PROSES DAN KECEPATAN PERUBAHAN

61 views

Alvin L. Bertrand menyatakan bahwa proses awal dari perubahan di dalam masyarakat adalah karena komunikasi dan dengan demikian hal ini menyangkut masalah penyebarluaskan gagasan-gagasan, ide-ide, dan keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil budaya yang berupa fisik. Suatu masyarakat tertentu memang bisa memperkaya kebudayaannya dengan jalan: meminjam pola-pola kebudayaan dari masya-rakat lain atau dengan jalan menelorkan hasil-hasil ciptaan maupun penemuan. Hasil-hasil penciptaan dan penemuan itu perlu untuk disebarluaskan dan ini melalui komunikasi. Salah satu di antaranya, adalah apa yang dinamakan dengan diffusi, yaitu proses dimana suatu ciri kebudayaan tersebar luas secara geografis dari sumber di mana ciri itu tercipta.

Di dalam literatur sering diffusi itu dibedakan  antara diffusi intra masyarakat (intra society diffusion) dan diffusi antara masyarakat (inter society diffusion) . Pengertian diffusi terutama diffusi intra masyarakat, haruslah dibedakan dengan pewarisan sosial (social inharitance). Sosial inharitance adalah penularan kebudayaan dari satu generasi kepada generasi berikutnya yang semata-mata menyangkut unsur waktu saja, dan tidak menyangkut unsur ruang dan waktu.

Gagasan, ide-ide, dan keyakinan-keyakinan serta hasil-hasil budaya yang berupa fisik pada dasarnya dapat diffusikan antara orang dengan orang, antara satu masyarakat dengan masyarakat lain; atau dengan kalimat sederhana – antara orang dan anggota kelompok manapun juga, yang satu dengan yang lain dipi-sahkan oleh jarak tempat. Proses diffusi dapat berjalan secara langsung, akan tetapi dapat juga secara tidak langsung. Proses diffusi terjadi secara langsung apabila kedua belah fihak benar-benar terdapat pertukaran secara pribadi, sedangkan proses diffusi yang secara tidak langsung bila disebarluaskan melalui alat- alat komunikasi. Proses diffusi dapat pula berjalan secara damai, tetapi dapat pula secara paksaan. Ia dapat berlangsung secara sengaja maupun secara tidak sengaja.

Di dalam proses penyebarluasan terkandung konsep pelembagaan, artinya sesuatu yang baru akan dilaksanakan dalam tingkah laku dari warga masyarakat. Suatu nilai yang baru akan dilaksanakan dalam tingkah laku apabila nilai-nilai itu telah institutionalized dalam diri warga masyarakat. Dengan demikian apabila gagasan-gagasan, ide-ide itu mau dilaksanakan maka gagasan-gagasan, ide-ide tersebut haruslah dikenal lebih dahulu sebab bagaimana mereka mau melaksanakan apabila, mereka itu tidak mengetahuinya.

Yang dimaksud dengan efektivitas menanam adalah hasil positif dari penggunaan tenaga manusia, alat-alat, organisasi dan metoda untuk menanamkan lembaga baru di dalam masyarakat. Semakin besar kemampuan tenaga manusia, semakin ampuh alat- alat yang digunakan, makin rapih dan teratur organi-sasinya, dan makin sesuai sistem penanaman itu dengan kebudayaan masyarakat, makin besar hasil yang dapat dicapai oleh usaha penanaman lembaga baru itu. Tetapi setiap usaha menanam sesuatu yang baru pasti akan mengalami reaksi dari beberapa golongan dari masyarakat yang merasa dirugikan. Kekuatan menentang dari masyarakat itu mempunyai pengaruh yang negatif terhadap kemungkinan berhasilnya proses “institutionalized”.

Dengan demikian maka jelaslah bahwa apabila effektivitas menanam kecil, sedangkan kekuatan menentang dari masyarakat besar, maka kemungkinan suksesnya proses “institutionalized” menjadi kecil atau malahan hilang sama sekali. Sebaliknya apabila efektivitas menanam besar dan kekuatan menentang dari masyarakat kecil, maka jalannya proses “insti-tutionalized” menjadi lancar. Terhadap hasil dari pengaruh positif dan negatif itu ada pengaruh dari faktor ketiga, yaitu faktor kecepatan menanam. Yang diartikan dengan itu adalah panjang atau pendeknya jangka waktu di mana usaha menanam itu dilakukan dan diharapkan memberi hasil. Semakin tergesa-gesa orang berusaha menanam dan semakin cepat meng-harapkan hasilnya, semakin tipis efeknya “instituti-onalized” dalam masyarakat. Sebaliknya, semakin tenang orang berusaha menanam dan semakin cukup waktu yang diperhitungkannya untuk menimbulkan hasil dari usahanya, maka semakin besar hasilnya.

Dari deskripsi di atas, kita dapat menyatakan bahwa dalam proses penyebarluasan suatu gagasan, ide-ide ataupun keyakinan-keyakinan serta hasil- hasil budaya yang berupa fisik itu, sangat menyangkut beberapa faktor atau unsur-unsur tertentu. Rogers dan Shoemaker menyatakan bahwa unsur-unsur penting itu adalah:

  1. Inovasi, yaitu suatu ide baru, tidak pandang apakah itu merupakan hasil ciptaan yang dihasilkan belum lama ini atau yang dihasilkan sebelum itu.
  2. Komunikasi, yaitu interaksi yang berlangsung se-waktu orang yang satu mengkomunikasikan dan melontarkan suatu ide baru kepada orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  3. Sistem (sistem-sistem) sosial di mana individu (in-dividu-individu) bertindak dalam kaitannya deng-an inovasi tertentu.
  4. Unsur Waktu; orang-orang yang bisa menerima inovasi baru dengan mudah, memiliki ciri-ciri berlainan dari orang-orang yang membutuhkan waktu- waktu lama menerima inovasi.

Incoming search terms:

  • pengertian intra society diffusion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *