Advertisement

PROSES METAMORFOSA KUPU-KUPU – Suatu kelompok serangga dari bangsa Lepi- doptera. Sepintas lalu, kelompok serangga yang cu­kup dikenal karena bisa ditemukan hampir di setiap tempat ini dapat dibedakan dengan kelompok lain ka­rena mempunyai dua pasang sayap yang corak serta warnanya sangat beranekaragam. Rentangan sayap­nya bervariasi dari 5-27 milimeter. Sayap ini dilapisi rambut dan sisik dengan susunan saling menutup yang jika dipegang akan menempel pada tangan. Warna yang terpancar dari sayapnya disebabkan pigmen-pig- men pada rambut serta sisik-sisik tersebut. Susunan rambut serta sisik-sisik yang berlapis dan berkerut-ke­rut akan memantulkan cahaya yang berbeda-beda sehingga terjadi perubahan warna.

Perkembangannya melalui metamorfosis sempur­na. Sesudah kawin, betina dewasa mencari jenis tum­buhan yang cocok untuk meletakkan telurnya, biasa­nya pada pucuk-pucuk tumbuhan. Setelah kurang lebih 2 minggu sampai 1 bulan, telur menetas menjadi larva, yang disebut ulat. Mula-mula, ulat yang beru­kuran kecil ini memakan sisa-sisa telur yang dalam­nya sudah kosong. Lalu, ulat mulai memakan pucuk- pucuk tumbuhan yang masih lunak. Ulat, yang berbentuk silindris, mempunyai 13 ruas yang terdiri atas 3 ruas dada dan 10 ruas perut. Permukaan tubuh­nya berbulu. Ulat mempunyai beberapa cara, bergan­tung pada jenisnya, untuk menghindarkan diri dari musuhnya, misalnya dengan mengeluarkan bau tidak sedap, dengan mengubah warna tubuhnya sehingga mirip daun, atau dengan memanfaatkan bulunya seba­gai alat sengat. Pada ulat juga ditemukan kelenjar su­tera, yakni modifikasi kelenjar ludah yang terdapat pada bibir bawah. Sutera ini digunakan untuk mem­buat kepompong atau tempat perlindungan, misalnya berupa gulungan atau lipatan daun.

Advertisement

Umumnya, ulat mengalami lima kali pergantian kulit. Kulit yang sudah sempurna terbentuk akan le­pas. Periode antara pergantian kulit disebut instar (li­hat juga Instar). Biasanya, ulat pada instar terakhir merayap-rayap mencari tempat yang cocok untuk ber­diam diri pada tahap pupa.

Periode pupa berlangsung selama 2 minggu sampai beberapa bulan, tergantung pada jenisnya. Pupa ini di­letakkan pada bagian tumbuhan dengan bermacam- macam cara, yaitu tergantung bebas pada ekornya, menempel pada salah satu permukaan sisinya, atau berdiri tegak dengan ekor sebagai tumpuan, sedang­kan bagian tengahnya terikat pada ranting tumbuhan sutera. Pupa yang sudah siap menjadi kupu akan ber­ganti warna sesuai dengan warna sayap yang akan ter­jadi. Warna ini sudah bisa terlihat karena menembus penutup sayap.

Kupu yang baru muncul dengan sayap melipat dan mengkerut, tampak lembut dan lemah. Segera bina­tang ini merayap mencari tempat untuk bergantung selama beberapa menit. Setelah sayap meluas sepenuhnya, kupu sudah siap terbang.

Umumnya, kupu aktif pada siang hari (diurnal). Bulu ulatnya tidak begitu tebal, namun terdapat ba­ngunan semacam duri yang lunak. Pupa kupu tidak terbungkus kokon. Kupu mempunyai tubuh ramping. Rentangan sayap pada ngengat bisa mencapai ukuran lebih luas dibanding kupu. Susunan rambut dan sisik- sisik pada sayap ngengat biasanya lebih rapat diban­ding kupu.

Dalam segi ekonomi kupu mempunyai arti penting karena ulatnya sebagian besar berperan sebagai hama. Namun demikian ada juga yang bermanfaat bagi ma­nusia, misalnya ulat sutera yang bisa menghasilkan sutera alam.

Kupu-burung Priamus ditemukan Alfred Russel- Wallace pada tahun 1859 di Pulau Bac-an. Serangga ini berukuran besar/sehingga kalau terbang menyeru­pai burung. Lebar rentangan sayap kupu jantannya mencapai 12,5 – 13 sentimeter, sedangkan pada kupu betina 15-19 sentimeter.

Warna sayap kupu jantannya lebih mencolok dari­pada kupu betina. Permukaan atas sayapnya berwarna hijau berkilauan yang berpadu dengan hitam beludru. Sayap depannya terkadang dihiasi bintik-bintik ku­ning emas. Warna permukaan bawah sayapnya sama dengan permukaan atas, hanya kurang mencolok; ka­dang kala sedikit tersembur warna hijau kebiruan.

Kupu betina berukuran jauh lebih besar dibanding­kan kupu jantan. Penampilannya tampak berbeda de­ngan kupu jantan. Permukaan atas sayapnya berwarna gelap, yaitu hitam kusam, dengan bercak-bercak ku­ning pucat atau abu-abu.

Kupu-burung priamus menyenangi tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. Nektar yang disukai­nya adalah dari tumbuhan yang berbunga mencolok, ‘ seperti Hibiscus merah, Allamanda kuning, dan Bou- gainvillea ungu. Kupu ini terbang lambat disertai de­ngan kelepakan sayapnya. Biasanya, serangga ini ter­bang tinggi pada pagi hari. Ketika senja akan berakhir, kupu hinggap pada bunga yang disukainya untuk mengisap madu.

Ulat kupu-burung priamus berwarna cokelat. Se­panjang tubuhnya terdapat sederetan duri lunak. Makanannya daun tumbuhan Aristolochia sp., karena itu ada ahli yang menyebutnya kupu aristolochia. Pu- panya berwarna cokelat kekuningan dengan garis-ga­ris serta bercak-bercak tak beraturan yang warnanya lebih gelap. Pupa ini menempel pada tumbuhan di ba­gian ekornya, diperkuat sabuk sutera di bagian tengah tubuhnya.

Daerah penyebarannya meliputi Kepulauan Malu­ku, Irian Jaya, Papua Niugini, Solomon, New Britain, dan Australia.

Kupu-burung priamus digemari kolektor karena ukurannya yang besar serta warnanya yang menarik. Di kawasan Indonesia Timur kupu ini sudah diper­jualbelikan. Untuk menjaga kelestariannya kupu-bu­rung priamus dinyatakan sebagai kupu yang dilin­dungi.

Kupu-jeruk Biru jantan dan betina mempunyai ukuran hampir sama, dengan lebar rentangan sayap­nya 11,5-12 sentimeter. Permukaan atas sayapnya berwarna hitam legam dengan bagian tengah dihiasi warna biru berkilauan. Pada kupu betina, bagian yang biru ini lebih sedikit dibandingkan kupu jantan, dan pada tepinya ditemukan coretan-coretan berwarna bi­ru. Warna permukaan bawah sayapnya berwarna hi­tam kecokelatan dengan bercak-bercak cokelat terang pada tepi sayap belakang. Pada kedua sayap belakang kupu jantan maupun kupu betina dijumpai bangunan semacam ekor.

Telur kupu-jeruk biru berbentuk bola berwarna pu­cat, yaitu kuning kehijauan. Telur ini diletakkan satu- satu pada pucuk-pucuk daun muda tanaman Evodia sp., yang termasuk suku Rutaceae (jeruk-jerukan).

Ulatnya berwarna hijau dengan bagian punggung lebih gelap daripada perut. Pada kedua sisinya terda­pat garis kuning pucat. Umumnya, ulat ini aktif ma­kan pada malam hari, sedangkan pada siang hari beristirahat di permukaan atas daun. Ulat ini sulit di­lihat sebab warnanya mirip daun, suatu cara perlin­dungan dirinya. Kerusakan daun-daun segar yang di­duga bekas gigitannya sering dijadikan salah satu petunjuk untuk menemukan tempat istirahat ulat itu.

Pula terikat oleh ekor dan sabuk sutera di bagian tenga. tubuhnya pada sisi bawah daun, tangkai daun, atau ranting kecil. Lama tingkat pupa ini bervariasi, yakni 3-6 minggu.

Kupu-jeruk biru mampu terbang tinggi dan sangat kuat. Kupu ini menyukai warna mencolok, terutama biru. Untuk memudahkan menangkapnya, orang memberikan umpan berupa spesimen jenis ini; umpan tersebut ditempatkan pada semak-semak di sekitar tempat kupu ini terlihat terbang. Jika melihat, kupu akan menukik menghampirinya. Pada saat inilah kupu tersebut ditangkap.Pada musim kering, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan pada musim hujan. Pada bulan-bulan yang sangat panas selama musim kering, kupu ini lebih suka beristirahat pada tempat yang teduh, dengan menggantung pada daun.

Kupu-jeruk biru terdapat di Pulau Seram, Papua Niugini, Australia, Kaledonia Baru dan sekitarnya. Serangga ini bisa ditemukan pada daerah berketing­gian 750 – 900 meter di atas permukaan laut. Kupu- jeruk biru termasuk jenis yang dilindungi.

Kupu-raja Helena berukuran besar dengan sayap berwarna hitam berpadu kuning terang yang hampir tembus pandang. Warna hitam ini terpancar pada ke­dua sayap depannya dari atas sampai bawah. Pada ku­pu betina, warna hitam ini agak pudar menjadi keco­kelatan. Selain itu, sepanjang vena hingga tepi sayapnya dijumpai warna abu-abu. Pada bagian te­ngah kedua sayap belakangnya terpancar warna ku­ning terang; biasanya, di bagian ini dijumpai 4-5 ber­cak-bercak hitam. Warna di bagian punggungnya hitam, sedang dari sisi hingga perut abu-abu. Di bela­kang kepalanya melintang garis merah.

Telurnya, yang kecil dan berwarna hijau, terlin­dung kulit tebal. Ulatnya hidup pada tumbuhan Aris­tolochia. Pupanya berwarna hijau kekuningan.

Kupu-raja helena tersebar cukup luas di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Seram, India sampai Papua Nugini. Jenis ini termasuk yang dilindungi.

Kupu-sirsak dikenal sebagai kupu yang sukar ditangkap karena mampu terbang cepat dan jarang hinggap dalam waktu lama. Waktu yang paling baik untuk menangkapnya adalah ketika kupu itu hinggap pada bunga Lantana. Lamanya hinggap di tiap bunga hanya 2-3 detik dengan sayap selalu mengepak.

Corak dan warna sayap kupu jantan dan betina sa­ma. Namun, kupu betina berukuran sedikit lebih besar daripada kupu jantan; bentuk sayapnya lebih bulat de­ngan gelombang lebih nyata pada tepi belakang sa­yap. Rentang sayapnya 7-9 sentimeter.

Permukaan atas sayap depannya hitam berhiaskan bercak-bercak kuning kehijauan yang tersusun dalam baris-baris. Demikian pula gambaran pada sayap bela­kangnya. Pada kupu jantan terdapat rambut-rambut yang mengarah ke punggung.

Permukaan bawah sayapnya bercorak sama dengan permukaan atas, hanya saja warna hitam diganti de­ngan hitam kecokelatan dan berkilauan seperti mutia­ra. Warna bercak-bercaknya juga lebih pucat. Pada sa­yap belakangm^terdapat dua bintik rnerah.

Telurnya diletakkan satu-satu pada daun muda. Ulatnya sangat menyukai daun tanaman sirsak; oleh karena itu kupunya disebut kupu sirsak. Kadang-ka­dang, ulat ini ditemukan pada tanaman durian dan cempaka. Ketika baru muncul, ulatnya berwarna hi­tam, lalu sambil mengalami pertumbuhan berubah menjadi cokelat gelap. Di bagian punggungnya terda­pat garis putih. Pada tahap inilah burung memang­sanya. Panjang ulat, menjelang saat berubah menjadi pupa, berwarna hijau gelap, 4-5 sentimeter.

Pupanya, yang berwarna hijau terang, menempel pada tumbuhan dengan bertumpu pada ekor dan diikat sabuk sutera di bagian tengah tubuhnya. Masa pupa ini berakhir setelah lebih kurang 2 minggu Kupu ini ditemukan di Jawa, Sumatra, Ambon, Se­ram, Papua Niugini, Solomon, dan Queensland Utara.

Kupu Kuning berukuran kecil dengan rentangan sa­yap hanya sekitar 4 sentimeter. Permukaan atas sayapnya hampir seluruhnya kuning, hanya bagian te­pinya hitam. Permukaan bawahnya berwarna kuning lebih gelap dan dihiasi bintik-bintik cokelat.

Kupu kuning tidak kuat terbang. Serangga ini bisa dijumpai di antara rumput dan semak pada lapangan terbuka atau sepanjang tepi jalan di antara tanah be­rumput. Warnanya yang kuning terang kadang kala mengacaukan, karena mirip bunga dari semak-semak. Kupu ini biasa terbang menggerombol menuju satu arah, seolah-olah ada kupu yang berlaku sebagai ko­mandan. Kupu ini juga diketahui suka bermigrasi; ka­dang-kadang kupu ini bisa terlihat pada puncak gu­nung berapi atau menyeberang lautan. Di Jawa, kupu ini dikatakan sebagai kupu pendatang. Jenis yang umum adalah Etfrema blanda dan E. hecabe.

Telur kupu kunFhg bulat panjang berwarna putih kehijauan. Telur ini diletakkan satu-satu pada daun. Ulatnya berwarna kuning kehijauan dengan kepala gelap. Pada bagian sisi ulat yang panjangnya 20 – 25 milimeter ini terdapat garis putih. Ulat ini berperan sebagai hama pada tanaman Albizia serta tanaman po­long-polongan lainnya yang berupa pohon.

Pupanya terbentuk lebih kurang 20 hari sesudah periode ulat. Warnanya yang hijau atau cokelat me­nyesuaikan diri dengan tempat hidupnya. Biasanya, kelompok pupa ini ditemukan menggantung dengan kepala di bawah, pada ranting, atau daun tanaman yang sebelumnya dihamai ulatnya. Masa pupa ini berlangsung 5-25 hari.

Penyebaran kupu kuning meliputi daerah beriklim tropis dan beriklim sedang. Di daerah tropika, kupu ini lebih banyak dijumpai pada musim kering daripa­da musim hujan. Ketika udara sangat panas, kupu ini banyak dijumpai di tepi danau, sungai, atau kolam un­tuk beristirahat sambil mengisap air.

Kupu Johar berukuran sedang dengan rentangan sayap 5,5 sentimeter. Terbangnya kuat dan jarak yang bisa ditempuh jauh sekali, sehingga mencapai daerah Indo-Australia. Biasanya, sepanjang siang hari kupu ini kelihatan terbang dengan membentuk kelompok dalam jumlah cukup besar. Pada saat inilah, kupu menjadi mangsa burung. Petang harinya, kupu hing^ gap pada daun atau ranting pohon untuk beristirahat. Pada pagi hari berikutnya, kupu terbang kembali de­ngari diawali sat u kelompok dalam jumlah besar vang kemudian diikuti kelompok lain.

Seperti kupu kuning, kupu ini suka juga melakukan migrasi. Biasanya, binatang ini tersusun dalam ke­lompok-kelompok berjumlah besar dan terbang ber­sama-sama menuju satu arah tertentu. Di Jawa Barat dan Sumatra, keadaan ini biasa terlihat pada bulan November dan Maret. Kupu ini banyak dijumpai pada musim kering.

Telur kupu johar diletakkan satu-satu pada daun ta­naman johar (<Cassia sp.). Ulatnya dikenal sebagai ha­ma tanaman tersebut. Ulat ini berbentuk ramping de­ngan permukaan kasar. Warnanya hijau terang dengan garis kuning pada kedua sisinya. Panjangnya bisa mencapai 4 sentimeter. Biasanya ulat ini berad pada daun muda yang merupakan makanannya.

Jenis-jenis kupu johar yang umum adalah Catopsi. lia pomona dvn C. pyranthe. Kedua jenis ini dapat di. bedakan dari warna sayapnya. Pada C. pomona, ham. pir seluruh permukaan atas sayapnya putih yang berlapis warna hijau pucat, sedangkan ujung sayap depannya berwarna putih. Permukaan bawahnya ber­warna sama hanya lebih gelap. Pada C. pyranthe, per. mukaan atas sayapnya berwarna krem dengan pang, kal sayap kuning, seperti burung kenari, sedangkan permukaan bawahnya krem atau kuning dengan hias­an dua bercak keperakan.

Incoming search terms:

  • jelaskan tentang kelenjar sutra pada kupu kupu
  • fase kupu kupu yg menguntungkan tanaman berbunga adalah
  • kelenjar sutra pada kupu kupu
  • apa yg dimaksud kelenjar sutra pada kupu - kupu
  • mengapa kupu kupu terang lebih sedikit dari pada kupu kupu gelap
  • fase kupu kupu yang menguntungkan tanaman berbunga adalah
  • yang di maksud kelenjar sutra pada kupu kupu
  • elaskan terjadinya kelenjar sutra pada kupu kupu
  • dari manakah asal warna sayap kupu-kupu saat metamorfosis
  • apa yg dimaksud dengan kelenjar sutera pada kupu kupu

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • jelaskan tentang kelenjar sutra pada kupu kupu
  • fase kupu kupu yg menguntungkan tanaman berbunga adalah
  • kelenjar sutra pada kupu kupu
  • apa yg dimaksud kelenjar sutra pada kupu - kupu
  • mengapa kupu kupu terang lebih sedikit dari pada kupu kupu gelap
  • fase kupu kupu yang menguntungkan tanaman berbunga adalah
  • yang di maksud kelenjar sutra pada kupu kupu
  • elaskan terjadinya kelenjar sutra pada kupu kupu
  • dari manakah asal warna sayap kupu-kupu saat metamorfosis
  • apa yg dimaksud dengan kelenjar sutera pada kupu kupu