PERINTIS DAN BAPAK ILMU KOMUNIKASI

149 views

Anggapan bahwa komunikasi sudah menjadi disiplin ilmu yang mandiri sehingga dijuluki communication science (ilmu comunikasi) atau commu-nicology (komunikologi) tidak datang begitu saja atau tanpa proses per-hatian yang meningkat dari berbagai ilmuwan disiplin ilmu pengetahuan sosial. Seperti telah disinggung tadi perhatian para cendekiawan akan fenomena sosial yang kini dinamakan komunikasi sudah dimulai sejak zamannya Sokrates, Plato , dan Aristoteles. Di Amerika Serikat para cendekiawan yang dianggap oleh Wilbur Schramm sebagai perintis terjadinya ilmu komunikasi, antara lain Charles Cooley yang dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1909 tampak analisisnya terhadap proses komunikasi dengan pendekatan sosiologi. Walter Lippman membahasnya sebagai wartawan, Sapir sebagai antro-polog; Whrof sebagai linguis; Wiener dan Shannon atas dasar siber- netika; Cantril, Newcomb, Bower, Osgood, Lerner, Inkeles, Klapper, Katz, dan lain-lain atas dasar masalah psikologis Pool dan Deutsch sebagai ilmuwan politik; Boulding sebagai ekonom; Mott, Casey, Natziger sebagai mahasiswa jurnalistik.

Di antara mereka itu kebanyakan “berhenti sejenak” untuk “bertemu” pada studi ilmu komunikasi. Tetapi beberapa di antara mereka ada yang menjadikan ilmu komunikasi sebagai aktivitas karier yang utama. Sebagai contoh adalah Ithiel de Sola Pool dan Elihu Katz yang lebih diidentifikasikan sebagai cendekiawan ketimbang masing-masing sebagai ilmuwan Politik dan sosiolog.

Wilbur Schramm, seorang pakar komunikasi kenamaan di Amerika Serikat yang namanya disinggung tadi, menganggap empat orang cendekiawan Amerika, masing-masing Lasswell, Lewin, Lazarsfeld, dan Hovland sebagai “father” atau bapak komunikasi di benua itu.

Incoming search terms:

  • bapak komunikasi
  • bapak ilmu komunikasi
  • bapak komunikasi indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *