Advertisement

Berkembang dari konstruksi bangunan pribumi yang muncul sejak manusia mengenal peradaban. Bentuk khasnya adalah struktur rangka kayu yang berukiran dan berdiri di atas pasangan bata, beratap kerucut dengan penjorokan yang leb Dinding luar maupun dinding pemisah ruang tidai; berfungsi sebagai pemikul beban atap, melainkan hanya sebagai pemisah ruang. Oleh karena itu dindingnya dipasang hanya jika diperlukan penyekat ruangan. Dengan mengatur perbandingan antara dinding yang terbuka dan tertutup, perancangnya dapat memasukkan cahaya matahari dan udara yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan. Struktur yang mudah disesuaikan ini memungkinkan arsitektur Cina berkembang kemana pun seiring dengan meluasnya peradaban Cina. Antara lain, ke Korea dan Jepang di sebelah timur, ke Xinjiang di sebelah barat, ke Indocina di sebelah selatan, dan ke perbatasan Siberia di sebelah utara.

Meskipun orang Cina kuno tidak pernah menganggap arsitektur sebagai seni murni, di Cina, seperti juga di Barat, arsitektur telah merupakan induk seni murni. Sementara itu, sistem konstruksi Cina berkembang dan menjadi mantap. Aturan-aturan seperti order dalam arsitektur Eropa klasik telah berkembang sesuai dengan proporsinya, di berbagai bagian ba-ngunan. Pada bangunan yang bersifat monumental, di puncak kolomnya diberi sambungan yang terdiri atas bagian-bagian yang disebut tou dan kung, yaitu bagian yang menghubungkan kolom dengan rangka atap. Fungsi sambungan ini untuk menyalurkan beban dari atap ke batang kolom. Tou yang berbentuk balok trapesium, menerima beban atap bagian tengah, kung yang berbentuk balok lengan, menerima beban yang menjorok.

Advertisement

Masalah yang timbul bagi para arsitek Cina, bukan mengatur ruang dalam suatu bangunan, tetapi penempatan berbagai bangunan sebagai bagian dari suatu rumah. Bangunan-bangunan ini biasanya berkelompok mengelilingi suatu pekarangan. Sebuah rumah Cina terdiri atas beberapa pekarangan yang jumlahnya tidak tertentu. Bangunan utamanya diusahakan menghadap ke selatan, sehingga cahaya matahari dapat masuk secara maksimal dalam musim dingin, sedangkan dalam musim panas cahaya matahari dihalangi oleh penjorokan atap. Secara umum, sistem struktur rangka ini dipakai juga untuk bangunan kantor, keagamaan, dll.

Di antara bangunan-bangunan keagamaan terdapat klenteng dan kuil berbentuk menara, yang disebut pagoda dan stupa. Struktur bangunan-bangunan ini, selain berupa rangka kayu juga berupa pasangan batu bata dalam berbagai bentuk. Struktur kayu yang tinggi dan bertingkat ganda jarang ditemukan, karena bahannya terbatas. Yang terkenal adalah Chi Nien Tien dari klenteng Surga di Beijing. Tetapi contoh dari konstruksi kayu bertingkat ganda yang paling halus adalah pagoda kayu yang kurang dikenal di Yingsien, Shansi. Pagoda yang didirikan pada tahun 1056 itu berupa bangunan lima tingkat dengan tambahan empat tingkat mezzanine, yang berdiri di atas denah berbentuk segi delapan. Setiap lantai utama dan mezzanine, merupakan “order” yang lengkap. Karena itu pagoda ini disebut seluruhnya memiliki sembilan susunan “order”. Tidak ada bagian bangunan yang tidak berfungsi karena setiap balok menerima beban untuk menopang bagian di atasnya. Puncak atapnya, yang merupakan kerucut segi delapan, diakhiri dengan ujung tajam terbuat dari besi cor dengan tinggi 65 meter. Pagoda ini adalah satu-satunya pagoda dengan rangka kayu yang sampai kini masih ada.
Pagoda kuno yang terbuat dari kayu sebagian besar sudah lenyap. Yang masih banyak dijumpai ada¬lah pagoda dari pasangan batu bata dan dari batu yang berbentuk seperti pagoda kayu. Pagoda Cina bukanlah hasil impor dari India, melainkan hasil perkawinan kedua faham arsitektrral dari dua peradaban, Cina dan India: Badannya secara keseluruhan berasal dari Cina. Unsur India hanya terdapat pada pucuk atapnya, berupa stupa yang sudah dimodifikasi. Banyak pagoda bata atau batu yang menjiplak bentuk kayu untuk mengungkapkan konsepsi arsitektural Cina tradisional.

Pai-lou adalah gapura yang terdapat di jalan-jalan di pedalaman Cina. Meskipun pai-lou dianggap sebagai konsep arsitektural murni Cina, orang pasti melihat kesamaan bangunan ini dengan gerbang pagar yang mengelilingi stupa India, seperti stupa di Sanchi. Di Cina selatan, kebanyakan pai-lou terbuat dari batu. Di kota-kota sebelah utara, pemandangan jalan sering kali dihidupkan oleh pai-lou kayu yang dicat warna-warni.

Konstruksi jembatan merupakan seni Cina kuno. Contohnya adalah struktur jembatan kayu sederhana atau jembatan apung atau ponton. Pada pertengahan abad ke-4, jembatan busur telah mulai dipakai untuk melintasi sungai. Contoh yang paling menarik adalah Jembatan Batu Agung, di Chaohsien, Hopeh. Jembatan ini memiliki busur kecil-kecil yang menembus ruang segi tiga antara jalan raja dan kaki busur utamanya. Bentang busur utamanya 37 meter. Jembatan yang dibangun dalam jaman dinasti Sui ini men-jadi keajaiban bagi para insinyur modern sekalipun. Yang gaya strukturnya lebih lazim adalah Jembatan Marcopolo di dekat Beijing, yang memakai penopang di tengah-tengah bentang. Jembatan gantung sering dipakai di daerah pegunungan Cina sebelah barat daya, dan jembatan dengan ambang batu besar, yang kadang-kadang mencapai ukuran 20 meter atau lebih, tidaklah aneh di Fukien

Incoming search terms:

  • arsitektur cina
  • rangkuman arsitektur cina
  • karakteristik arsitektur china
  • konsep bangunan dengan denah segidelapan
  • konsep arsitektur cina modern
  • kecanggihan arsitektur cina buat jembatan
  • jembatan lengkung kayu china klasik
  • filosofi jembatan trapesium
  • Sejarah terciptanya pagoda china
  • arsitektur di china

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arsitektur cina
  • rangkuman arsitektur cina
  • karakteristik arsitektur china
  • konsep bangunan dengan denah segidelapan
  • konsep arsitektur cina modern
  • kecanggihan arsitektur cina buat jembatan
  • jembatan lengkung kayu china klasik
  • filosofi jembatan trapesium
  • Sejarah terciptanya pagoda china
  • arsitektur di china