Advertisement

utilitarianism (utilitarianisme)

Utilitarianisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa keputusan harus menghasilkan konsekuensi yang baik. Utilitarianisme merupakan teori normatif, yang dimaksudkan untuk menuntun pelaksanaan dan bertindak sebagai landasan bagi evaluasi-evaluasi yang logis. Namun, tidak berarti bahwa keputusan atau penilaian aktual senantiasa memenuhi standar ini.

Advertisement

Sebagaimana gagasan-gagasan filsafat pen¬ting lainnya, utilitarianisme mempunyai banyak variasi. Para penggagas utilitarianisme modern, Bentham( 1789) dan J. S. Mill (1861) menyatakan bahwa konsekuensi-konsekuensi yang baik, pada dasarnya, adalah kondisi-kondisi yang diinginkan individu (barangkali termasuk juga binatang-binatang selain manusia). Utilitarianisme hedonistik dari Bentham menghendaki pemenuhan kenikmatan dan penghindaran rasa sakit. Mill  yang membedakan antara kesenangan tingkat tinggi dan tingkat rendah berpendapat bahwa kebaikan manusia terdapat dalam perkembangan bebas dari kemampuan-kemampuan individu yang khas manusia. Para ahli utilitarian ideal berkeyakinan bahwa apa yang disebut nilai paling fundamental bisa mencakup hal-hal seperti kecantikan, yang tidak perlu dijelaskan dalam kerangka kebaikan manusia atau keadaan-keadaan sadar.

Bisa dipahami jika utilitarianisme dengan berbagai bentuknya menggabungkan suatu teori tentang nilai-nilai intrinsik dengan pandangan tentang bagaimana nilai instrinsik itu mesti disikapi, misalnya, apakah konsekuensi yang baik harus dimaksimalisasi atau hanya perlu dinaikkan sedikit lebih tinggi, dan apakah masing-masing keputusan harus diatur seperti itu (“hukum” utilitarianisme) atau perbuatan-perbuatan itu harus sesuai dengan pola-pola yang berguna (“aturan” utilitarianisme).

Para ahli utilitarian sering menyatakan bahwa keunggulan teori mereka terletak pada landasan evaluasi untuk berbagai fakta yang dapat dipastikan, seperti seberapa besar kenikmatan dan rasa sakit akan dihasilkan oleh bentuk tindakan alternatif. Tetapi perhitungan ini memerlukan perbandingan interpersonal atas kegunaan, yang mana banyak ahli meragukannya. Hal ini mendorong sejumlah ahli teori mengembangkan standar normatif dalam pengertian pandangan-pandangan tentang efisiensi yang tidak terlalu menuntut sebagaimana dalam ekonomi kesejahteraan.

Para pakar utilitarian umumnya mendukung reformasi-reformasi sosial (karena, misalnya, transfer pendapatan dari orang kaya kepada orang mis-kin diduga bisa meningkatkan kesejahteraan), dan mereka memperjuangkan hak-hak politik dan kebebasan pribadi (karena, misalnya, campur tangan paternalistik diduga bisa kontra-produktif). Namun para kritikus menuduh utilitarianisme tidak memiliki komitmen yang prinsipil terhadap nilai-nilai semacam itu: utilitarian hanya peduli pada seberapa banyak kebaikan itu dihasilkan, tetapi bukan mengenai distribusi yang adil, penghormatan pada hak perorangan, atau jaminan atas kebebasan dan integritas individu.

Kritikus juga menuduh utilitarianisme mendistorsi penilaian moral yang benar: berjanji melakukan sesuatu, sebagai contoh, berarti dengan sengaja menempatkan diri seseorang pada posisi yang harus memenuhi kewajiban, maka berbagai tuntutan dari kewajiban ini akan jauh lebih besar dari yang bisa dimungkinkan oleh utilitarianisme. Mereka menyatakan bahwa utilitarianisme gagal dalam memberikan perlakuan yang serius terhadap kewajiban-kewajiban (atau dalam hal itu hak-hak).

Namun demikian, utilitarianisme tetap diakui sebagai teori yang sangat penting, meskipun statusnya sebagaimana status prinsip normatif apa pun adalah tidak pasti. Gagasan yang menyatakan bahwa prinsip-prinsip tidak lebih sebagai ekspresi berbagai sikap arbitrer tampaknya dilandasi pertentangan yang berlebihan antara etika dan ilmu, yang dibebani konsepsi-konsepsi sederhana mengenai pengetahuan dan penemuan empiris. Perkembangan dalam teori referensi dan justifikasi, bersamaan dengan runtuhnya positivisme logis, telah menghidupkan kembali minat terhadap realisme (atau kognitivisme) moral dan terhadap kemungkinan untuk secara rasional mempertahankan utilitarianisme dan doktrin lainnya.

Incoming search terms:

  • pengertian utilitarianisme
  • utilitarianisme
  • pengertian utilitarian
  • definisi utilitarianisme
  • arti utilitarian
  • utilitarian adalah
  • arti utilitarianisme
  • utilitarianisme adalah
  • teori utilitarianisme
  • pengertian teori utilitarianisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian utilitarianisme
  • utilitarianisme
  • pengertian utilitarian
  • definisi utilitarianisme
  • arti utilitarian
  • utilitarian adalah
  • arti utilitarianisme
  • utilitarianisme adalah
  • teori utilitarianisme
  • pengertian teori utilitarianisme