Advertisement

PUTUSAN-PUTUSAN HIPOTETIS

Inggris: hypothetical judgments.

Advertisement

Sementara dalam putusan kategoris sesuatu diakui (diafirmas secara langsung dari sebuah objek, maka putusan hipotetis dalar arti luas adalah suatu pengakuan (afirmasi) hubungan niscaya an tara beberapa pernyataan. Dalam hal ini pernyataan-pernyataan anggota itu sendiri tidak diafirmasikan, melainkan hanya sifat dan keabsahan hubungannya. Maka, suatu putusan hipotetis dapat betul meskipun pernyataan-pernyataan-anggota tidak betul atau bahkan tidak mungkin (mustahil).

Hubungan paling penting antara pernyataan-pernyataan hubungan yang darinya seluruh kias mendapatkan namanya adalah proposisi kondisional (pernyataan bersyarat). Ini adalah suatu hubungan antara pernyataan-pernyataan yang menurutnya, jika A (anteseden) betul/benar, maka B (konsekuen/akibat) juga niscaya betul/benar. Implikasi material tidak identik dengan putusan hipotetis. Ini didefinisikan dalam logika simbolis sebagai hubungan antara dua proposisi, p dan q, yang tidak betul hanya bila p betul dan q tidak betul. Maka dikatakan bahwa p mengimplikasikan q. Tetapi implikasi ini bukan suatu putusan hipotetis yang absah (sahih), sebab ia tidak mengafirmasikan suatu urutan niscaya q dari p. Dan karenanya penggunaan “jikalau … maka” bagi implikasi material setidak-tidaknya ambigu. Putusan-putusan hipotetis lainnya dalam arti luas adalah konjungsi, dan disjungsi. Menurut konjungsi, adalah mustahil bagi semua anggota pernyataan secara bersama betul.

Advertisement