Perubahan dalam masyarakat dapat teijadi karena adanya penggerak-penggerak tertentu. Apabila hendak ditanyakan mengenai jumlah dari faktor yang menjadi penggeraknya, maka dapat secara singkat dijawab dengan “banyak”. Daya penggerak untuk proses-proses perubahan dalam suatu masyarakat datang dari dua sumber – dari dalam dan dari luar – demikian disampaikan oleh Raymond Firth.3 Yang datang dari dalam adalah daya gerak yang berupa pendapatan- pendapatan baru dilapangan teknik, peijuangan-perjuangan perseorangan untuk memperoleh tanah dan kekuasaan, perumusan baru dari faham-faham orang- orang kritis yang dianugerahi bakat-bakat istimewa (masyarakat biadabpun dapat mempunyai ahli-ahli filsafat dan pendekar-pendekarnya), tekanan jumlah penduduk atas mata pencaharian, dan barangkali perubahan-perubahan iklim. Kelompok-kelompok kekeluargaan dapat musnah dan tanah-tanaji serta hak-hak istimewanya diwariskan menurut /prinsip- prinsip yang diakui disitu; kelompok-kelompok baru terbentuk dengan jalan percabangan dan pemecahan hubungan keluarga; hak-hak istimewa bertukar pemiliknya karena kegagalan dalam melaksanakan kewa-jiban-kewajiban atau sebagai akibat pemberontakan yang tidak berhasil; keluarga-keluarga yang lain mengambil pimpinan suku atau marga; bahkan adat-istiadat ditiadakan dengan persetujuan karena adat-istiadat tadi adalah terlalu berat atau karena inisiatif seseorang pemimpin yang berkamauan keras.

Sebab-sebab yang datang dari luar, untuk sebagian terletak dalam lingkungan pergaulan itu sendiri dan untuk sebagian lagi terletak dalam kekuatan ekspansinya peradaban. Apabila diperhatikan, maka kita melihat banyak faktor yang menggerakkan perubahan di dalam masyarakat. Mungkin, apa yang diuraikan oleh Raymond Firth di atas barulah sebagian, namun demikian faktor-faktor tersebut mungkin dapat dirangkum dalam suatu batasan (kecuali yang merupakan sebab dari alam) bahwa faktor yang menjadi penggerak perubahan masyarakat itu adalah “gagasan-gagasan, ide- ide atau keyakinan-keyakinan dan hasil-hasil budaya yang berupa fisik.

Jadi, apabila Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses dengan mana informasi disampaikan dari individu yang satu kepada individu yang lain. maka yang dikomunikasikan itu tidak lain adalah gagasan-gagasan, ide-ide atau keyakinan-keyakinan maupun hasil budaya yang berupa fisik itu.

Dengan demikian, kita dapat memandang bahwa tekanan jumlah penduduk dan migrasi, pada dasarnya dapat dikembalikan pada ide di atas, sebab tekanan penduduk pada dasarnya merupakan suatu kondisi yang perlu diatasi dan migrasi merupakan cara mengatasi dari kondisi itu. Dengan demikian, migrasi itu juga adalah “gagasan-atau ide”. Demikian pula halnya dengan sebab dari luar yang bersumber pada faktor yang terletak pada kekuatan ekspansinya peradaban. Kemungkinan besar bentuk dari faktor ini adalah “hasil-hasil budaya yang berupa fisik”. Ekspansi peradaban itu terjadi karena proses komunikasi.

David C. McClelland menyatakan bahwa impluse (dorongan) yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi dan modernisasi adalah virus mental, yaitu suatu cara berfikir tertentu yang lebih jarang dijumpai tetapi apabila terjadi pada diri seseorang, cenderung untuk menyebabkan orang itu bertingkah- laku secara sangat giat. Virus mental ini diberi nama yang aneh, yakni n Ach – singkatan dari need ‘for Achievement – kebutuhan untuk meraih hasil atau prestasi. Apabila konsepsi ini dikaji, maka hasil dari virus mental n Ach ini tidaklah lain dari ide-ide, gagasan-gagasan atau

Kekuatan ini berasal dari segala aspek situasi yang merangsang kemauan untuk melakukan perubahan. Kekuatan ini bersumber dari:

  1. Ke tidak puasan terhadap situasi yang ada, karena itu ada keinginan untuk situasi yang lain.
  2. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara yang ada dan yang seharusnya bisa ada.
  3. Adanya tekanan dari luar seperti kompetisi, keha-rusan menyesuaikan diri, dan lain-lain.
  4. Kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan, misalnya produktifitas, dan lain- lain.

Deskripsi dari Margono Slamet walaupun membicarakan kekuatan pendorong, tetapi haruslah dipandang sebagai suatu stimulus yang mendorong terjadinya perubahan, oleh karena ke empat faktor tersebut memang sebagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan.

Diskusi kita mengenai stimulus-stimulus yang mendorong terjadinya perubahan telah mencatat berbagai konsepsi dan suatu kajian. Banyaknya konsepsi mengenai stimulus yang mendorong terjadinya per ubahan tersebut muncul, mungkin karena luasnya lingkup perubahan di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan pendekatan yang mikro dan makro terhadap sumber-sumber rangsangan. Akan tetapi, apa-bila kita mengkaji kembali konsepsi terakhir ini, secara nyata keempat faktor itu melukiskan tentang gagasan-gagasan, ide-ide dan keyakinan-keyakinan serta hasil-hasil budaya yang berupa fisik. Banyak hal yang bisa membuat manusia itu berfikir yang menghasilkan gagasan-gagasan, ide-ide dan keyakinan-keyakinan serta teknologi. Bukankah perubahan yang terjadi di dunia pada dasarnya disebabkan oleh faktor ini dan ditunjang oleh penemuan yang pertama dan terbesar yaitu bahasa yang memberikan kemampuan untuk mengadakan komunikasi.

Oleh karena itu, kita bisa menyatakan bahwa faktor yang menjadi stimulus dalam perubahan masyarakat adalah ide-ide, gagasan-gagasan dan keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil budaya yang berupa fisik, namun untuk menyatakan bahwa hanya faktor itu, mungkin terlalu optimis sekali, namun faktor itulah yang merupakan faktor utama disamping faktor alamiah itu sendiri.