Advertisement

Antara abad ke-17 dan ke-19, atomisme diuraikan dalam tulisan-tulisan Galileo, Newton, Lomonosov, Dalton, Butlerov, Mendeleyev dan yang lain. Atomisme pada abad-abad itu menjadi teori fisika kimiawi mengenai struktur materi. Atomisme hampir selalu menjadi dasar bagi pemahaman materialistis tentang dunia. Atomisme kuno dianggap sebagai usaha metafisis, karena ide mengenai ciri- ciri tersendiri dibuat menjadi sesuatu yang mutlak dan adanya keadaan materi yang terakhir, yang tidak berubah, batu pertama dari bangunan dunia, diakui.

Atomisme modern mengenai keanekaan molekul, atom, partikel yang paling dasar dan obyek mikro yang lain dalam struktur materi. Ia juga menerima adanya kerumitan yang tidak terbatas dan kemampuan atom untuk berubah dari satu bentuk ke dalam bentuk yang lain.

Advertisement

Adanya berbagai macam obyek mikro dilihat oleh atomisme sebagai hukum perubahan dari kuantitas kepada kualitas: reduksi jarak mengubah secara kualitatif bentuk-bentuk struktur materi. ciri-ciri khusus, hubungan antara unsur-unsur dalam mikrosistem dan hukum gerak.

Atomisme modern menganggap materi tidak hanya berdiri sendiri, tetapi berkelanjutan. Interaksi antara partikel mikro terjadi melalui medan-medan yang terus-menerus terbagi dalam ruang medan gravitasi, elektro-magnetis, nuklir, dst. Atomisme modern menolak adanya materi terakhir dan yang tidak bergerak. Ia bertolak dari pengenalan akan ketidakterbatasan kuantitatif dan kualitatif dari materi.

Atomisme mekanistis diterapkan untuk atom-atom sebagai kekuatan yang menggerakkan. Atomisme dinamiscis mengatakan bahwa atom-atom mempunyai kekuatan lain dan berbeda-beda. Dalam peristiwa apa pun, perubahan hanya terjadi karena penggabungan dan pemisahan partikel-partikel terkecil. Karena itu tidak ada sesuatu yang sungguh-sungguh menjadi dan sungguh-sungguh musnah. Maka, penjelasan tentang hakikat benda-benda dengan menggunakan atomisme tidak cukup. Persenyawaan partikel-partikel terkecil hanya merupakan salah satu aspek dari benda-benda makroskopis. Ciri-ciri dan kekuatan-kekuatan benda- benda makroskopis tidak cukup dijelaskan hanya berdasarkan penggabungan atom-atom semata-mata. Akan tetapi itu mungkin asalkan hakikat benda-benda material ditemukan dalam struktur atomisnya.

Advertisement