PENGERTIAN WEWENANG

82 views

Wewenang (otoritas) biasanya didefinisikan oleh para ahli sosiologi sebagai”kekuasaan yang sah”. Jadi, kekuasaan akan menjadi otoritas atau wewenang apabila penggunaannya dianggap sah, benar sesuai oleh mereka yang tunduk di bawahnya. Jika seorang polisi dipatuhi karena ia membawa tongkat atau senjata, maka berarti ia semata-mata menggunakan kekuasaan, tetapi jika ia dipatuhi karena masyarakat menerima bahwa dalam beberapa hal memang harus mematuhi polisi itu, berarti ia menggunakan otoritas atau wewenang. Wewenang (otorita) oleh Max Weber dibedakan atas tiga bentuk, yaitu wewenang (otorita) tradisional, wewenang (otorita) legal-rasional dan wewenang (otorita) kharismatis. Otorita tradisional merupakan penggunaan kekuasaan yang sah karena dijalankan sesuai dengan tradisi.

Salah satu bentuk dari otorita adalah “patrimonialisme”, suatu bentuk pemerintahan di mana negara merupakan perluasan atau perpanjangan dari rumah tangga pribadi penguasa atau raja. Feodalisme, merupakan bentuk lain dari wewenang (otorita) tradisional. Wewenang (otorita) legal-rasional, merupakan penggunaan kekuasaan yang absah karena dijalankan sesuai dengan hukum atau peraturan tertulis. Ini adalah bentuk wewenang yang menjadi ciri negara modern. Otorita (wewenang) kharismatis, merupakan antithesis dari otorita legal-rasional dan otorita tradisional, dan semata- mata didasari oleh kharisma pribadi, daya tarik pribadi dan kualitas istimewa dari pribadi pemegang otorita tersebut. Kharisma pemimpin itu berlangsung sepanjang ada pengakuan dari pengikutnya dan jika mereka tidak lagi mempercayainya, maka kharisma- nyapun akan hilang.

Incoming search terms:

  • pengertian patrimonial
  • arti patrimonial
  • patrimonial adalah
  • pengertian patrimonialisme
  • arti kata patrimonial
  • definisi patrimonial
  • Patrimonialisme adalah
  • patrimonial artinya
  • apa itu patrimonial
  • Patrimonialisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *