemungkinan-kemungkinan yang ada di dalam masyarakat, di mana proses perencanaan itu terjadi.

 

Dengan demikian jelaslah bahwa perencanaan itu pertama-tama ialah suatu prosedur untuk mengambil keputusan mengenai jenis-jenis kegiatan tertentu. Perencanaan dapat jua berarti penerapan teknik-teknik tertentu untuk mempermudah penentuan keputusan. Akan tetapi perencanaan juga berarti memperhitungkan kemungkinan dan ketidakmungki- an sosio-budaya. Di sini harus dipertanyakan, apakah yang mungkin merupakan hambatan-hambatan untuk rencana-rencana tertentu dan sampai berapa jauh rencana-rencana itu memenuhi kebutuhan rakyat. Aspek tambahan dalam perencanaan ialah digunakannya sarana dan teknik untuk mempermudah agar sarana-sarana tertentu itu diterima atau agar rencana tertentu itu dapat dilaksanakan. Di sini harus diperhatikan teori-teori tentang jalannya proses adopsi perubahan dan teori-teori mengenai orang-orang yang menerima perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *