Advertisement

Relativisme Nilai

Relativisme nilai adalah pandangan a) bahwa nilai-nilai bersif relatif karena berhubungan dengan preferensi (sikap, keingina ketidaksukaan, perasaan, selera, kecenderungan, dan sebagainya baik secara sosial dan pribadi, yang dikondisikan oleh lingkungan kebudayaan, atau keturunan; b) bahwa nilai-nilai berbeda (seca radikal dalam banyak hal) dari satu kebudayaan ke kebudaya: lainnya; c) bahwa penilaian-penilaian seperti, benar/salah, bai buruk, tepat/tidak tepat, tidak dapat (hendaknya tidak) diterapk: padanya; dan d) bahwa tidak ada, dan tidak dapat ada nilai-nilai universal, mutlak, dan objektif mana pun yang dapat diterapki pada semua orang pada segala waktu.

Advertisement

Sejauh pandangan-pandangan ini bertumbuh dari relativist umum yang menisbikan setiap kebenaran, pandangan-pandangi ini sudah dinilai dalam penilaian kita atas filsafat ini. Namu kalau relativisme dikembangkan hanya dalam hubungan den nilai-nilai, relativisme memisahkan nilai dari eksistensi. Ini seringk; terjadi karena sejenis “psikologisme nilai”. Pandangan ini sees keliru menyamakan nilai objektif dengan penilaian pribadi subjs khususnya dengan perasaan-perasaan subyek. Oleh karena itu relativisme jatuh ke dalam subjektivisme nilai. Menurut teori setiap individu (subjek) menentukan nilai-nilainya sendiri. Menur Nietzsche, “penguasa-penguasa dunia” menentukan nilai-nilai ba umat manusia pada umumnya dan bagi berbagai bangsa pa< khususnya.

Sudah pasti terdapat nilai-nilai yang dapat berubah yang fce laku dalam masyarakat manusiawi nilai-nilai yang pertama ditentukan oleh manusia-manusia sendiri. Namun, nilai-nilai fudamental eksistensi insani niscaya ada karena struktur hakiki manusia dan Ada. Karena alasan ini nilai-nilai memperoleh kesahilan mutlak, tidak dapat berubah.

Incoming search terms:

  • RELATIVISME NILAI ADALAH
  • relativisme nilai2

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • RELATIVISME NILAI ADALAH
  • relativisme nilai2