Advertisement

Praktek utama untuk melakukan pengabdian masyarakat dimulai dari kegiatan di dalam kampus, yaitu bagaimana meyakinkan masyarakat di luar kampus, kalau usaha dosen mensejahterakan masyarakat dalam kampus belum dibuktikan kebenarannya, hal tersebut akan menjadi sia-sia belaka. Setiap dosen harus mampu mempertanggung jawabkan profesinya pada masyarakat, artinya dosen akan memperoleh keuntungan, masyarakatpun juga dapat menikmatinya, apabila kita meninjau pengertian profesi dari sudut positif. Di lain pihak akan terkandung pula pengertian profesi dari sudut negatif, yaitu untung buat pribadi, menderita (rugi) buat orang lain. Atau sebaliknya, rugi buat dirinya, untung buat orang lain. Contoh tukang judi, tukang copet.
Koperasi merupakan lembaga karya nyatarsesungguhnya bagi dosen untuk melakukan pengabdian pada masyarakat untuk membentuk masyarakat menjadi potensi yang maksimal, melalui kumpulan orang-orang berada dalam kampus tempatnya bertugas. Semakin banyak warga kampus, semakin besar pula dana terhimpun untuk melaksanakan cita-cita meningkatkan mutu dosen untuk memperoleh gelar akademik yang lebih tinggi secara bergilir dengan pertimbangan dari sudut kepentingan anggotanya secara pribadi-pribadi, dan kaitannya terhadap usaha membantu peningkatan mutu dari Perguruan tingginya tersebut.
Sebagai anggota koperasi dosen tidak perlu berprasangka negatif terhadap operasional yang telah dilakukan oleh koperasinya tersebut, akan tetapi dapat memberikan usul/saran kepada pengurus tentang arah yang lebih baik terhadap kepentingan anggota yang tidak dapat dihindarkan dan merupakan partner usaha bagi Perguruan Tinggi.
Dosen yang belum masuk menjadi anggota, walaupun dia bukan dosen tetap secara sadar tanpa dipengaruhi oleh pihak manapun segera mendaftarkan diri menjadi anggota, kerelaan ini merupakan wujud nyata dalam membangun citra kesetiakawanan sosial, walaupun kenikmatannya akan dirasakan kecil sekali.
Masih ada Koperasi tidak melakukan rapat anggota, karena dengan rapat anggota akan menimbulkan konflik-konflik yang dapat menyudutkan pengurus, pada hal melalui rapat anggota, justru sebaliknya akan dapat mengatasi/sekurang-kurangnya menekan konflik, asal saja terjadinya konflik bukan hasil dari rekayasa oknum yang tidak puas. Pada setiap organisasi, apapun bentuknya sudah wajar bila terjadi suatu konflik karena terjadinya perbedaan pendapat diantaranya anggota yang menunjukkan bahwa organisasi itu dinamis. Maka peran dosen dalam hal ini harus memberikan alasan positif agar rapat anggota dapat menjadi budaya organisasi yang sangat efektif bagi manajemen koperasi, agar lebih terbuka, bagaimana menjadi pendengar yang baik, paham akan kesulitan kesulitan orang lain yang perlu secara bersama-sama berusaha secara maksimal mengatasinya.
Sebagai dosen mulai masuk menjadi anggota koperasi, harus mempersiapkan diri dengan penge-tahuan koperasi, bila sewaktuwaktu ditunjuk menjadi pengurus koperasi maupun menjadi anggota pengawas, dalam perkataan lain bukan hanya sebagai penuntut akan tetapi siap pula dituntut cara yang lebih modern/idealis mengatasi segala bentuk kesulitan walaupun kenyataan praktek terasa sulit, asal mau belajar dari informasi-informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, secara bergotong-royong, sungguh-sungguh memikirkan masa depan orang lain, pasti dapat diselesaikan dengan baik.
Kerelaan dosen untuk berkorban untuk kepentingan umum me-rupakan latihan mewujudkan mem-bangun citra kesetiakawanan sosial, yang disertai atas dasar penilaian-penilaian yang objektif menurut ketentuan Undang-Undang koperasi yang berlaku. Sebagai seorang expert dosen harus dapat mempengaruhi baik kepada warga kampus, maupun warga masyarakat pada umumnya mengenai pentingnya berkoperasi, baik sekarang maupun hasilnya akan dinikmati kemudian, karena sistim ekonomi Indonesia selalu digerakkan berdasarkan kegotong-royongan, semakin kuat hidup gotong royong itu dibina semakin kukuh dan bertumbuh ekonominya. Agar hal itu dapat terjadi, maka perlu pengurusnya mengarah pada pemikiran-pemikiran kepada kebutuhan anggota yang dapat menunjang nilai hidup mana pula kebutuhan anggota yang perlu ditunda.
Keberadaan Koperasi di lingkungan Perguruan Tinggi dapat berperan sebagai partner perguruan tingginya, sebagai lembaga sosial yang ekonomis, koperasi harus mengikuti dan membantu mengembangkan Perguruan Tinggi, di samping memenuhi kebutuhan anggota-anggotanya yang berhubungan erat dalam usaha menunjang kemajuan Perguruan Tinggi tersebut. Ha! inilah yang menjadi peran dosen yang sangat utama untuk melakukan pengabdian pada masyarakat sesungguhnya, khusus dikampusnya masingmasing
Dari uraian di atas dapat disimpulkan serta saran sebagai berikut:
1. Setiap Perguruan Tinggi berusaha meningkatkan mutu Akademiknya melalui kegiatan aktif dari pada civitas academica, termasuk Dosen sebagai tenaga pengajar.
2. Mutu dari seorang dosen tergantung dari usahanya sampai sejauh mana melakukan Tridharma Perguruan Tinggi, itulah yang dikatagorikan bahwa dosen itu sebagai profesi dalam artian positif.
3. Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu aktifitas Tridharma Perguruan Tinggi, maka dari pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dalam arti sesungguhnya adalah peran dosen dalam menumbuhkan gerakan Koperasi untuk membangun citra kesetiakawanan sosial.
4. Kegiatan pengabdian masyarakat itu perlu dilakukan dan dimulai dari dalam kampus, setelah itu barulah kegiatan pengabdian pada masyarakat dipraktekkan di luar kampus, sebagai wujud nyata dari peran dosen tersebut dalam arti sesungguhnya.
5. Pimpinan-pimpinan Perguruan tinggi seharusnya memberikan pengarahan/pengetahuan perkoperasian terhadap pentingnya orang membentuk koperasi, sebagai partner yang saling menguntungkan baik untuk anggotaanggotanya maupun bagi perguruan tinggi tersebut.
6. Dosen harus memikirkan cara menjelaskan yang tepat kepada lingkungan masyarakatnya, bahwa keberadaan koperasi tidak akan mampu sekaligus memenuhi seluruh kepentingan/kebutuhan anggotanya secara serentak, untuk itu perlu giliran sangat berencana dipandang dari sudut kepentingan yang tidak dapat dihindarkan dalam usaha mengingat kepentingan meningkatkan nilai mutu Perguruan Tinggi, bila Koperasi beraktifitas berada dalam kampus.
7. Wujud dari kesetiakawanan Sosial dapat membantu anggota yang lemah ekonominya dan manfaat nilai day a gunanya akan sangat dirasakan kenikmatannya bagi yang membutuhkan serta menimbulkan semangat hidup yang bermutu.
8. Perlu dilakukan komunikasi aktif dan terus menerus agar anggota maupun calon anggota dapat paham maksud kebersamaan antara aktifitas koperasi, keinginan perguruan tinggi dan keinginan anggota sendiri arti dari hidup layak pada masa mendatang.
9. Mengusulkan kepada Pemerintah & Departemen Pendidikan dan kebudayaan, bila dosen mempunyai peran aktif bagi Koperasi baik itu di dalam kampus maupun di luar kampus dapat diberikan nilai tinggi untuk bidang pengabdian pada masyarakat di samping bidang loyaiitas pada perguruan tinggi yang telah berlaku pada sistim penilaian sekarang.

Incoming search terms:

  • arti kesetiakawanan

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti kesetiakawanan