Advertisement

SILINDER PEMBULUH, Silinder pembuluh ( 4.6) terdiri atas lingkaran tepi dan jaringan pembuluh. Lingkaran tepi terdapat di sebelah dalam dan berdampingan dengan endodermis. Lingkaran tepi ini terdiri atas selapis sel parenkima dan dari lapisan inilah akar lateral terbentuk. Xilem dan floem, yang merupakan jaringan pengangkut sebenarnya dalam silinder pembuluh, tersusun berselang-seling pada bidang radial. Dalam irisan melintang xilem terlihat sebagai sekelompok baji yang bertemu di tengah dan membentuk seperti bintang, yang lenganlengannya membentang sampai ke lingkaran tepi. Floem agak lebih sukar dilihat daripada xilem, tetapi terdapat sebagai jalur yang jelas di antara lengan-lengan xilem yang berbentuk bintang itu. J alur floem berbatasan dengan lingkaran tepi dan dipisahkan dari xilem oleh parenkima yang sinambung dengan lingkaran tepi. Lapisan parenkima ini kadang-kadang disebut parenkima penghubung. Istilah penghubung di sini dipakai untuk jaringan dasar yang terdapat di antara jaringan-jaringan pembuluh. Dalam berbagai akar jumlah baji xilem berbeda, tetapi umumnya tetap urituk suatu jenis tumbuhan tertentu. Berdasarkan jumlah baji xilem, akar-akar dipertelakan sebagai berbaji dua (diark), berbaji tiga (triark), berbaji empat (tetrark) atau berbaji banyak (poliark). Sel-sel pengangkut terluar dalam baji xilem adalah yang tersempit dan juga yang pertama berdiferensiasi, dan sel-sel ini membentuk protoxilem. Sel-sel pembuluh yang terletak dekat dengan bagian pusat secara kolektif disebut metaxilem. Sel-sel ini kemudian berangsurangsur dewasa dan juga menjadi lebih besar. Urutan perkembangan xilem dari luar ke dalam disebut sentripetal, dan baji-baji xilem yang terbentuk secara demikian dikatakan eksark. Meskipun protoxilem dan metaxilem tidak dapat dibedakan dengan jelas dalam irisan melintang sebuah akar, antara dua jaringan ini terdapat perbedaan struktural. Perbedaan ini berkaitan dengan proses diferensiasi yang dimulai dalam daerah pemanjangan dan berakhir setelah pemanjangan itu sendiri berhenti. Diferensiasi menjadi protoxilem terjadi sewaktu proses pemanjangan masih berlangsung. Penebalan dinding-dinding sel sekunder, yang berupa cincin (penebalan melingkar) atau spiral (penebalan memilin), terjadi secara minimal. Permukaan sel yang tersisa hanya terdiri atas dinding primer tipis yang dapat terentang sewaktu jaringan tumbuh. Ketika pemanjangan berlanjut, cincin-cincin menjadi renggang dan spiral-spiral menjadi terbuka. Sementara itu diferensiasi menjadi metaxilem terjadi setelah pertumbuhan memanjang berhenti. Biasanya dalam sel-sel ini berkembang dinding sel yang bernoktah, dan sebagian besar dinding primer tertutup oleh bahan dinding sekunder. Penebalan bernoktah pada metaxilem ini lebih kuat daripada penebalan cincin atau penebalan memilin pada protoxilem, tetapi karena seluruh bagian permukaan dinding menebal, dinding tidak dapat direntangkan tanpa terjadinya robekan.
Jalur floem juga berkembang pada arah sentripetal. Oleh karena bagian-bagiannya tidak dapat dibedakan mana yang terbentuk dini dan mana yang kemudian, jalur floem biasanya dianggap sebagai satu jaringan dan tidak dibedakan menjadi protofloem dan metafloem.
Diferensiasi jaringan pembuluh dapat dipahami dengan menelaah diagram tiga dimensi ( 4.7). Sel-sel pembuluh yang pertamikali menjadi dewasa adalah pembuluh tapis terluar pada floem dan pendewasaan itu terjadi dalam meristem itu sendiri. Pembuluh-pembuluh tapis yang baru terbentuk dihubungkan pada arah membujur dengan pembuluh-pembuluh tapis yang sudah ada dalam floem yang lebih tua, sehingga makanan dapat disalurkan ke sel-sel yang sedang aktif membelah dalam meristem. Jauh di belakang, biasanya dalam daerah pemanjangan, trakeid atau pembuluh pertama dalam protoxilem mulai terbentuk. Perkembangan ini juga bersambungan dengan unsur-unsur protoxilem yang telah ada dalam bagian akar yang lebih tua. Di luar daerah pemanjangan, yaitu dalam daerah rambut akar, diferensiasi lebih lanjut, baik floem maupun xilem, terjadi berangsur-angsur dari luar ke dalam. Diferensiasi biasanya berakhir pada daerah rambutrambut akar yang lebih tua. Pada waktu itu xilem telah menjadi tiang-tiang bergalur dan floem membentuk jalur-jalur padat. Irisan melintang pada bagian ini akan menunjukkan susunan dewasa, bukan saja jaringan pembuluh tetapi juga jaringanjaringan khusus lainnya, seperti endodermis, yang juga berdiferensiasi pada waktu sel-selnya membesar di daerah pemanjangan.

Advertisement
Advertisement