Advertisement

PERKEMBANGAN PUCUK, Pada waktu daun yang sedang berkembang masih kecil dan masih menjadi bagian kuncup ujung, timbullah sebongkah sel meristem pada ketiak antara daun dan batang. Bongkah ini merupakan bagian rudimen kuncup ketiak, dan jika bagian ini berkembang penuh, maka akan terjadilah susunan yang sama dengan kuncup ujung. Nasib kuncup ketiak ini bergantung pada sejumlah faktor, dalam dan luar. Tunas” ini mungkin akan dorman pada awal perkembangannya, atau mungkin tumbuh menjadi pucuk cabang yang akan mempunyai kuncup ujung tersendiri.
Di daerah bawah korpus, sel-selnya akan membelah diri lebih lambat, mulai membentuk vakuola, dan membentuk dinding lebih tebal. Perubahan ini biasanya mulai tampak di tengah poros tempat sel-sel tersusun dalam jalur sangat beraturan dan sejajar. Jika sel dalam daerah tengah ini membelah diri, maka terbentuklah dinding baru yang bersilangan dengan poros memanjang sehingga akan terbentuk tumpukan sel secara vertikal. Tiap tumpukan berasal dari satu sel yang berada dekat ujung. Sel-sel pada tumpukan ini secara berkelompok dikenal dengan nama meristem rusuk, berbentuk memanjang dan menyebabkan jaringan sebelah-menyebelah-meregang sehingga primordium daun terpisah satu dengan Tang lain.
Sel meristem rusuk akan lebih cepat kehilangan kemampuan dirinya daripada sel-sel sebelah-menyebelahnya 7ang membentuk bagian yang disebut meristem sisi. Jika sel -meristem sisi ini melanjutkan pembelahannya dan memanjangkan diri untuk jangka waktu sangat lama setelah sel-sel meristem rusuk berhenti membesar, jaringan tengah akan robek sehingga terjadi lubang pada batang. Jika meristem sisi akhirnya berhenti tumbuh memanjang, maka daun-daun akan menempati kedudukan yang tepat pada batang tua.
Selama batang muda ada dalam proses pemanjangan dan primordium daun pun berkembang, maka terjadilah diferen-siasi jaringan pembuluh ( 5.3). Prokambium, yaitu suatu prekursor pembentuk sistem pembuluh, akan muncul sebagai suatu jalur jaringan memanjang yang terletak antara meristem rusuk dan meristem sisi, bertepatan dengan tempat primordium daun melekat. Jalur prokambium dari primordi-um daun termuda akan berkembang sebagai perluasan jalur prokambium yang telah terbentuk pada bagian bawah batang, sehingga jaringan pembuluh akan tersusun menjadi suatu sistem sinambung. Ketika masing-masing primordium daun berkembang, satu atau beberapa jalur prokambium batang akan tumbuh ke dalam prokambium daun. Akibatnya, jaringan pembuluh daun dewasa dapat dianggap sebagai pemanjangan jaringan pembuluh batang. Ketika jalur prokambium meluas ke primordium daun, sel-selnya berdiferensiasi menjadi berbagai unsur seperti pada jalur pembuluh dewasa. Selama proses ini berlangsung, sel-sel prokambium tumbuh hanya pada satu arah dan menghasilkan sel memanjang, suatu ciri khas jaringan penghantar. Diferensiasi floem dalam jalur prokambium tadi terjadi secara akropetal, dari bawah ke atas pada batang (sebagai kelanjutan dari floem yang lebih tua pada bagian bawah batang), dan kemudian meluas ke luar, yaitu ke daun. Sebaliknya diferensiasi xilem bermula dari pangkal masing-masing primordium dauri yang berlanjut ke dua arah, secara akropetal ke dalam daun dan secara basipetal (dari atas ke pangkal) ke buku di bawahnya sehingga xilem ini bersatu dengan yang lebih tua yang terletak di bagian bawah batang. Asal-mula terjadinya jalur pembuluh dalam satuan yang terbagi atas daun dan ruas di bawahnya menunjukkan bahwa dari perkembangannya sistem pucuk dapat dianggap sebagai sebuah deretan satuan batang-daun yang terbentuk secara berurutan dari ujung batang.

Advertisement
Advertisement