PENGERTIAN WEBER DAN RASIONALISASI ADALAH – Max Weber tidak mempunyai panda_ngan yang umum_nya optimistik tentang’ masa datang yang dianut oleh Marx dan Durkheim, tetapi mengajukan suatu interpretasi yang secara mendasar pesimistik tentang nasib peradaban Barat. Weber percaya bahwa karakteristik masyarakat Barat ialah rasionalitasnya. Selama beberapa abad lampau rasionalitas ini telah berkembang ke arah suatu bentuk kesadaran sosial di rnana penekanan yang besar ditempatkan pada perhitungan rasional mengenai cara-cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Sementara proses ini — yang Weber menyebutnya rasionalisasi — terjadi, orang semakin kurang mempercayai cara-cara interaksi yang biasa atau tradisional dan semakin mengarahkan tindakan tindakan mereka sekitar perhitungan yang berhati-hati. Weber melihat pertumbuhan ilmu dan teknologi modern sebagai suatu bagian integral daripada proses rasionalisasi itu. Namun, munculnya birokrasi modern dari organisasi sosial dipandangnya merupakan paradigma dari rasionalisasi. Ia melihat di dalam birokrasi, khususnya dengan mana negara dikelola, ikhtisar daripada suatu bentuk kesadaran sosial yang dirasionalkan dan seperangkat hubungan sosial yang dirasionalkan.

Sikap menyeturuh Weber terhadap birokrasi modern bercampur. Ia melihat birokrasi sebagai produk peradaban Barat modern yang tak terelakan karena efisiensinya yang tinggi sebagai suatu bentuk organisasi. Adanya tuntutan masyarakat modern, maka tidak ada bentuk organisasi lain yang dapat memenuhi tuntutan itu secara efisien. Namun ia juga melihat di dalam munculnya birokrasi itu potensi yang besar untuk depersonalisasi dan dehumanisasi kehidupan sosial. Ia berpikir bahwa potensi ini telah terwujud dan akan semakin terwujud di masa datang. Weber beranggapan bahwa masyarakat Barat cenderung ke arah pemenjaraan individu di dalam “kandang besi” yang ticlak dapat dihancurkan. Hubungan-hubungan sosial akan menjadi sangat mekanis dan impersonal dan akan kehilangan spontanitas. Kehidupan sosial akan semakin menjadi suram, steril, dan berkarakter “tidak manusiawi” sehingga sedikit saja kemungkinan individu berubah. Ramalan Weber tiga perempat abad lampau sudah sebagian besar terwujud. Kehidupan individu dalairt masyarakat industri Barat semakin dilangT sungkan dalam konteks organisasi birokrasi yang besar. Kebanyakan individu bekerja di dalamnya, membayar pajak kepadanya, menerima pendidikan darinya, dan seterusnya. Semakin banyak sektor kehidupart sosial tunduk kepada bentuk organisasi birokrasi, semakin lama semakin besar dan semakin

leks birokrasi tersebut. Lagi pula, birokrasi-birokrasi itu sangat peka terhadap suatu tipe kejelekan irasionalitas yang oleh Robert Merton (1961) disebut penggantian tujuan (goal displaceineut). IniIerjadi apabila cara-cara yang dikembangkan oleh birokrasi untuk mencapai tujuan akhirnya menjadi tujuan itu sendiri. Sebagai contoh, di banyak universitas modern, para gurubesar seka-. rang mengeluh karena banyak menghabiskan waktu bekerja pada komisi-, komisi dan menyelesaikan pekerjaan administrasi sehingga mereka mempuT nyai waktu yang jarang untuk tujuan yang sesungguhnya dalam lembaga lembaga pendidikan demikian itu — yakni mengajar dan meneliti. Sebagai tambahan, orang sering mendengar para gurubesar yang lebih tua mengeluh tentang meningkatnya impersonalitas hubungan-hubungan karena lembaga inereka telah menjadi lebih besar dan terstruktur secara lebih birokratis.

Ada banyak aspek lainnya dari masyarakat modern yang cenderung membenarkan pandangan Weber itu. Di mana-mana, malah di luar konteks birokrasi, kita dapat jumpai hubungan-hubungan sosial dan kesadaran sosial semakin tunduk pada proses rasionalisasi. Sebagai contoh, orang semakin kurang mampu untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenis tanpa bantuan “buku-buku petunjuk seks”, yang sekarang secara luas tersedia di toko-toko buku. Buku-buku petunjuk itu, untuk sekurang-kurangnya selera orang banyak, menjadikan seks sebagai suatu proses mekanis dan ilmiah sehingga mulai tidak menarik. Barangkali di sini hubungan-hubungan sosial yang paling spontan dikurangi menjadi suatu proses perhitungan yang hatihati yang mengingatkan kepada seperangkat instruksi untuk memperbaiki sebuah mesin cuci. Proses rasionalisasi itujelas tampak dalam konteks semakin pentingnya komputer dalam masyarakat modem akhir-akhir ini. Beberapa tahun lampau komputer rumah secara luas telah tersedia. Adalah menarik untuk diperhatikan daya tarik alat-alat itu yang mempesona terhadap banyak orang. Komputer rumah adalah penjelmaan mekanis dari proses rasionalisasi, yang menjanjikan suatu peningkatan yang besar dalam efisiensi di mana orang dapat menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Pandangan Weber mengenai rasionalisasi masyarakat modern merupakan pandangan besar; ia berpendapat bahwa tak ada sesuatu yang da.pat menghentikan proses ini bila sudah mulai. Ini barangkali benar, karena tak ada bencana yang mengehlingi umat manusia, yakni bencana yang akan menjurus kepada suatu kebalikan yang tajam daripada arah umum evolusi sosialbudaya. Di sini adalah bijaksarta untuk mempertimbangkan kemungkinan terjadinya peristiwa yang demikian.

Filed under : Bikers Pintar,