Advertisement

 Atomisme berkembang pada filsuf-filsuf Yunani awal seperti Leukippos, Demokritos, dan Epikuros (dan Lucretius, Romawi). Paham ini mempertahankan bahwa realitas tersusun dari atom- atom. Filsuf-filsuf atomis berusaha memecahkan masalah yang diajukan mazhab Elea. Seperti Empedokles dan Anaxagoras mereka pun berpendapat bahwa realitas seluruhnya bukanlah satu, melainkan terdiri dari banyak unsur. Tetapi bertentangan dengan Empedokles dan Anaxagoras mereka berpikir bahwa unsur-unsur itu tidak dapat dibagi-bagi lagi. Atom-atom itu merupakan bagian- bagian materi yang begitu kecil, sehingga mata kita tidak mampu mengamatinya. Atom-atom itu berbeda satu dari yang lain melalui tiga cara: melalui bentuknya (seperti huruf A berbeda dengan huruf N), melalui urutannya (seperti AN berbeda dengan humf NA) serta melalui posisinya (seperti N berbeda dengan Z). Tetapi atom-atom itu sama sekali tidak mempunyai kualitas.

Menurut Leukippos dan Demokritos jumlah atom tidak berhing- ga. Tentang masing-masing atom dapat dikatakan apa yang telah dikatakan Parmenides mengenai “pengada “. Atom (“yang baik”) tidak dijadikan, tidak dapat dimusnahkan, tidak berubah. Tetapi keduanya tidak sepakat dengan filsuf dari Elea tersebut, sejauh ia berpendapat bahwa tidak ada ruang kosong. Sebab, seandainya tidak ada ruang kosong, bagaimana mungkin atom-atom itu bisa bergerak? Suatu atom hanya dapat menduduki suatu tempat tertentu, bila sebelumnya tempat itu kosong. Ruang merupakan sesuatu yang real sebagai syarat untuk bergeraknya atom-atom.

Advertisement

Para atomis menyangka atom-atom selalu bergerak. Apakah sifat geraknya itu? Epikuros yang melanjutkan teori atomisme (sekitar awal abad ke-3 SM), mengatakan bahwa atom-atom itu selalu mempunyai kecendrungan untuk jatuh. Ia dapat beranggapan demikian, karena ia mengenakan berat kepada masing-masing atom.

Karena atom-atom berbeda menurut bentuk, bisa terjadi bahwa sejumlah atom mengait satu sama lain. Atom-atom, dalam keadaan seperti ini, mulai bergerak dengan gerak pusaran. Makin lama makin banyak atom mengambil bagian dalam gerak itu. Kumpulan atom-atom yang lebih besar tinggal dalam pusat gerak itu dan benda-benda yang lebih halus dilontarkan ke tepinya. Demikianlah kosmos kita dibentuk. Leukippos dan Demokritos berpikir bahwa dengan cara ini banyak dunia ditimbuikan.

Atom-atom dalam dirinya sendiri tidak memiliki ciri-ciri seperti warna, panas, bau. Ciri-ciri ini dihasilkan karena kegiatan atom-atom atas pancaindera.

Incoming search terms:

  • apa maksud paham atomisme
  • faham kuno
  • mazhab atomis
  • paham atomisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa maksud paham atomisme
  • faham kuno
  • mazhab atomis
  • paham atomisme