PENGERTIAN YANOMAMO – Yanomamo adalah suku Indian Amerika Selatan yang hidup di sebelah selatan Venezuela dan berdekatan dengan wilayah bagian selatan Brazil. Mungkin ada sekitar 125 desa yang tersebar luas yang penduduknya berkisar dari 40 sampai 250 orang dengan jumlah rata-rata penduduk desa sekitar 75 sampai 80 orang. Beberapa ratus tahun lalu Yanomamo mungkin menopang hidupnya dengan pola subsistensi berburu dan meramu, dan dengan demikian mungkin hanya baru-baru ini dilakukan perpindahan kep ada kehidupan hortikultura (Colchester, 1984). Dengan keadaan seperti itu, praktek-praktek subsistensi mereka yang sekarang akan lebih menjelaskan pola produksi masyarakat hortikultura sederhana. Praktek-praktek ini dideskripsikan secara rinci oleh Napoleon Chagnon ( 1983), yang menulis etnografi tentang mereka.

Lingkungan alam Yanomamo adalah hutan tropis yang relatif lebat. Tanah dipenuhi dengan rimba, juga puncak bukitnya. Yanomamo bertahan hidup dalam lingkungan ini hanya dengan teknologi sederhana. Semua peralatan dan teknik mereka tidak rumit, dan tidak memerlukan keahlian khusus dalam penggunaannya. Di antara unsur-unsur teknologi yang telah dikembangkan Yanomamo adalah periuk kasar yang terbuat -dari lempung, busur dan panah, pisau gigi seri agouti (terbuat dari gigi seri bawah hewan pengerat agouti) dan sampan (yang sangat kasar sehingga biasanya hanya digunakan sekali pakai).

Yanomamo adalah peladang dengan sistem tebas-dan-bakar. Pada masa lalu, mereka hanya memiliki kapak batu untuk membersihkan ladang, tetapi sekarang mereka memiliki kapak besi yang telah dibawakan oleh para misionaris lokal. Masing-masing orang membersihkan ladangnya sendiri. Setiap desa mempunyai seorang kepala desa, dan biasanya mempunyai ladang yang lebih luas. Kepala desa harus menghasilkan jumlah makanan yang lebih besar karena dia diharapkan akan memberikan makanan untuk perayaan yang diadakan. Biasanya tanaman yang paling banyak adalah plantain (serupa pisang), dan setiap kebun biasanya ditanami tiga atau empat varietas plantain dan pisang. Umbi dan manioc manis juga ditanam, dan ini digiling menjadi tepung kasar dan kemudian dibuat menjadi roti bakar yang tebal. Tanaman lain adalah keladi, tomat manis, dan pohon palm yang banyak menghasilkan buah. Maize ditanam sebagai tanaman darurat, tetapi tidak umum dijadikan makanan sehari-hari. Tembakau juga ditanam, dan lelaki, perempuan dan anak-anak semuanya mengunyah tembakau, kapas juga ditanam dan digunakan untuk membuat tempat tidur gantung.

Walaupun sekitar 85 persen atau lebih makanan Yanomamo terdiri tanaman yang ditanam sendiri, suku Yanomamo menghabiskan waktu untuk berburu mungkin sama banyaknya dengan waktu yang dihabiskan untuk berkebun. Karena tidak punya binatang yang diternakkan, maka untuk mernenuhi sumber protein hewani, mereka mengandalkan kegiatan berburu ljuga mencari ikan dan mengumpulkan binatang-binatang kecil). Binatang tidak banyak di situ, sebuah situasi yang tipikal bagi lingkungan hutan tropis. Binatang buruan yang paling umum adalah beberapa species kera, dua species babi liar, trenggiling, rusa, buaya sapit , armadillos, binatang pengerat kecil dan beberapa species unggas kecil. Semua binatang ditangkap dengan menggunakan anak panah. Beberapa varietas serangga, beberapa species lalat, dan labalaba besar dikumpulkan dan dimakan. Madu liar, makanan yang sangat lezat, dikumpulkan dalam jumlah besar.

Filed under : Bikers Pintar,