Advertisement

PENTING PERATURAN KEPEMILIKAN DI JERMAN – Kemungkinan untuk mempunyai harta kepemilikan, meru-pakan suatu dasar dan arti yang penting bagi setiap orang untuk menunjukkan kualitas dari kehidupannya. Kepemilikan berarti si pemilik harta dapat memutuskan sendiri hak-hak ekonominya dari kepemilikannya sesuai dengan peraturan perundang- undangan perekonomian.

Di dalam sistem-sistem ekonomi pasar yang ditandai oleh tidak terpusatnya pengendalian, harta benda pribadi tidak hanya berupa perabotan rumah tangga, rumah susun, rumah, dan tanah yang dapat dikembangkan, atau menunggu pengembangannya, dan juga ia tidak hanya terbatas pada uang di dalam pengertian tabungan. Harta benda pribadi yang dimiliki seseorang dapat mencakup klaim-klaim hukum yang dikenakan terhadap perusahaan-perusahaan asuransi swasta, perusahaan asuransi sosial dan asuransi jiwa, maupun terhadap pemilikan surat-surat berharga seperti saham di dalam perusahaan; perumahan yang dapat digunakan secara komersial; kekayaan yang digunakan dalam produksi (berupa bangunan, pabrik, sarana perhubungan, dan peralatan); dan akhirnya hak-hak pemilikan yang dapat didayagunakan secara komersial (misalnya hak paten).

Advertisement

Hak kepemilikan pribadi terhadap tanah yang dapat digunakan secara komersial ini dan juga hak pemilikan alat produksi adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehadiran suatu perekonomian pasar. Hal ini mengingat baik kebebasan berusaha, kebebasan produksi, maupun pelaksan-aan persaingan semuanya dapat dilaksanakan jika terdapat kelayakan untuk memiliki alat-alat produksi.

Fungsi-fungsi pemilikan hak pribadi dapat dijelaskan dalam urutan sebagai berikut:

  1. Untuk meningkatkan kesejahteraan, keamanan, kebebasan, dan kemandirian. Karena harta benda membentuk suatu kekayaan perekonomian dan menghasilkan pendapatan (misalnya berupa bunga yang diperoleh dari modal yang ditanamkan, atau berupa pembayaran sewa rumah susun), maka ia pada saat yang sama juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kemandirian ekonomi pemiliknya. Selain itu, harta benda meningkatkan keamanan ekonomi karena ia tersedia dalam masa yang dibutuhkan. Pemilikan harta benda oleh seseorang memperluas ruang kebebasan pribadi dan mendorong pengembangan kepribadian yang dimilikinya (hal ini khususnya tampak pada pemilikan rumah).
  2. Untuk mempertahankan nilai dan meningkatkan efisiensi (fungsi dorongan). Kepentingan seorang pemilik harta untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai harta bendanya akan mendorongnya untuk memperlakukan harta bendanya tersebut secara hati-hati, tanpa menganggu pihak lain dan menggunakakannya dengan penuh pertimbangan, yaitu dengan pertimbangan untuk memperoleh laba, dan oleh karena itu, digunakan dengan iktikad jelas dalam artian ekonomi. Dengan perkataan lain, pemilikan harta benda pribadi memberikan dorongan untuk melakukan pemeliharaan dan peningkatan kekayaan ekonomi, menghasilkan keputusan-keputusan wiraswasta yang dipertimbangkan dengan penuh ketelitian, dan mendorong efisiensi ekonomi. Sebaliknya, harta kekayaan produktif dikendalikan oleh bukan pemiliknya tanpa disertai tanggung jawab pribadi.

3. Untuk mengamankan persaingan dan mendorong kema-juan. Agar persaingan berfungsi dengan layak, faktor-faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja, dan modal haruslah didorong untuk melakukan interaksi dengan cara yang paling efisien. Sebaliknya, ini berarti memprakirakan ketersediaan alat-alat produksi. Misalnya, untuk memperluas fasititas-fasilitas produksi atau memperkenalkan teknologi- teknologi produksi baru, ataupun ketersediaan pilihan untuk mengubah dari satu mode ke mode lainnya guna meng- komersialkan tanah atau modal, jika kategori-kategori produk tertentu menjadi usang secara ekonomi. Dengan demikian merupakan suatu keharusan bahwa penjualan dan pemilikan tanah dan modal yang bukan berupa uang harus tidak dibatasi dan bebas dari aturan pemerintah.

Advertisement