PENGERTIAN VISI GLOBAL PEMIMPIN ADALAH

330 views

PENGERTIAN VISI GLOBAL PEMIMPIN ADALAH – Salah satu fungsi pemimpin dalam visi global pemimpin adalah pengambilan keputusan. Staf mengharapkan seorang pemimpin yang bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa mengabaikan kaidah mayoritas atau konsensus umum karena perilaku pemimpin sangat berpengaruh pada lingkungan kerjanya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, seperti jumlah, jenis, dan urutan informasi, sangat dipengaruhi oleh budaya. Untuk membantu pemimpin dalam mengambil keputusan yang berskala global diperlukan sebuah tim untuk menetapkan model atau gaya pengambilan keputusan berskala global, seperti yang akan kita lihat pada halaman berikut.

Mengingat derasnya arus informasi dalam era globalisasi ini, kita memerlukan model pengambilan keputusan yang bersifat global dengan memperhatikan beberapa variabel. Di samping empat variabel pokok dan empat variabel penghubung, pemimpin harus memperhatikan moral, budaya, dan etika, serta kondisi lingkungan baik secara internal maupun eksternal. Dalam konteks budaya informasi yang tinggi banyak hal dapat mempengaruhi persepsi, prilaku, komentar, maupun Ililai sosial budaya setempat. Adanya informasi baik dari lingkungan internal maupun eksternal bisa mempengaruhi komitmen kepentingan pribadi dan kepentingan organisasi.

Kemajuan ilmu dan teknologi dalam era globalisasi ini menuntut para pemimpin untuk mengikuti perkembangan informasi dan situasi di dalam organisasinya. Pemakaian fax, video, internet, dan berbagai media elektronik lainnya semakin meluas sehingga perkembangan di dalam dan di luar negeri semakin mudah dan cepat kita ketahui.

Peluang-peluang baru diciptakan melalui kolaborasi yang dapat memperluas visi dan strategi organisasi. Dengan jalan itu organisasi bisa menyampaikan atau memberikan masukan lokal, hasil produksi lokal, dan hasil kerja organisasi, sehingga bisa diketahui setiap orang. Semua ini tentu akan menguntungkan organisasi.

Seorang pemimpin tidak akan berhasil kalau dia tidak memberikan pada stafnya rasa tanggung jawab, saling percaya, keterbukaan, dan spontanitas. Minimnya relasi dengan staf berarti mengaburkan berbagai masalah yang sebenarnya terjadi di dalam organisasi, dan ini berarti menghambat kinerja organisasi. Beberapa variabel yang dapat mempengaruhi rasa saling percaya:

1. Memberikan tanggung jawab kepada setiap bawahan, menghargai budaya lain, dan menjunjung harga diri pribadi.

2. Perkuat hierarki sehingga setiap unit kerja merasa dihargai dengan demikian mereka akan lebih efektif dan efisien.

3. Hindarkan kesalahpahaman karena perbedaan latar be-lakang dan kemampuan menangkap masalah.

4. Perhatikan aturan main dalam kerja tim.

5. Tidak menimbulkan kesan menganakemaskan salah satu unit kerja atau pimpinan unit di bawahnya.

6. Berikan penghargaan bagi yang berprestasi dan berikan sanksi bagi yang melanggar aturan.

7 Tunjukkan sikap dan perilaku baik terhadap siapa pun termasuk bawahan.

8 Berikan kesempatan untuk bertatap muka dengan bawahan.

Faktor-faktor tersebut bisa muncul saat negosiasi, kolaborasi, dalam kaidah mayoritas maupun minoritas, dan dalam prosedur.

Seorang pemimpin hendaknya memiliki visi yang bersifat ylobal sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan prioritas dan mengatasi kendala yang terjadi secara tuntas. 11ntuk itu, dia harus mempelajari dan menilai sikon yang akan datang, atau dengan kata lain dia harus bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang berdasarkan analisis data dan sikon masa lalu dan sekarang ini.

Menganalisis situasi berarti mempelajari dan menelaah sesuatu hal secara mendalam, terutama kondisi sosial maupun budaya dan lingkungan untuk mengetahui ciri-ciri setiap bagian, bagaimana hubungannya satu dengan yang lain, dan peranannya dalam keseluruhan. Analisis situasi juga mempelajari faktor-faktor yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi atau akan mempengaruhi aktivitas perorangan maupun kelompok dalam organisasi yang bersangkutan.

Yang dimaksud dengan situasi di sini adalah suatu keadaan dalam lingkungan internal maupun eksternal yang mencakup nilai sosial, suhu, curah hujan, wabah, banjir, kebudayaan, persaingan antarperusahaan, politik, ekonomi, sosial, kebijakan pemerintah, serta hankam. Pemimpin yang memiliki visi global diharapkan dapat membaca kompetisi yang terjadi dalam dunia perdagangan, proses kegiatan pemerintahan, dan pelaksanaan pembangunan di dalam rnaupun di luar negeri, serta masalah-masalah yang berkaitan dengan HAM, korupsi, lingkungan, politik internasional dan pergeseran geo-hankam ke geo-ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *