Advertisement

Sebelum orang mengenal kertas dalam bentuk seperti dikenal sekarang, yang pertama kali dibuat oleh bangsa Cina pada tahun 105 SM, orang menuliskan catatan atau pesan di atas barang lain. Misalnya, di daun lontar (siwalan), batu, anyaman batang tanaman air papirus yang dipipihkan, lembaran kulit binatang yang disebut perkamen. Sekalipun kertas sudah ditemukan, mula-mula orang harus membuat naskah buku dengan ditulis tangan.

Teknik atau seni cetak agaknya mula-mula dikuasai oleh orang Cina dan Korea sekitar 1.000 tahun yang lampau. Tetapi tulisan dan gambar masih diukirkan pada lempengan tanah liat atau kepingan logam dan papan, sehingga terbentuklah acuan cetak seperti stempel. Acuan itu dibaluri tinta, dan di atasnya diletakkan kertas yang kemudian ditekan secara merata. Garis-garis ukiran itu pun melekat di kertas. Seni cetak melalui cara ini disebut xilografi (seni pembuatan ukiran atau cukilan kayu).

Advertisement

Cikal bakal teknik cetak yang kini lebih jmum dikenal, yaitu teknik cetak dengan huruf-huruf lepas yang disusun, baru dimulai pada pertengahan abad ke-15 di Eropa. Teknik ini disebut tipografi. Tetapi tipografi tidak hanya meliputi pekerjaan pengesetan atau penyusunan huruf-huruf menjadi kata dan kalimat, melainkan seluruh proses sampai ke pencetakan. Tipografi pada mulanya dimaksudkan sebagai istilah bagi teknik pencetakan buku. Tetapi sekarang tipografi telah berkembang menjadi istilah untuk menggambarkan teknik pencetakan apa pun. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, typos, “kesan, gambar”, dan graphos, “tertulis.”

Sampai sekarang tidak diperoleh kepastian siapa sebenarnya penemu pertama teknik cetak dengan huruf- huruf lepas dari logam. Apakah dia itu Johannes Gutenberg (yang mempunyai nama depan lain Henne), pandai besi dan pencetak dari Mainz, Jerman, ataukah gurunya, Laurens Jansz Coster, pencetak buku dari Haarlem, Belanda. Siapa pun pelopor pertama di antara keduanya, yang terpenting mereka telah mengubah produksi salinan naskah secara grafis dari tertulis menjadi tercetak, sehingga sangat mempercepat perbanyakan. Coster menjelang pertengahan abad ke-15 menemukan asas teknik cetak dengan huruf-huruf lepas dari kayu. Seorang muridnya, Gutenberg, yang nama sebenarnya Gensfleisch, mungkin mendasarkan penemuan teknik cetaknya pada gagasan Coster. Gutenberg mulai melakukan percobaan cetak mencetak dengan huruf-huruf lepas dari logam pada tahun 1440 di Strasbourg, Perancis, sebelum mendirikan percetakan di Mainz.

Huruf-huruf logam itu, setelah selesai dipakai, dapat disimpan di kotak-kotak untuk digunakan kembali dalam penyusunan kalimat baru pada kesempatan berikutnya. Penemuan alat cetaknya didasarkan pada alat pemeras buah-buahan. Huruf demi huruf dijajarkan menjadi baris-baris kalimat dan diletakkan di atas sebidang kerangka atau bingkai dalam ukuran tertentu sesuai dengan luas halaman barang cetakan yang diinginkan. Huruf-huruf dalam bingkai itu dibaluri tinta, di atasnya diletakkan selembar kertas, dan ditekan dari atas secara merata dengan bagian alat cetak yang serupa dengan alat pemeras buah-buahan dalam ukuran besar.

Setiap huruf dibuat pada stempel baja, dan stempel ini diterakan pada lempengan atau blok perunggu yang disebut matris. Matris dipasang pada acuan atau cetakan. Ke dalam acuan itu dituangkan cairan logam panas, yang setelah dingin dan kering membentuk huruf. Pemuatan gambar dilakukan dengan mengukirkan gambar itu pada kepingan atau blok kayu, yang dijadikan klise untuk perbanyakan gambar.

Penemuan alat cetak Gutenberg merupakan terobosan bersejarah dalam usaha percetakan. Cetak- mencetak jauh lebih cepat daripada pembuatan buku dengan tulisan tangan dan lebih efisien serta lebih cepat pula daripada xilografi. Ketika Mainz hancur akibat perang, para tukang cetak Gutenberg sejak tahun 1462 menyebar ke berbagai kota di Eropa. Ada lebih dari 1.000 perusahaan percetakan di seluruh Eropa pada tahun 1500, dan hampir semua kota besar Eropa mempunyai percetakan pada abad ke-19.

Berabad-abad lamanya para pencetak menggunakan teknik cetak ini dengan tangan, sebelum ditemukan cara yang lebih cepat lagi dengan mesin. Teknik baru dengan mesin cetak berkecepatan tinggi ditemukan pada awal abad ke-19, permulaan jaman industrialisasi di Eropa. Johannes Friedriech Konig bersama A.F. Bauer, masing-masing pencetak buku dan ahli teknik Jerman, pada tahun 1812 di London, mencip- takan mesin cetak silinder yang dijuluki “mesin cetak cepat.”

Jika alat cetak tangan hanya menghasilkan 30 lembar surat kabar setiap jam, mesin cetak silinder menghasilkan 4.200 lembar dalam waktu vang sama. Dua tahun kemudian, mesin temunn mereka digunakan untuk mencetak surat kabar bergengsi The Times di London.

Sejak tahun 1846, di Amerika Serikat dan Eropa diciptakan pula beberapa jenis mesin set (penyusun) huruf bernama monotip, intertip, dan linotip, yang cara kerjanya agak berbeda tetapi prinsipnya sama. Dengan menggunakan mesin-mesin otomatis ini, penyusunan baris-baris kalimat dapat lebih cepat dan tidak perlu lagi dilakukan dengan tangan. Mesin-mesin jenis ini masih banyak digunakan di Indonesia sampai akhir tahun 1960-an. Tetapi sekarang mesin seperti ini sudah ditinggalkan, setelah ditemukan mesin-mesin penyusun huruf berkecepatan lebih tinggi dan berukuran jauh lebih kecil, seperti mesin set serupa mesin ketik dan, kini, komputer.

 

Incoming search terms:

  • alat cetak buku ditemukan tahun 1440 oleh
  • alat untuk mencetak naskah
  • alat untuk mencetak naskah disebut
  • tokoh yang menemukan teknik cukilan kayu adalah
  • sejarah mesin cetak
  • penemuan mesin cetak
  • sejaah mesin cetak
  • penemu alat cetak buku pada tahun 1440
  • orang jerman yang menemukan teknik cetak tulisan dengan teknik cetak tinggi adalah
  • Nama alat untuk mencetak huruf

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • alat cetak buku ditemukan tahun 1440 oleh
  • alat untuk mencetak naskah
  • alat untuk mencetak naskah disebut
  • tokoh yang menemukan teknik cukilan kayu adalah
  • sejarah mesin cetak
  • penemuan mesin cetak
  • sejaah mesin cetak
  • penemu alat cetak buku pada tahun 1440
  • orang jerman yang menemukan teknik cetak tulisan dengan teknik cetak tinggi adalah
  • Nama alat untuk mencetak huruf