Advertisement

Yang disebut juga syair Farahid, mengisahkan percintaan yang didasarkan atas cerita kesembilan dalam Hikayat Bayan Budiman. Di dalamnya dikisahkan kecantikan salah satu istri Sultan Indra yang bernama Siti Lela Mengindra. Kecantikannya didengar oleh Mengindra Syahperi yang ingin segera melihatnya. Setelah berhasil melihatnya, cinta berahinya berkobar. Syahperi menumpang pada nenek kebayan dan mengaku bernama Muda Farahid. Karena kepandaiannya, ia berhasil masuk lingkungan istana. Kesempatan ini digunakan Farahid untuk bermain cinta dengan Siti Lela Mengindra. Raja mengizinkan Farahid memperistri Siti Lela dengan syarat Farahid berhasil menangkap harimau ganas dan menembus gunung. Ujian ini dipenuhi Farahid tetapi raja mengupah seorang perempuan tua untuk meracuninya. Perempuan tua tersebut tak tega melaksanakan kemauan raja dan hanya mengabarkan kepada Farahid bahwa Siti Lela telah meninggal dunia. Karena sedih ketika mendengar kabar ini, Farahid bunuh diri. Siti Lela yang mendengar kematian kekasihnya pun akhirnya bunuh diri. Setelah mengetahui semua ini raja memerintahkan untuk membunuh perempuan tua tersebut. Tak lama kemudian raja pun meninggal karena berduka cita.

Advertisement
Advertisement