Advertisement

REFORMASI MATA UANG DI JERMAN – Inflasi yang berawal sejak masa perang mewujudkan diri imda 1945 – 1947. Saat itu uang gagal memenuhi fungsinya, t J.ing ditolak dan digantikan oleh rokok, mentega, dan barang- imrang nonmoneter lainnya. Seperti pada masa perekonomian barter primitif, perusahaan dan konsumen menukarkan satu komoditas untuk mendapatkan komoditas lain. Dari situ jelas lorlihat bahwa perkembangan positif dan perbaikan ekonomi linnya dapat tejadi bila diciptakan suatu tatanan moneter yang fungsional dan sistem mata uang yang dapat diatur kembali. Indikator lain tentang perlunya reformasi mata uang ialah kenyataan bahwa tidak kurang dari 218 usulan tentang reformasi mata uang yang muncul selama tiga tahun sesudah Htuhnya Nazi (Moller, 1961).

Reformasi mata uang, dengan sekali jalan, dapat mengubah keseluruhan proses perekonomian. Dua ahli ekonomi Prancis, Jacques Ruff (1953: 205 dan seterusnya) dan Andre Piettre menjabarkan keadaannya sebagai berikut:

Advertisement

“Pasar gelap lenyap dengan tiba-tiba. Etalase toko dipenuhi barang-barang, cerobong pabrik mengepulkan asap lagi, dan jalan-jalan besar penuh dengan truk. Ke mana pun mata memandang, kesenyapan seperi kuburan sudah digantikan oleh hiruk-pikuk kegiatan konstruksi. Bila luasnya pemulihan yang tejadi ini terlihat menakjubkan, maka kecepatan kejadiannya justru lebih menakjubkan lagi. Karena kegiatan ekonomi langsung hidup kembali pada menit berikut setelah reformasi mata uang.

Hanya para saksi mata yang dapat menjabarkan, meskipun hanya dengan perkiraan, efek sekejap mata dari reformasi mata uang terhadap pengisian kembali stok barang dan penuhnya etalase. Hanya dalam semalam, toko-toko telah berisi barang- barang dan pabrik-pabrik menyelesaikan produksinya. Malam sebelumnya orang-orang Jerman berkeliling kota seperti tanpa tujuan, untuk mencari sesuatu yang layak dimakan. Pagi berikutnya, di benak mereka benar-benar dipenuhi oleh niat berproduksi. Bila pada malam sebelumnya wajah mereka lesu, hari berikutnya segenap penduduk memandang ke masa depan dengan penuh harapan. Jadi, tidak diragukan lagi, reformasi keuangan menandai titik berangkat pemulihan perekonomian Jerman yang sesungguhnya.”

Reformasi mata uang menuntun jalan ke prasyarat lain untuk evolusi tatanan perekonomian pasar, yaitu dicabutnya pengawasan perekonomian.

Advertisement