Semantik Linguistik

42 views

SEKARANG

Inggris: the present; dari Latin praesens.

Pengertian

1. “Sekarang” adalah penggal atau bagian waktu yang bersifat seketika, langsung, sedang, sementara di mana terjadi pengalaman usianya dari studi tanda-tanda. Studi semantika dalam pengertian ini bergulat dengan hubungan-hubungan antara tanda- tanda dan objek-objek yang ditandakannya.

2. Pembagian tanda-tanda ke dalam Semantika, Sintaktika, dan Pragmatika dirintis oleh Charles Morris. Dalam hal ini ia diikuti oleh Carnap dan Jarski. Dalam konteks ini Semantika bergelut dengan problem-problem kebenaran, denotasi, makna, penamaan, sinonim, dan lain-lain.

3. Chwistek menerapkan istilah “semantika” pada studi sintaksis logis, yang dinamakannya “metamatematika rasional”. Dengan begitu penerapan ini menyediakan alternatif penggunaan istilah itu, seraya mengidentikkannya dengan aspek-aspek yang lebih formal dari studi sintaktika.

4. Quine membagi Semantika ke dalam dua bagian: teori makna dan teori referensi. Teori makna bergumul dengan makna, sinonim, dan analitisitas. Teori referensi bergulat dengan problem penamaan, kebenaran, dan denotasi. Lebih mutakhir, studi linguistik mempengaruhi studi filosofis semantika, dan malah memasukkan studi itu, sambil me¬mandang semantika sebagai bagian yang tak terpisahkan dari linguistik.

5. Kalaupun pengikut-pengikut Bloomfield telah memisahkan problem makna dari linguistik, yang dengan begitu mempercayakan bidang semantika ke dalam tangan para filsuf, namun pemisahan itu tidak bertahan lama. Karya Paul Ziff Semantic Analysis (I960) amat erat kaitannya dengan metode- metode Zelig Harris, salah seorang mahasiswa Bloomfield.

6. Noam Chomsky menyatakan bahwa Semantika merupakan bagian integral dari analisis gramatikal; dan arti/makna kalimat hendaknya diberi jenis perhatian yang sama seperti yang diberikan terhadap struktur sintaktiknya. Terkandung dalam hal ini adalah pembedaan antara struktur-struktur dalam dan permukaan dari suatu bahasa.

7. Di antara pengikut Chomsky, Jerrold Katz dan Jerry Fodor sependapat bahwa teori semantik tentang suatu bahasa merupakan bagian dari deskripsi linguistiknya. Sebuah ungkapan yang ramai dibicarakan mengklaim bahwa “deskripsi linguistik dikurangi gramatika (tata bahasa) sama dengan semantika”. Bagi mereka, semantika mengambil alih penje-lasan problem proyeksi, yaitu penjelasan bagaimana seorang pembicara sanggup “menghasilkan dan memahami kalimat- kalimat baru yang tak terbatas jumlahnya” di mana tata bahasa ditinggalkan. Maka, Semantika berkutat dengan kemampuan manusia untuk menafsirkan kalimat-kalimat, bersama dengan sifat-sifat dan hubungan-hubungan yang termuat di dalamnya.

D. Belakangan ini pembicaraan-pembicaraan mencakup penekanan yang berhubungan baik dengan B maupun C di atas.

8. Berpusat pada semantika “dunia-dunia yang mungkin” dari para pemikir seperti Hintikka dan Kripke, alternatif ini menambahkan pada linguistik pertimbangan-pertimbangan “logika modal”, yang menghasilkan suatu semantika, di mana pernyataan-pernyataan dengan berbagai modalitas akan berlaku (benar) dalam beberapa atau semua dunia yang mungkin atau tidak berlaku (tidak benar) dalam dunia yang mungkin biarpun hanya satu.

Semantik Linguistik

Ilmu tentang:

1. arti simbol-simbol dan bagaimana arti simbol-simbol ini berubah;

2. berbagai macam simbol (tanda, isyarat, kata) dan bentuk-bentuk ucapan yang dipakai untuk mengkomunikasikan makna- makna atau arti-arti;

3. hubungan simbol-simbol satu dengan yang lain;

4. pengaruhnya (akibatnya) pada perilaku manusia.

Semantik Deskriptif

Deskripsi atau studi ilmiah tentang bahasa-bahasa alamiah sering disamakan dengan linguistik.

Semantik Formal

Analisis mengenai hal-hal seperti

a) kaitan-kaitan antara suatu teori tertentu dan kalkulus logis yang dipakai untuk merumuskan teori tersebut dan

b) hubungan-hubungan antara tingkat-tingkat sintaktis dan semantis dari logika.

Masalah Semantik

Pertanyaan-pertanyaan seperti berikut diajukan dalam ilmu semantik:

1. Apa yang dimaksud dengan arti?

2. Apakah jenis-jenis arti/makna?

3. Bagaimana arti dikomunikasikan?

4. Apa itu bahasa?

5. Apa hubungan bahasa dengan makna; atau bagaimana makna itu dibentuk oleh bahasa?

6. Apa jenis makna yang disampaikan oleh nama-diri, istilah khas, istilah umum, uraian definisi?

7. Apa yang menentukan dua ungkapan linguistik mempunyai arti yang sama?

8. Dengan cara apa konteks suatu ungkapan linguistik menciptakan dan/atau mempengaruhi arti/makna?

9. Apa perbedaan antara arti harfiah dan arti figuratif/kiasan? (Bagaimana dan arti apakah yang dikomunikasikan oleh metafora, tamsil, ironi, analogi, dan sebagainya?)

10. Di bawah kondisi yang bagaimana kita dapat melihat bahwa suatu arti/makna bersifat ambigu (taksa), samar-samar, tidak tepat, tidak taat asas, dan sebagainya?

Semantik Murni

Analisis bahasa formal atau artifisial.

Semantik Logis

Cabang logika yang mempelajari arti ungkapan-ungkapan linguistik. Atau lebih tepat, semantika logis merupakan cabang meta- logika yang mempelajari penafsiran terhadap kalkulus-kalkulus logis. Analisis semantik harus digunakan apabila menyimak bahasa yang diformalisasikan dari segi metateori, sebab banyak fakta esensial (misalnya, fakta-fakta menyangkut kesempurnaan dan non-kontradiksi dari bahasa) tidak dapat ditetapkan di dalam kerangka pengujian sintaksis belaka (murni).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *