Advertisement

Perkembangan filsafat terbagi pada beberapa tahapan yaitu:

1. Filsafat Kuno

Advertisement

Filsafat Kuno diawali munculnya tokoh- tokoh seperti Thales, Anaximandros, Anaximenes, Pythagores, Herakleitos, lalu dilanjutkan oleh Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates (470-399 SM). Pendirian Sokrates yang terkenal adalah “Keutamaan adalah Pengetahuan”, Plato (427-347 SM). Plato mengungkapkan suatu yang kekal disebut Idea. Idea manusia ini tidak dapat diungkapkan secara sempurna pada tiap-tiap manusia. Segala sesuatu yang kita ketahui melalui pengamatan, yang beraneka ragam dan serba berubah itu adalah mengungkapkan Idea- ideanya, yang adalah gambar asli atau pola aslinya. Ajaran Plato tentang jiwa, disebutkan bahwa jiwa dan tubuh dipandang sebagai dua kenyataan yang harus dibedakan dan dipisahkan. Jiwa adalah sesuatu yang dikodrati, yang berasal dari dunia ide yang bersifat kekal dan tidak mati (Harun Hadiwijono, 1992). Aristoteles (384-322 SM). Ajaran Aristoteles tentang manusia melalui dua tahap, la mengatakan bahwa antara tubuh dan jiwa dipandang sebagai dua aspek dari suatu substansi yang saling berhubungan. Jikalau tubuh adalah materi, maka jiwa adalah bentuknya. Jiwa aktus pertama yang paling asasi yang menyebabkan tubuh menjadi hidup. Jiwa adalah asas dalam arti seluas-luasnya, yang menjadi asas segala asas arah hidup yang menggerakkan tubuh, yang memimpin segala perbuatan menuju kepada tujuan (Harun Hadiwijono, 1992)

2. Filsafat Abad Pertengahan

Filsafat abad pertengahan menggambarkan suatu jaman yang baru sekali di tengah-tengah suatu rumpun yang baru, yaitu bangsa Eropa Barat. Filsafatnya yang baru ini disebut Skolastik. Sebutan Skolastik mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan pada abad pertengahan diusahakan oleh sekolah, dan bahwa ilmu-ilmu itu terikat pada tuntutan pengajaran di sekolah-sekolah. Karena perkembangan yang makin maju ada sekolah-sekolah yang membentuk suatu persekutuan atau perkumpulan antara para dosen dan mahasiswa dari satu jurusan, sehingga keduanya mewujudkan suatu keseluruhan yang menyeluruh. Kesatuan ini disebut Universitas Magistrorum et Scolarum (Persekutuan Dosen dan Mahasiswa). Para dosen (magister) dan para mahasiswa (scolares) bersama-sama mewujudkan suatu kesatuan kerja. Kemudian para dosen dan para mahasiswa dari satu jurusan berusaha memperkokoh diri mempertahanlan hak-hak hidupnya.

3. Filsafat Modern

Filsafat modern diawali oleh suatu gerakan yang disebut Renaissance, yang oleh Harun Hadiwijono diartikan sebagai kelahiran kembali (Harun Hadiwijono, 1992). Kelahiran kembali maksudnya ialah kelahiran kembali filsafat dan kebudayaan Yunani dan Romawi kuno. Kebudayaan Yunani dan Romawi kuno pada abad pertengahan tidak muncul kepermukaan karena a kibat d esakan d ari d ogma a gama Kristiani dan ajaran Gereja, yang dalam filsafatnya hanya menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat abstrak dan serta mutiak yang tidak dapat dibantah oleh manusia. Jaman Renaissance ini menurut Harun Hadiwijono, sungguh-sungguh menaruh perhatian kepada alam semesta, kepada hidup kemasyarakatan dan kepada sejarah.

Advertisement