ARTI PLATONISME

319 views

PLATONISME

Filsafat Plato (427 — 347 SM) dan/atau filsafat mereka yang mendasarkan pendekatannya pada filsafat Plato.

1. Dunia ini sebagaimana tampak pada indera-indera kita tidak merupakan dunia real. Ada dua wilayah: wilayah nyata yang berisi Ide-ide Abadi Sempurna dan Tidak Berubah, yang diketahui hanya oleh intelek kita; dan wilayah ilusi, atau kurang nyata, yaitu wilayah objek-objek konkret, individual serta berubah, yang diketahui oleh indera-indera kita dan yang ada sebagai salinan atau tiruan yang tidak sempurna dari Ide-ide Sempurna. Dunia real bersifat nonspasial dan nontempoi Dunia aktual bersifat spasial dan temporal.

2. Entitas-entitas abstrak seperti hal-hal universal, jiwa, benti esensi, ada dalam dunia real tanpa tergantung pada konse kita tentang hal-hal itu, dan mereka lebih real daripada objek-objek inderawi (yang dapat diamati).

3. Manusia, melalui penggunaan rasionya, dapat mengendalik emosi-emosinya yang mendasar dan kodratnya yang irasio: dan karena itu berkembang setara moral dan spiritual. Manu melakukan kejahatan karena mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang kebaikan.

4. Pengetahuan kefilsafatan tentang yang benar, yang baik c yang indah bersifat esensial bagi perkembangan kebenaran c bimbingan yang tepat terhadap diri sendiri dan orang la Pengetahuan ini dapat dicapai dengan penggunaan rasio sec; ketat melalui proses dialektis.

5. Manusia memiliki jiwa dan jiwa itu tidak dapat mati (imort;

6. Ada suatu spiritualitas dan suatu rasionalitas yang meliputi luruh alam semesta.

 

Jika dengan Platonisme dimaksudkan sederetan filsafat yang dibentuk oleh pemikiran Plato, banyak sekali filsafat mesti dimaksudk;

1. Pertama-tama tentu saja Akademi Plato yang berlangsu dari 385 SM sampi dengan 529 M. Betapapun jauh menyi pang dari pemikiran Plato, nama Plato dihormati dan sebag tertentu pemikirannya dipertahankan.

2. Kendati mengritik teori ide Plato, Aristoteles memasukkan! sebagai unsur forma dalam substansi sensibel. Maka, dai; arti tertentu, filsafat Plato diteruskan dalam Lyceum Aristotel

3. Gerakan Neoplatonisme, yang muncul sejak abad ke-I S hingga abad ke-I M, melanjutkan dan menekankan asp aspek mistik pemikiran Plato.

4. Philo Judaeus menggabungkan pemikiran Platonis dengan tradisi keagamaan Yahudi, seraya menempatkan alam ide- Plato dalam pikiran ilahi sebagai pola penciptaan. Maka, ide-ide mulai sebagai ide-ide dalam pikiran ilahi. Dengan prinsip emanasi ide-ide itu menjadi alam ide-ide. Jadi, Philo mempertahankan otonomi Allah dan sistem Plato.

5. St. Agustinus melanjutkan tradisi Philo. Atas dasar pengalam¬annya sendiri, ia yakin Platonisme sebagai langkah atau tahap awal dan perlu dalam penerimaan pemikiran Kristen.

6. Filsafat Islam meneruskan tradisi-tradisi pemikiran Platonik maupun Aristotelian, yang untuk kurun waktu yang panjang menafsirkan keduanya dalam kerangka Neoplatonisme.

7. Pada Abad Pertengahan para Fransiskan cenderung mengabadikan modus pemikiran Agustinian dan Platonik. Penekanan ini tampak nyata dalam Erigena, Anselmus, dan Bonaventura.

8. Dalam Renaissance mesti disebutkan tidak hanya Nicholas dari Cusa dan Petrarch, tetapi juga Akademi Fiorentina, yang mencoba menghidupkan kembali Akademi Plato di Italia. Pletho, Ficino, dan Pico Delia Mirandola berperan penting dalam gerakan ini.

9. Di Inggris John Colet, Thomas More, dan kaum Platonis Cambridge, termasuk Ralph Cudworth, Henry More, Benyamin Whichcote, dan lain-lain adalah kaum Platonis.

10. Pada tahun-tahun terakhir A.N. Whitehead, yang menganggap filsafat Barat sebagai deretan catatan kaki bagi Plato, memperkenalkan ke dalam filsafatnya “objek-objek eternal” yang sangat mirip dengan ide-ide Plato.

 

 

 

Teori Ide-ide dari Plato

1. Walaupun indra-indra kita menyingkapkan bagi kita hanya dunia yang selalu menjadi dan perubahan — yang merupakan semacam titik tengah antara eksistensi sejati dan noneksistensi (ketiadaan) — rasio (nous) maju terus untuk menemukan Ide- ide, bentuk-bentuk, objek-objek abadi yang tidak dapat diin- derai. Kesemuanya ini ada di atas dan melampaui hal-hal inderawi dari dunia ini dan memberikan makna yang sejati bagi dunia yang berubah dan kehidupan manusia. Segala sesuatu yang dapat berubah berpartisipasi dalam Ide-ide tersebut, serta menirunya. Naik ke dunia Ide-ide, khususnya kepada Yang Baik dan Yang Indah, terjadi karena keinginan besar (passion) dan eros yang merupakan cinta (Platonis) yang menghasratkai dan mengupayakan hal yang indah dan hal yang benar. Ide Ide tersebut berlabuh dalam Allah (Ide Kebaikan).

2. Dunia tidak diciptakan: Materi dibentuk oleh Demiurge menjadi kosmos dan dijiwai dengan satu jiwa-dunia. Jiwa tersebu merupakan prinsip gerakan dan kehidupan. Ia berasal dai suatu dunia yang lebih tinggi yang melampaui dunia in Naiknya roh manusia ke kontemplasi Ide-ide tersebut terjadi melalui anamnesis (ingatan/kenangan) akan Ide-ide tersebut yan dilihat secara intuitif oleh jiwa. Jiwa dapat memiliki intuisi it karena sebelumnya pernah hidup di dunia ide. Proses ir digerakkan oleh barang-barang material yang merupakan ba yang-bayang kabur dari Ide-ide tersebut.

3. Tujuan kehidupan manusia ialah menjadi seperti Allah, Id Sempurna dari Yang Mutlak. Kondisi untuk memperoleh tujua ini ialah pembentukan dan pendidikan yang tepat dalam da melalui komunitas yang terorganisir secara rasional. Plato melukiskan komunitas ideal ini secara rinci dalam karyanya, Tl. Republic dan — kendati kurang radikal — dalam risalahnya ter tang hukum yang dikarang pada usia tuanya. Sebagaimar harus ada harmoni dalam jiwa manusia antara tiga bagiannya – hal yang bersifat nikmat, marah, dan yang rasional — demikia juga harmoni dan keadilan harus meraja dalam masyarak; atau negara.

Unsur Negara

Negara juga mempunyai tiga bagian: para filsuf sebagai penguas para tentara sebagai pelindung dan rakyat biasa yang bergeli dalam urusan bisnis. Setiap bagian hendaknya memenuhi fung yang diberikan kepadanya. Suatu program pendidikan dan latihj yang cermat hendaknya mempersiapkan para filsuf dan angkati bersenjata bagi posisinya dalam masyarakat. Dua kelompok i hendaknya tidak mempunyai milik pribadi. Harta, isteri ds anak-anak merupakan milik bersama, dan diatur menurut atur: yang sangat ketat.

Melalui buku yang ke-10 Plato berupaya mengambil sik; melawan keyakinan-keyakinan yang primitif dari rakyat awa dan sikap-sikap skeptis dari kaum sofis muda berkaitan dengan masalah-masalah universal tentang imortalitas pribadi, tujuan akhir manusia, dan tentang tanggung jawab dalam kehidupan nanti atas perbuatan-perbuatan kehidupan sekarang ini.

 

Neo Platonisme

Platonisme mengalami kebangkitan kembali dalam neo-Platonisme, Agustinus, Renaisance dan paling sedikit mempunyai pengaruh pada kebanyakan filsuf besar dari tradisi Barat. Setelah dipengaruhi secara mendalam oleh Sokrates, Plato semula bermaksud menjadi pendidik kaum muda Atena, mengikuti contoh komunitas Pythagoras. Tatkala rencana ini gagal, dia mendirikan Akademi dan menyatukan ide-ide filosofisnya ke dalam Dialogues-nya. yang sungguh-sungguh masyhur. Dia mendasarkan usul-usulnya bagi pembaruan politik pada pandangannya tentang dunia. Dan ini mencakup keyakinannya bahwa terdapat nilai-nilai yang tidak berubah, serta berlaku umum.

Incoming search terms:

  • platonisme
  • pengertian platonisme
  • platonis
  • platonisme adalah
  • arti platonis
  • platonis adalah
  • pengertian pedatonismw
  • cinta platonis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *