Advertisement

Ruang lingkup sejarah sangat luas, seluas jumlah manusia yang ada. Jangka waktunya sangat lama, selama sejarah umat manusia sendiri, bidang dan aspeknya juga sangat banyak, sebanyak alam cita-cita, peradaban, kebudayaan, kepercayaan, dan agama yang dianutnya. Untuk mengerti gambaran alam manusia yang sangat luas ini, para ahli mencoba menguraikan, membagi dan menggolong-golongkannya. Sejarah mempunyai corak yang dinamis dan mempunyai perspektif evolusionistis, hal ini dikarenakan adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat yang menyebabkan sejarah menjadi dinamis pula. Walaupun hidup di tengah-tengah perubahan yang tak ada putus-putusnya itu, orang mulai memperhatikan perubahan dalam sejarah. Sejarah bukan sebagai deret kejadian yang statis, melainkan sebagai perkembangan yang ada sangkut pautnya dengan yang lain (Romein dalam Toegiman, 1956).

Dari deretan peristiwa masa lampau yang sedemikian banyaknya itu dibagi-bagi dan dikelompokkan sifat ataupun bentuknya, sehingga membentuk satu kesatuan isi, bentuk maupun waktu yang tertentu. Sejarawan memusatkan diri pada masalah-masalah yang kekal dan lembaga-lembaga atau gagasan-gagasan yang menentukan di dalam sejarah datanya yang paling awai sampai kepada masa kini. Tindakan memberikan suatu nama deskriptif kepada suatu periode sejarah merupakan cara sejarawan untuk memberikan periode itu suatu referensi yang dapat dipergunakan untuk mengerti nilai-nilainya. Tetapi tidak ada satupun jaman atau periode yang dapat disebutkan dengan cepat memberikan satu sifat yang tunggal yang pasti. Hal ini berhubungan erat dengan agama, filsafat, kepercayaan, keyakinan, dan pandangan para sejarawan itu sendiri. Memang di dalam penafsiran ataupun ulasan sejarah yang berbeda-beda itu dapat dibenarkan dalam sejarah yang berbeda-beda itu dapat dibenarkan dalam sejarah.

Advertisement

Advertisement