Advertisement

SEBAB

Inggris: cause, dari Latin causa. Istilah ini berkorelasi dengan istilah “akibat”. Artinya adalah apa yang menentukan, menghasilkan, mengkondisikan suatu akibat, atau anteseden yang niscaya dari suatu akibat. Definisi yang tepat tergantung pada sudut pandang filsuf bersangkutan.

Advertisement

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Dapat dikatakan bahwa Aristoteles mengembangkan semacam doktrin yang lengkap tentang kausalitas, yang membedakan sebab-sebab efisien, material, final, dan formal dan konsep- konsep kausalitas yang kemudian diambil dari analisisnya secara tidak lengkap.

2. William dari Ockham memandang sebab efisien merupakan konsep yang paling berguna dari empat macam sebab Aristoteles, dan mengidentifikasi sebab dengan sebab efisien.

3. Hobbes mengidentikkan persebaban dengan pengiriman gerak, yang dengan demikian menonjolkan kausalitas efisien.

4. Bagi Geulincx Allah merupakan satu-satunya sebab alam semesta dan satu-satunya realitas.

5. Dalam pengamatan Locke, ide sebab barangkali timbul dalam pengendalian kita secara inderawi atas tubuh. Gerakan tangan kita, misalnya, mengikuti penghendakan batin.

6. “Prinsip alasan-cukup” dari Leibniz menggambarkan penekanan pada sebab formal, dan teleologi sistemnya menekankan sebab final.

7. Hume menyangkal hakikat persebaban. “Sebab-akibat” baginya hanya merupakan ide yang muncul dalam pikiran kita karena adanya hal-hal yang terjadi secara berurutan.

8.            Kant memandang kausalitas sebagai salah satu kategori apriori pengertian yang dimasukkan orang ke dalam penafsirannya tentang pengalaman.

9. Fichte memandang sebab sebagai unsur yang terkandung dalam dunia.

10. Trendelenburg, yang kembali ke Aristoteles, menekankan sebab final maupun efisien, seraya menganggap ini cocok dengan ilmu pengetahuan.

11. John Stuart Mill, tentang pokok ini dan juga sejumlah pokok lain, kembali kepada Hume, dengan mendefinisikan sebab sebagai suatu anteseden yang tetap dan tak bersyarat.

12. Petzoldt menggantikan ide sebab dengan ide “dependensi- fungsional”.

13. Kecenderungan umum zaman kita ialah menyamakan ide sebab dengan kondisi-kondisi yang niscaya dan mencukupi. Dengan “kondisi niscaya” dimaksudkan suatu kondisi yang jika tidak ada tidak terjadi akibat. Dengan “kondisi yang mencukupi” dimaksudkan suatu kondisi yang jika ada selalu terjadi akibat. Tetapi “kondisi yang mencukupi” dan “kondisi niscaya” cukup berbeda, karena, misalnya, hujan dapat menjadi kondisi yang mencukupi untuk jalan basah tetapi bukan kondisi niscaya, dan kewarganegaraan dapat menjadi kondisi niscaya untuk menjadi presiden, tetapi ini bukan kondisi yang mencukupi. Dari sudut pandangan ini, dengan “sebab” kiranya dimaksudkan entah “kondisi yang mencukupi” atau “kondisi-kondisi yang mencukupi dan niscaya”.

14. Di samping Hume, ada yang menolak kemungkinan kausalitas. Nagarjuna, misalnya, memandang kausalitas sebagai salah satu dari sekian banyak tampakan di dunia.

Sebab Imanen

Sebab imanen adalah kondisi internal yang ada dalam suatu benda yang menghasilkan perubahan. Ini dibedakan dengan kondisi-kondisi eksternal yang hanya mempengaruhi benda tersebut. Contoh, kegiatan kehendak untuk menggerakkan tangan dan karenanya “menyebabkan” tangan bergerak.

Sebab Instrumental

Ini nama untuk setiap sebab yang susunan dan kekuatannya tidak sepadan dengan akibat yang diharapkan. Karena itu sebab instrumental membutuhkan satu sebab yang lebih tinggi yang sepadan dengan tugas tersebut. Sebab yang lebih tinggi ini dapat menggerakkan dan mengarahkan sebab instrumental. Sebab Instrumental bagaimanapun, menyiapkan dan mempengaruhi akibat dan berperan sebagai Sebab real. Sebab Utama maupun Sebab Instrumental merupakan sub-bagian dari Sebab Efisien.

Sebab Transenden

Sebab Transenden adalah kondisi eksternal yang menghasilkan perubahan pada atau di dalam suatu benda, sebagaimana berlawanan dengan kondisi-kondisi internal yang mempengaruhi benda tersebut. Contoh: air yang menyebabkan sebuah biji tumbuh. Dalam arti ini, Sebab Transenden digunakan secara bergantian dengan Sebab Efisien dan dibedakan dengan Sebab Imanen.

Advertisement