Advertisement

PERSYARATAN LAHIRNYA EKONOMI PASAR SOSIAL DI JERMAN – Tidak kurang suara yang menentang kebijakan pasca-perang mengenai pampasan dan penyusutan ekonomi untuk tujuan-tujuan kemanusiaan, ekonomi, dan maksud-maksud politik. Bahkan pada masa perang pun, Herbert Hoover (1942), John Maynard Keynes yang mengkritik karena konsekuensi terhadap perekonomiannya setelah perang, dan sebuah kelompok studi dari ternationalAffairsdi Inggris (1943) telah mengadvokasikan suatu cara penggantian kerugian yang cukup rasional. Victor Gollancz menyerang dengan tajam rencana-rencana pasca perang Sekutu dan menyebutnya sebagai kerangka kerja darah dingin.

Pada 6 September 1946 Presiden Truman menyuruh Menteri Luar Negeri AS, yang pada waktu itu, dijabat oleh James F. Byrnes, untuk mendeklarasikan bahwa bangsa Jerman tidak dapat dikurangi haknya untuk membangun kembali perindustriannya untuk tujuan-tujuan ekonomi. Pada Februari 1947, Presiden Truman mengirim Herbert Hoover bersama dengan sekelompok ahli ke Jerman. Tiga laporan yang dihasilkan Hoover pada masa berikutnya memuat, antara lain, usulan suatu kebijakan ekonomi yang baru. Pada 5 Juni 1947, Menteri Luar Negeri AS, G. C. Marshall, menyampaikan dalam pidatonya di Harvard University:

Advertisement

“Sesungguhnya, untuk tiga atau empat tahun mendatang, kebutuhan Eropa terhadap makanan dan produk penting lainnya dari luar negeri, terutama akan berasal dari Amerika, ini lebih besar dari kemampuan bayar yang dipunyai Eropa saat ini. Dengan demikian, Eropa harus mendapatkan sejumlah besar bantuan tambahan, atau, hal itu akan menyebabkan kehancuran ekonomi, sosial, dan politiknya. Oleh sebab itu, masuk akal bila Amerika Serikat melalui kekuasaannya akan mengupayakan segala hal untuk mengembalikan kondisi dunia yang normal dan sehat, yang tanpanya kita tidak akan mencapai perdamaian atau stabilitas politik.” Inilah sebenarnya awal lahirnya konsep yang sangat mementingkan pembangunan perekonomian Eropa, umumnya, dan Republik Federal Jerman khususnya. Tidak berapa lama setelah pidato Marshall tersebut pada 29 Agustus 1947, suatu ‘Revisi Perencanaan Industri’ dicanangkan untuk wilayah Amerika dan Inggris, dengan merencanakan tingkat produksi 100% seperti pada tahun 1936, menggantikan angka 70% – 75% yang direncanakan pada perencanaan awal.

Dengan demikian, kebijakan negara-negara Sekutu Barat dan Timur mulai dan makin berbeda. Uni Soviet tetap melanjutkan kebijakannya sejak awal mengenai peleburan dan penekanan dalam bidang ekonomi di wilayah kekuasaannya. Lebih jauh lagi, telah dilaksanakan peraturan politik dan politik- ekonomi yang sangat penting untuk dijadikan landasan pembentukan masyarakat sosialis model Rusia. Antara lain, penyerahan tanpa imbalan semua bank komarsial dan bank tabungan, penyerahan tanpa imbalan semua lahan yang luasnya melebihi 100 hektar, penyerahan tanpa imbalan hampir

50% dari keseluruhan kapasitas industri, serta penggabungan Partai Komunis Jerman (KPD)dan Partai Demokrasi Sosial Jerman (SPD)menjadi Partai Persatuan Sosialis Sebaliknya panglima tertinggi dari dua zona (Zona Inggris dan Zona Amerika Serikat), yang sejak 1 Januari 1947 secara adminisratif sudah diperintah bersama, pada 29 Mei 1947 menyepakati penggabungan kedua zona tersebut yang kemudian disebut sebagai Wilayah Ekonomi Serikat (Vereinigtes                Wirtschaftsgebiet).Sejalan dengan

Potsdam penggabungan itu bertujuan untuk melembagakan kembali kesatuan perekonomian Jerman dan mendukung pembangunan kembali di Eropa yang tidak dapat dilaksanakan tanpa industri Jerman yang hubungannya beragam dengan perekonomian negara-negara tetangga. Administrasi Wilayah Ekonomi Serikat ini dipercayakan kepada Jerman dengan pembentukan Dewan Ekonomi sebagai parlemen, Dewan Negara-Negara Bagian sebagai majelis kedua, dan Dewan Pimpinan Meskipun kewenangan administrasi tersebut terbatas pada masalah ekonomi, sosial, dan fiskal, dan undang-undang yang disepakati oleh Dewan Ekonomi harus disetujui oleh Dewan Pengawas (Kontrohal itu sebenarnya mengawali pemindahan kewenangan politik ke instansi-instansi Jerman.

Kurang-lebih setahun kemudian, pada 6 Juni 1948, Belgia, Prancis Inggris, Luksemburg, Belanda, dan Amerika Serikat bersepakat mengenai rekonstruksi pemerintahan di zona-zona kekuasaan Sekutu Barat. Pada 1 Juli 1948, kesebelas Perdana Menteri dari negara bagian dari tiga Zona Barat menerima dokumen yang disebut Dokumen-D yang berisi garis-garis besar pembangunan Republik Federal Jerman. Kebijakan Jerman yang baru dari Sekutu Barat tersebut merupakan prasyarat politis yang sangat berarti untuk kelahiran i konomi Pasar Sosial, karena kebijakan baru itu berarti potigalihan hak-hak atas penentuan nasib sendiri di bidang i < hijakan umum dan ekonomi kepada instansi-instansi Jerman, Khususnya kepada administrasi perekonomian dari Wilayah I konomi Serikat yang dipimpin oleh Ludwig Erhard setelah i<^menangannya dalam pemilihan pada 2 Maret 1948. i ‘i . isyarat lain, yang juga sebagian besar dibuat Sekutu Barat untuk lahirnya kembali suatu tatanan perekonomian pasar, Miorupakan reformasi mata uang pada 20 Juni 1948.

Advertisement