PENYEBAB TERBENTUKNYA SISTEM MATRILOKALITAS   – Karena patrilokalitas dan umum ditemukan dan dapat dijumpai dalam kondisi-kondisi yang berbeda-beda, maka kita perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat menggunakan pranata matrilokal dan matrilizleal. Agaknya asal mula matrilini hampir selalu dijunapai dalam kondisi tempat tinggal matrilokalitas sebelumnya. Jadi, masalahnya ialah menentukan faktor-faktor yang menyebabkan matrilokalitas itu sangat adaptif.

Penjelasan mengenai matrilokalitas yang paling luas diterima dewasa ini ialah yang dikemukakan oleh Melvin dan Carol Ember (1971). Mereka menandaskan bahwa apabila masyarakat terlihat sekurangekurangnya dalam perang internal (yakni perang dengan masyarakat-masyarakat tetangga de-kat), maka akibatnya ialah digunakannya residensi patrilokal. A.kan tetapi, apabila masyarakat-masyara.kat itu terlibat dalam perang eksternal murni (yakni, perang di tempat yang jauh), dan apabila perang izu mengorbankan wanita banyak terlibat dalam produksi ekonomi, maka hasAnya adalah matrilokalitas. Jadi, apabila laki-laki pergi dari daerah tempat tinggainya untuk jangka waktu yang lama, sehingga kaum wanita banyak sumbangannya untuk subsistensi, maka terdapat kebutuhan dan dorongan kuat yang menyebabkan kelompok kerabat wanita bersatu. Bukti yang ada cenderung mendukung kesimpulan Ember dan Ember. Suatu contoh klasik mengenai suatu masyarakat yang mempunyai pranata matrilokal dan matrilineal ialah masyarakat Iroquois dari bagian barat negara bagian New York. Masyarakat itu terlibat peperangan yang ekstensif dengan masyarakat yang jauhnya ratusan mil. Laki-laki sering pergi dari rumah Lmtuk waktu yang lama dalam ekspedisiekspedisi perang dan perburuan. Sebagai tambahan, kaum wanita menerima peranan yang predominan dalam kegiatan-kegiatan subsistensi. Dengan demikian, masyarakat Iroquois cocok dengan kesimpulan Ember dan Ember, seperti juga dengan banyak masyarakat lainnya. Argumen yang dikembangkan oleh Ember dan Ember dapat digeneralisasi untuk menyatakan bahwa setiap aktivitas yang menyebabkan perginy laki-laki untuk jangka waktu lama dari rumah akan menekan masyarakat menjadi matrilokal (Harris, 1975, 1979). Sebagai contoh di kalangan orang Navaho dari Baratdaya Amerika (suatu masyarakat matrilokal dan matrilineal) kaum wanitanya cenderung untuk,tetap dekat dengan rumah tangga mereka sendiri, tapi laki-laki memelihara kuda dan bekerja untuk mendapat upah, yakni kegiatan-kegiatan yang mengharuskan mereka pergi dari rumah untuk waktu yang lama. Contoh lain, di kalangan masyarakat kepulauan Trobriand yang matrilineal (tapijuga avunkulokal) kaum pria sering pergi dari rumah dalam ekspedisi perdagangan yang jauh. Malah jika argumen terdahulu mengenai asal mula matrilokalitas dan rnatrilini benar, kita masih harus menjelaskan mengapa hampir sebanyak masyarakat matrilineal adalah juga avunkulokal seperti matrilokal. Dalam hubungan ini, perlu kiranya meninggalkan asumsi -bahwa tempat tinggal terjadi terlebih dahulu dari keturunan, karena ayunkulokalitas ternyata jelas merupakan hasil dari tempat tinggal keturtman matrilineal sebelumnya. Seperb dikemukakan oleh Fox (1967), tempat tinggal matrilokal paling baik diberlakukan dalam inasyarakat matrilineal di. mana rumah tangga tidak terlalu terpencar dan konsentrasi kekayaan tidak besar. Jika rumah tangga sangat terpenear, atau jika konsentrasi kekayaan yang besar mulai terbentuk, maka ma trilokalitas mulai menimbulkan persoalan. Jika laki-laki tercerai-berai dari kelompok-kelompok matrilinealnya sendiri, maka sulitlah bagi mereka untuk berpartisi.pasi dalam fungsi-fungsi. reguler mereka dalam kelompok demikian itu. Lagi pula, dengan tumbuhnya konsentrasi-konsentrasi kekayaan, laki laki akan mengal.ami kesulitan dal.am mengelola dan mengendalikan kekayaan itu. Ka.rena itu, bila masyarakat matrili11ea1 mulai bertambah besar skala kompleksitas dan konsentrasi kekayaan, maka akan ada dorongan besar untuk bergeser menjauhi matrilokalitas. Penyelesaian tempat tinggal dan ke mana arah masyarakat dernikian akan bergeser ialah ayunkulokalitas, karena sistem tempat tinggal izzi secara fisik mempersatukan para pemimpin pria kelompok-kelompok persekutuan rnatrilineal, yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi secara efisien dalam pengelolaan masalah-masalah kelomp ok mereka. Karena itu ayunkulokalitas ternyata rnerupakan penyelesaian adaptif terhada.p masalah-masalah yang dijumpai dalam pertumbuhan sistem matrilineal secara evolusioner.

Filed under : Bikers Pintar,