PERAN BUDAYA DALAM MASALAH PENGENDALIAN DIRI PADA MASA KANAK-KANAK – Nilai-nilai dan moral budaya berperan dalam hal apakah suatu pola perilaku tertentu pada anak-anak dapat berkembang atau dianggap sebagai suatu masalah. Hasil sebuah studi menyatakan bahwa di Thailand, anak-anak yang mengalami masalah perilaku internalisasi, seperti penuh rasa takut, memiliki kemungkinan terbesar untuk ditemukan di berbagai klinik, sedangkan di Amerika Serikat, mereka yang mengalami masalah perilaku eksternalisasi, seperti agresivitas dan hiperaktivitas, lebih umum dijumpai. Para peneliti mengatribusikan perbedaan tersebut pada praktikpraktik Budhisme yang dilakukan secara luas di Thailand, yang tidak menyetujui dan mencegah agresi.

Pola pengasuhan anak di Thailand mencerminkan intoleransi orang tua terhadap perilaku eksternalisasi, seperti ketidakpatuhan dan agresi. Temuan lain adalah bahwa perilaku internalisasi yang dilaporkan lebih sering terjadi pada remaja daripada pada anak-anak dapat dikai tkan dengan fakta bahwa aturan-aturan dalam agama Budha sangat keras bagi para remaja ketika para remaja laki-laki melakukan tugas sebagai pemula di kuil-kuil Budha, sebuah aktivitas yang menuntut disiplin ketat dan pengendalian diri.

Asumsi yang mendasari studi ini adalah karena perilaku eksternalisasi secara aktif dicegah dalam budaya dan agama di Thailand, anak-anak di Thailand, hampir dengan sendirinya, lebih mungkin mengalami gangguan internalisasi daripada anak-anak di Amerika. Namun demikian, mungkinkah orang-orang dewasa di Thailand memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap berbagai masalah eksternalisasi? Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa dibandingkan dengan orang-orang Amerika, para orang tua dan guru di Thailand toleransi yang lebih tinggi terhadap perilaku eksternalisasi maupun internalisasi. Karena konsisten dengan ajaran Budha, para orang dewasa di Thailand memandang masalah pada anak-anak sebagai suatu hal yang bersifat sementara dan kemungkinan berubah menjadi lebih baik. Temuan bahwa anakanak di Thailand lebih mungkin dirujuk untuk masalah internalisasi mungkin mencerminkan prevalensi masalah ini yang secara aktual lebih tinggi di Thailand meskipun bisa saja para orang tua di Thailand merasa sangat malu untuk mencoba mendapatkan bantuan profesional atas perilaku eksternalisasi anak-anak mereka karena mereka enggan mengungkapkan kepacia orang lain bahwa anak-anak mereka memiliki sifat agresif atau tidak patuh.

Filed under : Bikers Pintar,