Advertisement

Sastra Sunda, berisi ce­rita panjang yang dituturkan dalam bentuk puisi la­ma (pupuh) dan diambil dari Mahabharata dengan pengarangnya Rd. Memed Sastrahadiprawira. Ekalaya mengisahkan seorang pemuda bukan ksatria yang ber­maksud belajar memanah pada Durna, guru keluar­ga Kurawa dan Pandawa. Durna tidak bersedia men­jadi gurunya karena asal usul Ekalaya. Karena itu, Ekalaya membuat patung Durna dan menyembah ser­ta menghormatinya seperti manusia setiap kali ia mulai belajar memanah. Secara diam-diam, Durna meng­hargai kemauan keras Ekalaya dan secara sembunyi- sembunyi Durna memberi perintah melalui patung di­rinya. Dengan cara demikian, Ekalaya berhasil mem­bentuk dirinya menjadi pemanah yang hebat. Kehe­batan Ekalaya terbukti ketika ia berhadapan dengan Arjuna, murid kesayangan Durna yang lihai mema­nah. Ternyata Arjuna dapat dikalahkan oleh Ekalaya. Arjuna menuduh gurunya telah berlaku curang de­ngan mengajari pemuda di luar keluarga Pandawa dan Kurawa. Kemudian Durna menemui Ekalaya dan menguji kesetiaan Ekalaya yang mengaku diri seba­gai muridnya. Ekalaya menyatakan kesetiaannya se­bagai murid.

Ketika Durna meminta tanda kesetiaan itu dengan ibu jari Ekalaya, dengan patuh pemuda itu memotong ibu jarinya dan mempersembahkannya ke­pada sang guru. Dengan pengorbanan tersebut, Eka­laya tidak lagi mampu memanah sehebat semula. Wawacan ini menunjukkan nilai kesetiaan seorang mu­rid kepada gurunya, sebuah nilai yang dijunjung tinggi masyarakat lama.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pengertian wawacan
  • arti wawacan
  • Definisi wawacan
  • dapat mendefinisikan arti dari wawacan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian wawacan
  • arti wawacan
  • Definisi wawacan
  • dapat mendefinisikan arti dari wawacan